Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Ledakan


Liena Sue dan Yu Yin bergegas menghampiri mereka yang terluka, Mereka berdua membantu memapah yang terluka termasuk Rong Bai menuju ke dalam Formasi pelindung sebelum Heian menyadarinya.


"Hahahah Lihatlah kalian begitu mudah di kalahkan seperti debu". Suara Heian menggema terdengar menakutkan.


"Ck Sombong sekali, Rubah jelek". Ejek Yu Yin sembari menjulurkan lidahnya .


"Hei Gadis, lebih baik kau berdua menyerah saja dan kita lanjutkan pernikahan. Aku janji kalian akan menjadi Permaisuri dan Selir berkedudukan tinggi". Sahut Heian.


"Cihh.. lebih baik aku tidak menikah sama sekali daripada harus menikah denganmu". Ucap Yu Yin.


"Kau benar, Rubah Jelek yang menjijikkan". Timpal Liena Sue.


Heian terlihat semakin geram karena dia begitu di rendahkan di depan dua orang gadis.


"Kalau begitu jangan salahkan aku jika aku mencabik cabik daging halus kalian". Ucap Heian dengan geramnya.


"heh, Omong kosong.. Kalau begitu mari kita mulai Rubah Jelek". Teriak Yu Yin yang sudah siap pedang di tangannya begitu juga Liena Sue.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan Nona". Sahut Heian.


Mereka pun melesat dengan kecepatan tinggi dengan pedang yang di acungkan ke depan. Liena Sue dan Yu Yin menargetkan ekornya untuk lebih mudah mengalahkannya.


Seett...


Dua ekor terpotong dan jatuh ke tanah sehingga membuat Heian mengerang kesakitan.


Mereka berdua kembali menyerang lagi pada bagian ekor, karena Baihu tadi menunjukkan ekor tersebut akan kembali tumbuh dalam lima belas menit. Jadi mereka harus memanfaatkan waktu lima belas menit untuk memotong delapan ekornya.


Tiga kali serangan yang di lakukan Liena Sue dan Yu Yin berhasil memotong enam ekor, walaupun terengah engah mereka harus menghabisi Dua ekor tersisa.


Heian yang ekornya di potong perlahan kekuatannya berkurang, ia pun tahu jika dua wanita di depannya mengetahui kelemahannya sehingga ia memicu Formasi penghalang darah dengan kekuatan terakhirnya yang ia buat , sehingga membuat tanah bergetar hebat .


"Liena apa yang terjadi?". Tanya Yu Yin.


"Gawat dia memicu Formasinya, Yu Yin apa kau siap dengan Konsekuensinya?".


"Aku siap, apapun yang terjadi". Jawab Yu Yin yakin.


Berbeda dengan dua gadis yang tengah terengah engah dalam pertarungan, di dalam Formasi penghalang Gong Fai , para lelaki begitu cemas saat merasakan Penghalang yang bergetar tanda waktu mereka akan habis.


"Liena , Yu Yin.. Kalian jangan memaksakan diri.. cepat masuk kemari agar lebih aman".. Teriak Liu Zhang.


"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan kami, Kami tahu apa yang akan kami lakukan. Kalian jangan ada yang keluar dari penghalang". Teriak Yu Yin.


"Tidak Yinyin.... Kau tidak bisa terlalu Gegabah seperti itu". Sangkal Silas.


"Benar, kalian berdua jangan gegabah, Liena Kumohon kembalilah bersama Yu Yin". Teriak Rong Bai kali ini.


"Aku sudah tahu apa yang akan kami lakukan, percayalah. Jika terjadi sesuatu, kalian harus tetap hidup".Ucap Liena Tanpa menoleh.


Tanpa mendengarkan ocehan para laki laki itu mereka berdua berpegangan tangan kemudian melesat menyerang kedua Ekor tersisa.


"Berapa waktunya?".Teriak Yu Yin.


"Lima menit ".


"Baiklah kita selesaikan dalam lima menit".


Sett.... Dua ekor terpotong lagi..


Tetapi mereka berdua tidak tinggal dial, mereka melesat menuju Rubah Hitam itu lagi untuk bersama sama memenggal kepalanya.


"Tidak....Jangannn!!". Teriak Rong Bai dan Silas hampir bersamaan.


"YinYin, bersiaplah.. Tiga .. Dua... Satu...".


Seett.... Duar....


Tetapi Rong Bai dan Silas sama sama merasakan lututnya seperti tak bertulang sehingga mereka terjatuh , untung saja bawahan mereka dengan sigap menangkapnya.


"Yang Mulia, Janganlah terlalu bersedih. Percayalah yang Mulia Putri pasti akan Selamat". Ucap Yuri menenangkan.


"Bagaimana aku harus tenang?? Kalian lihat sendiri mereka berdua tak sempat lari dari ledakan?". Ucap Rong Bai yang tak bisa menahan tangisnya.


Semua pun terdiam tidak berani menjawab Rong Bai, Setelah kepulan asap menghilang kini hanya terlihat mayat Rubah hitam tanpa ekor maupun kepala. Sedangkan mayat ataupun tanda dariPangeran Silas Liena Sue dan Yu Yin tidak ada sama sekali.


Formasi pelindung dari Gong Fai pun menghilang, mereka semua berpencar mencari Liena dan Yu Yin hidup maupun mati.


Pencarian dilakukan hingga petang, para prajurit dan warga sekitar serta para menteri pun juga ikut turun tangan mencari maupun membantu membersihkan Puing puing Istana yang roboh karena ledakan .


Di dekat Pohon besar samping Istana terlihat Rong Bai terduduk dengan Silas dan Liu Zhang di sampingnya, mereka merasa lelah dan cemas.


"Kemana kedua gadis itu?". Ucap Liu Zhang tetapi tidak di tanggapi oleh Silas dan Rong Bai.


"Kenapa kalian diam saja?". Tanya Liu Zhang lagi akan tetapi tidak ada respon lagi, hingga Gong Fai pun menghampiri mereka bertiga.


"Hari sudah malam, sebaiknya kalian beristirahat. Aku akan memerintahkan bawahan ku melanjutkan pencarian, Para Pelayan sudah menyiapkan Kediaman di dekat Istanaku jadi kalian bisa dengan mudah mencariku nanti". Ucap Gong Fai.


"Bain, kami akan istirahat. Terimakasih Yang Mulia". Jawab Rong Bai di angguki oleh Silas dan Liu Zhang.


Mereka bertiga pun segera pergi meninggalkan Kaisar Siluman sendirian di tempat kejadian.


"Yang Mulia". Sapa Sosok siluman Harimau dari belakang Kaisar Gong Fai.


" Kau selidiki lagi kedua gadis itu, jika ada petunjuk katakan padaku secepatnya".


"Baik Yang Mulia" Ucap siluman itu , kemudian ia pun pergi meninggalkan Kaisar sendiri.


Sudah satu minggu di Dunia Siluman, tetapi belum ada petunjuk dari Liena Sue ataupun Yu Yin. Rong Bai semakin gelisah, apakah ia akan memberitahu kejadian ini kepada Bian Sue atau tidak dia kelihatan bimbang.


"Sudah satu minggu, Aku belum juga menemukanmu Na'er". Gumam Rong Bai sambil mendongak melihat langit gelap tanpa bintang satupun.


Tak lama kemudian Bawahan Kaisar Gong Fai datang menyampaikan pesan kepada Rong Bai yang berada di luar kediamannya .


"Maaf Tuan muda, Yang Mulia Kaisar ingin bertemu dengan anda di kamarnya".


"Tunjukkan jalan". Jawab Rong Bai.


Setelah sampai di depan kamar Gong Fai, Rong Bai pun segera memasuki kamar setelah di bukakan pintunya oleh pelayan.


"Ada apa?". Tanya Rong Bai dingin.


"Duduklah, Aku mempunyai petunjuk baru". Jawab Kaisar Gong Fai .


Rong Bai pun ikut duduk di kursi seberang Gong Fai .


"Katakan". Singkat Rong Bai.


"Aku menemukan Giok ini di lokasi kejadian, apa kau mengenalinya?". Tanya Gong Fai sambil memberikan gantungan Giok berwarna Putih kepada Rong Bai.


Rong Bai menerimanya kemudian mengamati gantungan giok tersebut, setelah ia memperhatikan ada sesuatu yang aneh di dalam batu giok itu.


Ia memperhatikan dengan seksama dengan mendekatkan batu giok tersebut lebih dekat. Kemudian Rong Bai pun terkejut ketika ia menemukan gambar wajah Liena Sue dan Yu Yin yang tengah penuh dengan Luka di Batu Giok itu.


"Ini....".


"Ada Apa Tuan Rong?". Tanya Kaisar.


"Coba perhatikan, seperti ada Dunia Lain di Giok Putih ini". Jawab Rong Bai, kemudian Kaisar meminta Giok itu lagi dan mendekatkan ke depan wajahnya seperti Rong Bai tadi.


Dan benar, ia pun menemukan Hal yang sama dengan apa Yang Dikatakan Rong Bai.