Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Pembunuh yang menyusup


Dua hari telah berlalu, acara Ulang tahun akan segera di laksanakan malam harinya. Para pelayan tengah sibuk menyiapkan berbagai macam makanan dan persiapan untuk acara puncak.


Siang hari adalah acara di taman bunga, Para Tamu undangan tengah berjajar rapi di meja yang tengah di sediakan di dekat lapangan samping taman bunga.


Kini tinggal menunggu Para Pangeran dan Putri Sue yang belum datang di halaman itu.


Terlihat Pangeran Silas tengah mencari cari sosok Liena Sue yang beberapa hari ini muncul di dalam mimpinya.


Begitupun Zhao Wei yang juga tengah menunggu sosok yang sama. Sedangkan Rong Bai pun terlihat lebih santai dibandingkan dua orang tersebut.


Kasim Istana kini mengumumkan kedatangan Para Pangeran dan Putri Negara Ba yang tengah berjajar rapi menurut tingkatan mereka di istana.


Di depan terlihat Putra Mahkota Bian Sue yang terlihat sangat gagah dengan menggunakan Jubah kebangsaan dengan warna putih bermotif batik khas Negara Ba di setiap jengkal pakaiannya.


Di belakangnya terlihat Putri Liena Sue yang menggunakan pakaian senada dengan sang kakak, hanya saja motifnya bunga bunga disertai batik Khas negara Ba. Ditambah dengan sanggulan cukup rumit di padukan dengan jepit Phoenix dengan Giok berwarna Hijau terang.


Di Belakang Liena adalah Pangeran Shilin Sue, diikuti Putri Jili Sue sang adik. Dan di belakangnya adalah Putri Kaili Sue diikuti san adik Pangeran Yuwen Sue yang masih berusia Sembilan tahun.


Para Pangeran Dan Putri sengaja menggunakan pakaian sewarna dengan motif berbeda, untuk menandakan keharmonisan keluarga mereka yang memang terkenal dengan keharmonisan tanpa ada perebutan tahta sejak turun temurun.


Mereka pun duduk di meja yang tengah di sediakan, Para tamu undangan banyak yang terkagum kagum dengan keindahan Negara Ba tersebut terutama Pangeran Sikas dan Pangeran Zhao Wei yang tidak berkedip saat melihat keagungan Putri Liena.


Rong Bai terlihat sangat tidak menyukai saat kedua orang itu tengah memandangi wanitanya (menurutnya), jadi Rong Bai hanya bisa menahannya karena tidak mau mengambil resiko.


Kaisar yang tengah duduk di singgasananya kini tersenyum lembut kepada para tamu terutama para anak anaknya yang terlihat Rupawan.


"Karena semua sudah berkumpul mari kita mulai menikmati hari yang cerah ini, dan jika ada keindahan bakat kalian bisa menampilkannya di depan". Ucap Kaisar Sue.


Semua orang tengah antusias , ada yang tengah berbisik tentang apa yang akan mereka tampilkan tetapi ada juga yang acuh tak acuh karena memang tidak ingin tampil.


Para pelayan kini tengah berjajar dan bersiap untuk mengeluarkan camilan dan teh hangat Khas Negara Ba.


Terlihat hanya ada tiga kandidat yang ingin tampil di depan Kaisar, yang lainnya sengaja tidak tampil karena mereka ingin tampil memukau di acara malam harinya.


Mereka adalah Putri Shing Lue dari Negara Luo, Putri Mei Wei dari negara Sheng dan Putri Perdana Mentri Zhi Jiali.


"Kakak, apa kau tertarik di antara ketiga gadis itu?". Tanya Liena Sue menggoda sang kakak.


"Ssttt diamlah, tidak ada yang menarik". Jawab Bian Sue yang Acuh.


"Huh, dasar kayu. Jangan jangan kau tidak Normal Kak ,, kikikiki". Ucap Liena Sambil terkikik.


"Lienaa... Awas kau ya".


Liena Sue pun tertawa diikuti Adik keempat Jili Sue yang juga senang sekali menggoda Putra Mahkota.


Dibalik kedekatan mereka, terlihat dari meja Pangeran Silas yang sedari tadi mengamati keakraban mereka atau tepatnya Liena Sue.


"Lebih baik kau jaga matamu Silas". Terlihat Rong Bai yang semakin tidak suka dengan Silas yang sedari tadi memperhatikan Liena Sue.


"Ck, menyebalkan.. ". Gumam Silas yang masih bisa terdengar oleh Rong Bai.


"Siapa disana?, mungkin ini kesempatanku untuk menjadi pahlawan". Gumam Pangeran Silas dari dalam hati .


Tak hanya Silas saja yang menyadarinya, Rong Bai pun juga menyadari kejanggalan yang berada di balik pohon. Rong Bai mencoba memberi Isyarat kepada Liena yang kini juga tengah memandangnya.


Liena Sue yang paham akan isyarat Rong Bai , segera memberitahukannya dengan sang kakak Bian Sue.


"Kakak, ada seseorang mencurigakan berada di balik pohon besar itu. Kita harus melakukan sesuatu". Bisik Liena agar tidak terdengar orang lain karena bisa menimbulkan kepanikan.


"Apa kau yakin Na'er?". Tanya Bian Sue.


"Kau bisa memastikannya kak, Rong Bai memberiku isyarat. Sudah di pastikan targetnya adalah salah satu di antara kita,". Jawab Liena Sue.


"Baiklah, aku percaya padamu. Kalau begitu pasti orang yang menyuruhnya adalah salah satu dari tamu undangan. Kita seharusnya ikut dalam bersandiwara, bagaimana menurutmu Na'er?". Tanya Bian Sue.


" Aku setuju, kakak biarkan Yuri memantaunya dan mencari bala bantuan untuk bersandiwara". Bisik Liena Sue .


"Lakukan bagainmu Na'er". Jawab Bian Sue .


"Yuri kemarilah". Panggil Liena.


"Iya nona, ada apa?".


Liena Sue pun membisikkan rencananya untuk menjebak orang di balik pohon tersebut. Hanya pelayan Liena dan Putra Mahkota yang di latih Kultivasi , jadi selain pelayan mereka juga sebagai pengawal pribadi . Walaupun mereka pelayan , mereka sudah berada di Tahap Roh Langit spiritual tingkat puncak yang hampir menyamai Para Bangsawan di berbagai negara .


Yuri segera memanggil temannya yang sesama pelayan dan beberapa pengawal untuk bersiap. Setelah selesai berdiskusi, mereka segera mengambil posisi masing masing.


Dan benar, orang yang berada di balik pohon besar itu tiba tiba meluncurkan anak panah yang akan di arahkan kepada Kaisar Sue. Untung saja Liena Sue sudah siap dengan semuanya, ia segera melesat ke depan kaisar dan menangkap anak panah itu dengan tangannya yang sudah di lapisi anti racun karena kemungkinan anak panah itu beracun.


"Lindungi Kaisar, Lindungi para tamu undangan". Teriak Kasim.


Acara siang ini sedikit kacau karena adanya pembunuh yang menyusup di dalam Istana.


Pembunuh yang lain memanfaatkan kelengahan dan kepanikan mereka, jadi dia segera melesat ke arah Kaisar Sue untuk menikamnya dengan pisau kecil dari balik lengan jubahnya.


Kali ini Rong Bai yang menghalangi niat pembunuh itu dengan memukul telak pada dada pembunuh.


"Penjaga, tangkap orang itu dan bawa ke hadapanku!!". Perintah Kaosar Sue.


Pangeran Silas yang akan ikut andil menjadi pahlawan untuk mengambil hati Kaisar Sue kini gagal karena di hadang para prajurit yang tengah mengelilingi mereka.


Dari arah lain, kekuarlah sekitar Lima orang yang sama berbaju hitam dengan cadar menyerang Kaisar bersamaan. Karena Kaisar Sue yang sudah paham situasi segera menangkis serangan mereka yang ternyata tidak ada apa apanya .


"Hanya Kultivator di Tahap Roh Bumi puncak". Gumam Kaisar.


Para pembunuh yang terus bertambah membuat penjagaan di perketat, Liena Sue dan Bian Sue saling bahu membahu melawan Pembunuh itu. Rong Bai pun tak kalah dengan mereka berdua hanya saja Zhao Wei kini juga ikut andil dalam menyelesaikan pembunuh tersebut.


Hingga akhirnya mereka semua di lumpuhkan. Para Prajurit mengikat mereka dan menjajarkannya di depan Kaisar , dan satu persatu cadar mereka di buka.