
Sebelumnya dari Pangeran Silas...
Saat perjalanan Kembali Ke Negara Gu, di tengah perjalanan Rombongan Kaisar Bai di hadang oleh beberapa Binatang Roh Serigala hitam ribuan tahun.
Mau tidak mau mereka turun dari sedan untuk menyingkirkan binatang itu .
"Banyak sekali Serigalanya, Siapkan posisi kalian". Perintah Kaisar Bai.
Kemudian para prajurit segera bersiap di posisi masing masing, sedangkan Silas tengah bergabung dengan Kaisar untuk bersiap melawan .
"Lindungi Yang Mulia!!". Teriak Jendral.
Peperangan antara manusia dan Serigala Hitam pun terjadi, pertumpahan darah tidak bisa dihindarkan.
Kaisar Bai mengeluarkan Cambuk saktinya untuk melawan Serigala serigala itu, sedangkan Silas mengeluarkan dua pedang ramping tetapi begitu tajam sehingga mempermudah menghabisi Serigala Hitam itu hanya dengan satu serangan.
Wang Feying yang masih berada di dalam Sedan kini tengah menyibak tirai untuk melihat suasana di luar, betapa terkejutnya dia saat melihat ratusan Serigala Hitam yang tengah menyerang Rombongan Mereka.
Wang Feying pun keluar dari Sedan dan mulai membantu Kaisar dan yang lainnya menjatuhkan Para Serigala Hitam itu dengan menggunakan pedang kesayangannya.
Banyak sekali Serigala yang telah mati dan para prajurit yang terluka cukup parah. Dengan sangat gesit Wang Feying menumpas para Serigala itu hingga tak tersisa.
Silas sempat terpana dengan gaya bertarung Wang Feying yang memperlihatkan wajah cantiknya di balik rambut hitam panjangnya. Dia pun kini bertekad untuk menjadikannya Selir tanpa penyesalan. Pengaruh dari Jendral Wang pun bisa membantunya mendukung menjadi Putra Mahkota nantinya.
Setelah selesai menghabisi Serigala Hitam itu, mereka pun segera berkumpul untuk menyembuhkan luka masing masing. Dan Kaisar pun memutuskan untuk memasangkan Tenda di tempat itu untuk beristirahat.
Akan tetapi sebelum mereka beristirahat terdengarlah suara Auman Serigala yang sangat mengerikan dan kemudian berlari menuju Ke Tempat Mereka.
"Sial, Itu Raja Serigala". Gumam Kaisar Bai yang kemudian sudah bersiap sengan Cambuknya lagi.
"Kalian yang terluka Ringan cepat bersiap, Musuh yang lebih besar telah datang. Sisanya bantu teman kalian yang terluka Parah". Perintah Kaisar Bai.
"Baik Yang Mulia".
"Kau Silas , ini Kesempatanmu untuk menaklukkan Serigala Hitam Ribuan Tahun itu. Ku lihat kau belum punya Binatang Kontrak".
"Baik Ayah, serahkan padaku". Pangeran Silas pun bersiap dengan mode tempur menunggu mangsa yang perlahan mendekat.
Suara gemuruh semakin mendekat, pohon pohon terlihat banyak yang tumbang karena dilewati oleh Serigala Hitam itu.
Burung burung berterbangan karena takut akan kedatangan Binatang Roh menakutkan itu.
Para Prajurit terlihat gemetar saat Serigala Hitam itu semakin mendekat, Kaisar juga tak kalah gugup dengan kaki sedikit melemas.
Disisi lain Wang Feying tengah berdiri di belakang Pangeran Silas dengan mengamati suasana di sekitarnya dan mulai tenggelam di dalam fikirannya sendiri.
"Seandainya aku belum mempunyai binatang Roh, aku akan mengontrak Serigala Hitam ini yang kekuatannya berkali kali lipat dari pada Burung hitamku". Gumam Wang Feying di dalam hati penuh penyesalan.
Wang Feying terperanjat kaget saat pangeran Silas menggenggam tangannya dengan lembut.
"Berdirilah di belakangku, jangan gegabah. Aku tidak ingin kau terluka, ingat kita belum menikah dan aku akan menikahimu". Ucap Pangeran Silas dengan wajah datarnya, walaupun begitu tersirat kekhawatiran di wajahnya.
Wang Feying merasakan kehangatan di hatinya saat melihat Pangeran Silas untuk tergerak melindunginya, dia mulai merasakan perasaan yang berbeda dengan sosok Pangeran yang menurut Rakyat adalah pangeran yang reputasinya tidak baik itu .
Tetapi kini Wang Feying melihat Sosok Silas sebagai Lelaki yang berbeda, sehingga ia pun berubah pikiran dan berniat mendukung Pangeran Silas.
"Kau juga hati hati, aku pasti akan menunggumu menikahiku". Ucap Wang Feying sambil tersenyum manis.
Mereka pun segera bersiap di posisi masing masing, tetapi Suara gemuruh itu tiba tiba menghilang sehingga membuat mereka heran dan bingung.
Tak selang berapa lama, terdengar suara dentuman cukup keras dari jejeran para Prajurit yang berada di kubu sebelah kiri.
"Sial, Dia lewat jalur tanah". Teriak Kaisar Bai.
"Leon, Jaga Nona muda Wang. Aku akan mengatasinya". Perintah Silas kepada Leon.
"Baik Yang Mulia, Mari Nona".
"Tolong lepaskan aku, aku akan membantu Yang Mulia Leon". Teriak Wang Feying memaksa melepaskan diri dari gendongan Leon.
"Tidak nona, ini terlalu berbahaya".
"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Yang Mulia".
"Anda tenang saja Nona, Pangeran Silas sudah mencapai tingkat Kultivasi lumayan tinggi".
"Tapi Leon...".
"Sudahlah Nona, kita tunggu saja di atas pohon besar ini".
Wang Feying pun akhirnya menyerah dan memilih diam dan memperhatikan pertarungan yang sudah di mulai.
Terlihat sosok Serigala Hitam yang dua kali lebih besar dari kuda telah berjibaku dengan para Prajurit di bawah sana.
Wang Feying terlihat menggigit jari saat melihat pertempuran mereka, dia begitu cemas dengan keadaan Pangeran Silas yang saat ini tidak baik baik saja. Pertempuran baru saja di mulai, tetapi Serigala Hitam itu berhasil memukul telak dada Pangeran Silas untuk yang ke tiga kalinya.
Kaisar Bai juga tengah kuwalahan dengan serangan Binatang Roh Ribuan tahun itu hingga satu kesempatan dirinya terpental jauh karena tangan besar Serigala Hitam itu.
Kaisar memuntahkan Seteguk darah kental dari mulutnya karena tubuhnya menghantam pohon besar di belakangnya. Sedangkan Pangeran Silas mengeluarkan berteguk teguk darah dan terlihat terkapar tidak berdaya.
Silas mengeluarkan pil penyembuh tingkat empat yang langka untuk menyembuhkan luka dalam dan beberapa tulang yang patah karena berkali kali di pukul telak oleh Serigala itu.
"Untung Ibu membelikan ku pil langka ini, jadi aku bisa cepat pulih". Gumam Silas yang kemudian meminum pil tersebut, tak lama kemudian Silas pun berangsur angsur membaik.
Setelah benar benar membaik, ia pun segera menyerang kembali Serigala Hitam itu . Kali ini ia berhasil melompat ke atas punggung Serigala.
"Ini kesempatanku untuk mengontrak Serigala ini". Gumam pangeran Silas yang kemudian meneteskan darahnya tepat di dahi Serigala Hitam itu, tak lama kemudian Serigala Hitam yang tadinya begitu agresif tiba tiba menjadi lunak dan mengecil seperti anak anjing yang lucu.
"Akhirnya kau bisa mengontrak Binatang Roh tingkat tinggi ini Silas". Ucap Kaisar Bai sambil menepuk pundak Pangeran kedua itu.
"Ayah, minumlah pil ini. Nanti kau akan lebih membaik,". Pangeran Silas menyodorkan Pil penyembuh tingkat empat kepada Sang Ayah.
"Terimakasih".
"Dan Kau, berikan pil penyembuh ini kepada rekan kalian ". Ucap Silas kepada Prajurit di dekatnya.
"Baik Yang Mulia".
Setelah pertarungan selesai Wang Feying pun turun dari pohon bersama Leon, Naasnya saat Wang Feying berhasil turun dia tak sengaja menginjak Ular beracun yang kemudian sepontan menggigitnya.
Leon terperanjat kaget langsung membabat kepala ular itu hingga terpisah dengan badannya.
" Yang Mulia Nona Muda Wang terkena gigitan Ular beracun". Ucap Leon sambil menggendong Wang Feying.
"Letakkan di sini, dan bantu aku meminumkan Pil penyembuh ini". Perintah Silas.
"Baik".
Pangeran Silas pun perlahan meminumkan Pil tingkat empat yang sudah di hancurkan , setelah pil tersebut berhasil masuk ke tubuh Wang Feying berangsur angsur membaik.
Perlahan ia membuka matanya yang sedikit berat, belum sempat membuka mata tiba tiba ...
Jlebbb...
Anak panah berhasil mengenai kepala Wang Feying, sehingga dia mati seketika di pangkuan Pangeran Silas.
"Siapa Yamg berani membunuh Calon permaisuriku". Ucap Silas dengan aura membunuh yang tinggi.
Muncullah sekelompok orang berbaju hitam mengepung kembali mereka yang tengah beristirahat.
"Lagi.. astaga...baru saja beristirahat". Gumam salah satu prajurit .