
Hari di mana Pemberontakan Dewa Xiang pun telah tiba... Pasukan Langit sudah berjajar di empat penjuru dengan Dewa Perang yang kuat di setiap pasukan.
Kaisar Yuwen dan Para Pangeran Langit pun ikut berjajar di atas benteng Barak menunggu musuh datang beberapa jam lagi .
"Ayah, Apa kau tidak apa apa ikut berperang dengan kami?". Tanya Kai Yuwen.
"Aku baik baik saja, Kau tenang saja. Dewa Xiang adalah teman baikku tak kusangka ia akan mengkhianati ku seperti ini". Jawab Kaisar Yuwen.
"Kadang orang yang kita percayai malah menjadi Duri tak terlihat untuk kita sendiri Ayah".
"Kau benar, Aku harus mengikhlaskan Persahabatan Ribuan tahunku dengannya".
Kaisar Yuwen kali ini menggunakan persiapan yang cukup matang, Ia pun memasangi mantra Dewa setiap Baju Besi setiap Prajurit sehingga terhindar dari serangan Fatal dari musuh.
Arai Pelindung yang berlapis lapis kini juga sudah di siapkan, Serta Persenjataan dengan Senjata Ilahi untuk para Prajurit dan Para Dewa yang ikut berperang.
"Pasukan Musuh sudah terlihat!!". Teriak dari salah satu prajurit yang bertugas meneropong arah dari pasukan Musuh.
"Kalian semua bersiap!! Tamu kita telah datang". Teriak Kai Yuwen.
"Ternyata mereka memainkan kita yang awalnya akan menyerang malam hari kini berubah , Untung saja Li Na memberitahu kita sebelumnya jadi semua persiapan pun telah dilakukan". Ucap Kaisar Yuwen.
Semua Pasukan langit telah siap siaga menunggu musuh yang kurang lebih hanya berjarak tiga mill.
Tak hanya Prajurit langit saja , Binatang Roh tingkat tinggi pun ikut serta dalam perang kali ini. Kaisar Yuwen benar benar menyiapkan dengan matang karena ia masih merasa bersalah dengan perang di masa lalu yang memakan banyak sekali Korban Jiwa.
Tak Lama kemudian Pasukan musuh pun tiba dan berhenti sekitar satu mill dari tempat Pasukan para Dewa.
Pasukan yang di dominasi berwarna Hitam dengan tunggangan Binatang Iblis Tingkat tinggi dengan wajah yang sangat menyeramkan seperti haus akan darah membuat suasana terlihat mencekam di pihak musuh.
"Ternyata mereka sudah mengetahui kedatangan kita". Ucap Dewa Xiang kepada Raja Iblis.
"Bukan masalah, Bukankah lebih seru jika mereka sudah siap dengan semuanya jadi kemenangan kita tidak akan terlalu mudah". Jawab Raja Iblis.
"Yah Kau benar, Sepertinya aku tahu siapa yang membocorkan rencana kita. Ck ternyata dia di Pihak mereka dan bodohnya aku terang terangan memberitahu sebagian rencana kita". UCap Dewa Xiang.
"Tidak perlu menyesalinya, Kita punya rencana Lain bukan. Lihatlah orang dalam kita sudah memberi tahu semuanya ". ucap Raja Iblis di penuhi aura hitam pekat.
"Ayah, Apa kau yakin akan melawan Ayah mertuaku?". Tanya Dewi Xiang Lily
"Jangan pikirkan itu lagi, Jika Ayahmu menjadi Kaisar Langit kau bisa memilih Suami sesukamu". Jawab Dewa Xiang.
Xiang Lily pun mendengus kesal terhadap ayahnya. Xiang Lian pun melihat adiknya menggerutu pun menghampirinya.
"Sudahlah, Ikuti kata Ayah kita jika kau menginginkan Dewa Kai itu". Ucap Xiang Lian sang kakak.
"Huhh menyebalkan. Tapi kita tidak mendapatkan Payung Sembilan putaran kak, Apa mungkin kita bisa menang?". Tanya Xiang Lily.
"Lily, Kau tenang saja Raja Iblis mempunyai banyak pasukan dan senjata Rahasia jadi kau harus percaya pada kemampuan pasukan kita". Jawab. Xiang Lian.
"Baiklah, Aku akan mendukung kalian apapun terjadi".
"Kakak tenang saja, Aku bisa menjaga diri". Jawab Xiang Lily dengan bangganya.
Tak lama Dewa Yuwen selaku Kaisar Langit pun datang menghampiri mereka di dampingi Kai Yuwen yang sudah berpakaian perang lengkap dengan mengendarai kuda pegasus.
"Lama tidak bertemu Xiang Bo". Ucap Kaisar Yuwen..
"Ya cukup lama, kukira kau lupa dengan teman lamamu ini". ucap Dewa Xiang sambil tersenyum miring.
"Dewa Kaii... lama tidak bertemu". Ucap Xiang Lily yang berusaha mendekati Kai Yuwen namun di cegah sang kakak Xiang Lian.
"Ingat kita ini musuh Lily, Kau ini jangan ceroboh ". Bisik Xiang Lian sambil sedikit mencengkeram lengan adiknya.
"Iya iya maaf, Aku lupa. Sakit kak tolong lepasin".
"Maaf, Kau tetap di sini jangan ganggu mereka".
"Iya iya". Ucap Xiang Lily sambil menggerutu .
Terlihat tatapan sangat sengit antara Dewa Xiang dan Kaisar Yuwen, Yang satu tatapan penuh dengan kesombongan dan yang satunya tatapan penuh kebencian dan kekecewaan dengan teman lamanya.
"Nikmatilah hidupmu beberapa jam lagi Yuwen, Setelah itu aku sendiri yang akan merenggut nyawamu". Ucap Dewa Xiang dengan sombongnya.
"Benarkah? Kita lihat saja nanti Siapa yang akan mati di bawah tanah Alam Dewa ini".
"Kau masih saja Sombong Kaisar, Lihatlah wajah Tuamu itu. Aku saja tidak sanggup melihat betapa kasihan nya kau di kianati sahabatmu sendiri. Hahahh lihatlah apa kau masih bisa sesombong ini setelah perang terakhir kali". Sahut Raja Iblis dan diikuti kekehan Dewa Xiang dan yang lainnya .
Namun Kaisar Yuwen kini tampak tenang dan tidak terprovokasi sama sekali dengan ucapan mereka, Ia pun kembali terbang dengan pegasusnya diikuti Kai Yuwen sambil berpesan.
"Aku tunggu kau mengacungkan pedang padaku Xiang Bo". Ucap Kaisar Yuwen kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Nyalakan Terompet perangnya". Perintah Kai Yuwen .
Terompet perang di tiupkan , Para Dewa Perang pun segera mengerahkan pasukannya begitupun pasukan musuh yang juga siap menyerang.
Perang antara Dewa dan pasukan Iblis pun tak terelakkan, kali ini Pasukan dari Para Dewa tidak semuanya maju melainkan menggunakan Taktik bergantian agar pasukan tidak mudah lelah.
Pasukan yang tidak ikut menyerang mereka berada dalam Lingkaran Formasi untuk menunggu Giliran mereka.
Para Dewa Perang dan pasukannya kini menyerang membabi buta dari para iblis dan binatangnya mereka tak pandang bulu. Pihak Dewa belum mengeluarkan Binatang Roh mereka karena perintah kaisar ,Walaupun begitu Mereka lebih unggul di banding pihak musuh.
"Sial, mereka hanya mengeluarkan sebagian pasukan namun kenapa mereka masih unggul seperti ini?". Ucap Dewa Xiang yang mulai khawatir.
"Janganlah khawatir seperti itu, Kau lupa dengan Pasukan besarku yang juga belum menyerang mereka. Mungkin kali ini kita kalah namun, Ketika Pasukan Besarku datang mereka akan seperti daging cincang nantinya". Sahut Raja Iblis.
"Baiklah aku percaya padamu".
Pasukan dari Dewa Xiang seperti tidak ada habisnya, Walaupun Pihak Kaisar Yuwen unggul dalam perang namun semakin banyak yang terbunuh maka semakin banyak pula pasukan yang datang.
Namun karena Kaisar Yuwen sudah mengetahui tehnik ini jadi Semua pasukan tidak ada yang gentar sedikitpun, Mereka tetap maju dengan penuh kekuatan. Pasukan yang berada di Barak pun tak henti hentinya melempari panah dan meriam untuk membantu pasukan yang berada di bawah sana.