Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Kelicikan Zhao Wei


"Ah Rong, Bagaimana kau bisa bekerjasama dengan Kaisar Negara Sheng itu?". Tanya Liena Sue penasaran .


"Sebenarnya.... Aku tidak memberitahunya Na'er". Jawab Liena Sue.


"Jadi itu semua kebetulan?".


"Yah seperti itu, Awalnya aku menyuruh Mark untuk mencari Yuri terlebih dahulu baru aku datang ke tempatmu. Untuk Kaisar itu, aku tidak tahu".


"Sudahlah , yang terpenting semuanya sudah selesai". Jawab Liena Sue.


Rong Bai pun setuju, Kemudian mereka segera memasuki Istana Samping dan mengambil Hadiah Mereka. Setelah hadiah terambil, Mereka pun kembali ke perjamuan .


Sedangkan Di kamar tamu, Kaisar Sheng kini tengah mengintrogasi Zhao Wei yang kini masih setengah mabuk.


"A Zhao, kenapa kau melakukan hal yang tidak baik untuk seorang Putra Mahkota??". Tanya Kaisar.


"Ayah, aku hanya ingin mendapatkan gadis yang ku suka, Itu saja". Jawab Zhao Wei.


"Tapi itu terlalu lancang, Kaisar Negara Ba sendiri yang memberi mereka pernikahan. Jika kau mengacaukannya maka Negara Ba dan Negara Sheng akan berperang, Bahkan Negara Gu yang menjadi sekutu pun akan ikut membantu. Negara Sheng kita jauh dari kedua negara itu".


"Jika mereka ingin berperang, maka kita lakukan saja. Bukankah Negara kita adalah negara yang penuh alkemis, maka akan sangat mudah untuk menyerang mereka". Jawab Zhao wei .


Plakkk...


Satu tamparan melayang di wajah Zhao Wei.


"Lancang!!, Kita tidak bisa menyerang kedua negara itu, mereka adalah negara terbesar. Dan lagi, walaupun negara kita terkenal sebagai negara Alkemis separuh bahan itu di dapatkan dari kedua negara dan itu semua termasuk bahan langka. Apa Lagi jika kau menyerang Negara Ba itu tidak akan membuahkan hasil jika meracuninya, karena semua penduduk , bangsawan , Bahkan Kaisar sendiri kebal terhadap semua jenis racun"? Jelas Kaisar Sheng.


"Kebal terhadap racun? Kenapa bisa?".


"Karena tanah dan air di sini di sebut sebagai air Surgawi, Semua orang yang tinggal disini akan panjang umur bahkan awet muda. Jadi ku peringatkan, kau tidak bisa merusak hubungan mereka berdua hanya karena cinta sematamu. Kau bisa memilih putri Lain dari Negara Ba ini jika mau, nanti aku akan bicara dengan Kaisar Sue".


"Tapi Ayah...".


"Tidak ada tapi tapian..Jika kau melakukan gal gegabah maka aku sendiri yang akan menghukum mu". Ucap Kaisar Negara Sheng, kemudian meninggalkan Zhao Wei sendiri.


Zhao Wei terlihat sangat kesal dan geram, pasalnya Sang Ayah yang biasanya selalu mendukung kehendaknya kini melarang keras dirinya.


"Yang Mulia... Sebaiknya...". Ucap Bawahan yang ketakutan, namun di potong oleh Zhao Wei.


"Diam!! Kau pikir aku akan menyerah? Tidak akan!!".


.... Sedangkan di dalam perjalanan kembalinya Liena Sue dan Rong Bai.


"Apa dia sudah tidak akan mengganggumu lagi Na'er?".


"Tidak, Dia terkenal keras kepala karena ayahnya selalu memanjakannya. Jika Ayahnya kali ini melarang pun juga percuma, jadi dia akan tetap menargetkanku". Jawab Liena Sue.


"Kalau begitu kita bersiap saja".


"Kau benar Ah Rong".


Mereka berdua kembali duduk di meja mereka setelah memberikan Hadiah Pernikahan. Putra Mahkota Bian kini trlah kembali ke pesta dan bergabung dengan rekan rekannya untuk meminum anggur.


"Hei kenapa kau kembali ke pesta? Bukannya memulai malam pertama". Ejek Temannya.


"Hahahah benar benar, mari kita rayakan dengan minum anggur sepuasnya". Ucap temannya yang lain.


"Maaf aku terlambat Yang Mulia". Ucap seorang Pria yang kini muncul dan berdiri di ambang pintu membuat semua orang menoleh kearahnya.


Bian Sue yang mendengarnya pun segera menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Ahh Kai Yuwen , kemarilah kemari, pesta baru saja di mulai. Jangan Sungkan". Jawab Bian Sue.


Liena Sue melihat Kai Yuwen terlihat sangat senang dan bersemangat , Ia melambaikan tangannya dan di balas oleh Kai Yuwen.


Namun tidak dengan Rong Bai yang belum mengetahui kebenarannya, ia terlihat tidak suka dan mendengus kesal melihat keakraban Kekasihnya dengan Kai Yuwen tersebut .


"Sudahlah, apa dia itu selongkuhanmu sehingga kau terlihat begitu senang". Ucap Rong Bai mendengus kesal.


Liena Sue yang mendengar pun baru menyadari jika ia belum menceritakan tentang Kai Yuwen kepada Rong Bai. Ia pun membisikkan sesuatu kepada Rong Bai agar dia tidak salah paham.


"Kau salah paham, nanti setelah pesta selesai aku Akan ceritakan semua kepadamu. Yang jelas kami hanya kakak beradik bukan selingkuhan". Bisik Liena Sue.


"Baiklah". Singkat Rong Bai.


Acara pesta pernikahan pun telah usai , para tamu segera kembali begitupun Liena Sue dan Rong Bai.


kali ini Tamu dari negara lain akan berada di Kerajaan Negara Ba cukup lama karena satu minggu lagi adalah hari pernikahan Liena Sue dan Rong Bai .


Liena Sue pun segera kembali ke Istana nya di ikuti oleh Yuri, Dia berjanji akan menjelaskan tentang Kai Yuwen esok harinya kepada Rong Bai karena hari ini ia sangat lelah dan ingin segera merebahkan badannya.


Setelah Sampai di kamar, Liena Sue meminta Yuri untuk pergi mencarikan Obat Herbal yang berada di Halaman Rong Bai. Dia memintanya mengambil Herbal tersebut untuk berendam di air Hangat nanti.


"Tuan Putri, biarkan Shusu menemani anda selagi saya mencari Herbal ". Saran Yuri.


"Baiklah, terserah kau saja Yuri. Aku akan memejamkan mataku sebentar dan Shusu bisa menunggu di luar saja". Jawab Liena Sue.


"Baik Yang Mulia, kalau begitu saya pamit dulu".


"Ya pergilah". Jawab Liena Sue dengan nada lemas.


"Tunggu, Bawakan Giok ini ke Rong Bai. Sebaiknya kau cepat jangan sampai terlambat". Tambah Liena Sue sambil memberikan Giok Hijau kepada Yuri.


Entah mengapa, Liena Sue semenjak memasuki kamarnya rasanya semakin lelah dan ingin sekali memejamkan matanya. Ia yang kini merebahkan diri setelah Yuri pergi dengan mudahnya ia terlelap hingga tidak mendengar suara berisik apapun.


Tak lama saat Liena Sue terlelap, datanglah sosok berpakaian serba hitam menghampiri Liena Sue yang tengah tertidur lelap.


"Sudah kubilang, mau bagaimanapun caranya aku akan mendapatkanmu Tuan Putri". Ucap orang itu sambil menyentuh lembut wajah Liena Sue.


Sedangkan Di tempat Lain Rong Bai merasakan perasaanya yang tiba tiba merasa tidak enak, kemudian ia pun mengajak Mark untuk melihat Liena di kamarnya. Namun terhenti karena Yuri tiba tiba datang.


"Yang Mulia, Putri hamba memberikan Giok ini untuk di berikan kepada Yang Mulia. Dan hamba di perintahkan untuk mengambil herbal yang berada di halaman Yang Mulia". Ucap Yuri.


"Giok ini... Mark cepat ikuti aku". Ucap Rong Bai setelah menerima Giok hijau itu.


Giok itu sebenarnya adalah pemberian dari Rong Bai kepada Liena Sue, Dia pernah bilang jika Liena dalam bahaya maka dia harus menyuruh orang untuk mengantarkan Giok ini kepadanya.


Yuri yang tak tahu hanya terdiam mematung kemudian mengurungkan mengambil herbalnya dan mengikuti Rong Bai.