
Di dalam Mimpi Liena...
"Kau tidak boleh hidup lagi Li Na... Kau sudah mati dan harus mati!! Kau tidak boleh berengkarnasi lagi!!".
"Dewi Xiang, kau tidak bisa membunuhku lagi!!".
"Kenapa tidak? Aku adalah Seorang Dewi dan kau .... Hanyalah Manusia setengah Dewa yang begitu Rendahan!!". Teriak Dewi Xiang kemudian melesat mencekik leher Liena Sue.
Tak lama kemudian datanglah Dewa Bai menghempaskan tubuh Dewi Xiang.
"Lepaskan Li Na!!". Teriak Dewa Bai.
Dewi Xiang memuntahkan seteguk darah setelah terhempas cukup jauh.
"Kau!! kenapa kau selalu ikut campurr urusanku!!". Teriak Dewi Xiang.
"Karena kau melukai Istriku, dan aku suaminya jadi semua menjadi urusanku!".
"Ck, memang pasangan serasi. Yang satu Dewa Perang yang sudah tidak diinginkan dan yang satu seorang manusia Setengah Dewa". Ejek Dewi Xiang.
"Cukup!! Kau boleh menghinaku tetapi tidak dengan suamiku!!". Sangkal Li Na .
"Kenapa? Kau tidak terima hah!! Seharusnya aku yang tidak terima!! Jika bukan karena kau, Kai Yuwen pasti akan menikahi ku dan menjadikanku Dewi Agung. Semua karena Kau!!".Teriak Dewi Xiang ,
Dewi Xiang mulai menyerang kembali namun di halangi Dewa Bai . Namun Sang Dewi tidak menyerah ia menyerang dengan membabi buta hingga ia berhasil melukai Rong Bai.
Seakan tidak membiarkan lawan untuk bernafas, Dewi Xiang pun kembali menyerang mereka berdua.
Karena kurang berwaspada Rong Bai berhasil tertusuk pedang Dewi Xiang tepat di jantungnya hingga ia memuntahkan darah segar kemudian tumbang.
Li Na pun menangis histeris melihat suaminya meninggal di depannya, Tubuh Dewa Bai menguap kemudian menghilang bak debu tertiup angin.
....
"Tidakkk!!!". Teriak Liena Sue setelah terbangun dari tidurnya.
Rong Bai yang mendengar Liena Berteriak pun terbangun.
"Sayang, kau kenapa? ". Tanya Rong Bai.
Liena Sue menoleh kearah suara itu , melihat Rong Bai baik baik saja pun segera memeluknya dengan erat .
"Syukurlah kau baik baik saja Ah Rong". Ucap Liena Sue.
"Aku memang baik baik saja Na'er, apa kau bermimpi buruk?". Tanya Rong Bai dan diangguki oleh Liena Sue.
"Kemarilah, lebih dekat....".
Liena Sue pun mendekat kemudian Rong Bai merebahkan Liena di atas tangannya kemudian mereka kembali terlelap.
Namun sebelum memejamkan matanya Liena Sue memastikan kembali keadaan Rong Bai.
"Ah Rong, apakah kau benar benar baik baik saja?". Tanya Liena Sue.
"Aku Baik Sayang, coba kau ceritakan mimpi apa yang mengganggumu?".
Liena Sue pun menceritakan semua mimpinya kepada Rong Bai. Rong Bai merasa heran dengan mimpi Liena Sue, pasalnya mereka sudah lama tidak bertemu dengan Dewi Xiang namun Liena memimpikannya.
"Sudahlah Na'er, Tidurlah . Aku tidak akan membiarkan kau bermimpi buruk lagi".
"Baik Ah Rong.. Tolong jangan tinggalkan aku"
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Na'er".Ucap Rong Bai menenangkan.
Rong Bai pun mengusap puncak kepala Liena Sue agar sang istri cepat tertidur kembali, sedangkan ia masih terjaga dan masih memikirkan mimpi yang dialami Sang Istri.
...
Pagi hari pun telah tiba... Rombongan kini sudah siap untuk berangkat ke Negara Gu.
Liena Sue yang sudah di dandani kembali kini sudah berada di halaman depan Istana.
Tangis haru menyelimuti Istana Negara Ba, Liena Sue sebenarnya berat meninggalkan Keluarga yang sudah sedari kecil menemaninya.
"Pangeran Rong, ingat untuk melindungi putriku apapun yang terjadi. Atau aku sendiri yang akan mengambilnya sendiri" . Ucap Kaisar Sue.
"Baguslah kalau begitu, ku pegang kata katamu Nak ".
"Tentu Ayah". Jawab Rong Bai.
"Pengantin memasuki Kereta pengantin". Teriak Kasim.
Setelah Liena dan Rong Bai memasuki Kereta pengantin, Sorak gembira mengucapkan selamat pun di lantunkan setiap orang sehingga menambah meriah hari pengantin mereka.
"Adik ipar, jangan lupa untuk berkunjung". Teriak Ji Hua.
"Tentu, cepat berikan aku keponakan". Jawab Liena Sue sambil melambaikan tangannya kepada sang kakak Ipar.
Ji Hua terlihat malu tetapi bisa mengkondisikan suasana hatinya, namun Tidak dengan Bian Sue. Dia terlihat meneteskan air mata ketika melihat Sang adik kesayangannya telah menikah dan pergi dari rumah.
"Sudahlah, Adik kita sudah menikah tidak perlu di tangisi". Ucap Ji Hua menenangkan Bian Sue.
"Ya kau benar, Na'er ku sudah dewasa sekarang". Jawab Bian Sue.
....
Setelah Kereta Pengantin dan Rombongan keluar dari Negara Ba, Kai Yuwen pun juga ikut berpamitan untuk kembali menjalankan bisnis penginapannya yang sudah tersebar luas. Selain menjalankan Bisnis, dia juga mempunyai tujuan tertentu.
Di perjalanan Liena Sue terlihat tertidur pulas di pangkuan Sang Suami, Perjalanan masih begitu panjang membuatnya terlihat sangat lelah kemudian tertidur .
Hari mulai petang, mereka memutuskan untuk beristirahat dan membuat Tenda.
"Apa kita sudah sampai?". Tanya Liena Sue.
"Belum, hari ini kita beristirahat di sini dan membuat tenda. Apa kau lelah Sayang?". Tanya Rong Bai.
"Tidak, aku sudah tertidur di sepanjang jalan. Kalau begitu ayo kita turun melihat suasana". Jawab Liena Sue.
"Baik, pegang tanganku dan turun pelan pelan". Ucap Rong Bai sambil menggandeng tangan Liena Sue agar tidak terjatuh.
"Wahh indah sekali, ternyata kita berhenti Di dekat padang Rumput yang luas". Ucap Liena Sue sambil menghirup udara sebanyak banyaknya.
"Yahh , memang indah. Tetapi kita harus hati hati, terkadang di balik keindahan menyimpan Duri tersembunyi". Sahut Rong Bai.
"Kau Benar Ah Rong, kita juga jangan mengurangi kewaspadaan".
"Pintar sekali". Ucap Rong Bai sambil mencubit hidung Liena Sue.
"Yang Mulia, tenda sudah siap ". Ucap salah satu pelayan laki laki kepada Rong Bai dan Liena Sue..
"Baik, Kau boleh pergi". Jawab Rong Bai.
"Ah Rong , setelah berganti pakaian maukah kau menemaniku melihat padang Rumput itu?". Tanya Liena Sue.
"Tentu, tapi kau harus mengisi perutmu dulu Na'er".
"Ehm baik". Jawab Liena Sue.
Mereka berdua segera ke tenda untuk berganti pakaian dan makan beberapa camilan sebelum pergi berjalan jalan.
Setelah memakan beberapa camilan, mereka segera pergi menuju padang Rumput yang tak jauh dari tempat mereka berkemah.
"Udaranya segar sekali ..". Ucap Liena Sue.
"Yahh ini adalah udara ketenangan". Sahut Rong Bai .
"Liena, Rong Bai!!". Teriak Yu Yin yang tak jauh dari tempat Liena berdiri.
"Yinyin, kemarilah". Teriak Liena Sue.
Namun sebelum Yu Yin menghampiri Liena, Pangeran Silas terlebih dahulu mencegahnya.
"A Yin, apa kau mau mengganggu pengantin baru itu?". Bisik Silas.
"Ah Ya kau benar, bagaimana kalau kita berjalan jalan sendiri tetapi sedikit lebih jauh dari mereka". Jawab Yu Yin.
"Tentu".
"Ahh Liena, aku dan Silas akan pergi ke tempat lain. Kalian lanjutkan kencan kalian". Teriak Yu Yin kemudian menarik Silas menjauh dari mereka .