Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Peperangan 3


,Pasukan Musuh kini semakin menjadi, Apa lagi di dukung oleh langit yang semakin menggelap karena kegelapan yang di sebabkan aura Jahat dari Bangsa Iblis.


Kai Yuwen lama kelamaan pun terlihat kelelahan dan Arai yang ia gunakan pun tiba tiba retak dan membuat Raja Iblis tersenyum miring.


Krakk.. Krakkkk...


Arai pun pecah, Kemudian Raja Iblis dengan cepatnya menusukkan ujung trisula tepat di perut Kai Yuwen sehingga membuat Kaisar Yuwen dan Dewi Xiang Lily menjerit.


"Dewa Kai". Teriak Lily yang kemudian menghampiri Kai Yuwen yang akan jatuh ke tanah.


"Hahahhah, Aku berhasil... Setelah ini kalian para Dewa akan membayar semuanya, Membayar atas kematian Orang orang terdekatku". Teriak Raja Iblis.


"Kenapa?? Kenapa Kau melawan Raja Iblis itu Dewa Kai". Tanya Lily sambil menangis memeluk Kai Yuwen.


"Bu.. Bukan Urusanmu!! Bukankah seharusnya kau senang karena bisa memberontak dan mengambil alih Alam Dewa". Jawab Kai Yuwen lemah.


"Tidak Dewa, Aku hanya ingin kau bukan seperti ini".


"hahaha, Pembohong.. Kau dan ayahmu sama.. Sama sama pembohong dan Pengkianat". Ucap Kai Yuwen.


"Maaf, Maaf Dewa Kai". Jawab Lily tertunduk lesu sambil masih menangis.


Tiba Tiba Raja Iblis kembali memberikan Serangan dan akan menikam kembali Kai Yuwen, Namun sebelum sampai Xiang Lily menghadangnya sehingga Trisula hitam itu menusuk hingga menembus punggung Xiang Lily.


"Kau!!!".Teriak Raja Iblis.


"Dewa Kai, Hiduplah dengan tenang hanya ini yang bisa ku korbankan untukku. Sebelumnya aku minta maaf". Ucap Xiang Lily sebelum menghilang seperti debu .


"Lily!!". Teriak Dewa Xiang dan Sang kakak Xiang Lian.


Mereka berdua ingin menghampiri Xiang Lily , Namun terlambat karena Tubuh Xiang Lily tiba tiba melebur menjadi abu dengan wajah tersenyum kepada Kai Yuwen.


Kai Yuwen pun ikut sedih dengan kepergian Dewi Xiang Lily, Ia hanya mengucapkan Terimakasih dengan Lirih. Ia merasa bersalah namun apa daya sudah terlambat.


"Kenapa Kau membunuh Putriku Raja Iblis??!!". Tanya Xiang Bo kepada Raja Iblis.


"Ck salah sendiri, dia berharap menjadi pahlawan jadi jangan salahkan aku".


"Kau!!". Ucap Dewa Xiang Geram.


"Kau sama sama mengusahkanku Dewa Bodoh".


jlebbb.....


Tiba tiba Raja Iblis menusuk punggung Dewa Xiang dengan Trisula hitamnya . Xiang Lian yang kaget pun langsung menangkap tubuh Dewa Xiang.


"Ka... Kau... Kenapa kau mengkhianatiku?". Tanya Dewa Xiang .


"Kau hanya menjadi alatku untuk merebut kekuasaan, Dasar Bodoh aku tidak pernah mau menjadi bawahan bodohmu. Aku sendiri yang akan merebut Tahta itu bukan Dewa Bodoh sepertimu". Ucap Raja Iblis sambil tertawa keras.


Xiang Lian terlihat marah dan mengepalkan tangannya , Namun di tahan oleh Kai Yuwen.


"Kau bukan lawannya". Ucap Kai Yuwen.


"Kenapa Kau menghentikan ku, Padahal keluargaku sudah berkhianat . Bukankah jika semua keluarga Xiang mati maka tidak perlu menghukum lagi kan".


"Uhug uhug... Karena aku tahu sebenarnya hatimu tidak ingin, semua ini hanya semata karena ambisi Ayahmu". Jawab Kai Yuwen sambil terbatuk- batuk memegangi lukanya yang terus mengeluarkan darah sehingga membuat wajahnya terlihat pucat.


"Ck sandiwara yang membosankan, Lebih baik aku membunuh kalian berdua saja!!". Teriak Raja Iblis bersiap dengan trisula di tangannya.


Tiba tiba angin kencang menghempaskan Raja Iblis dan beberapa Prajuritnya hingga terpental puluhan meter jauhnya .


"Berani kau menyentuh Kakakku, Aku akan membunuhmu". Ucap Seorang gadis yang tengah menunggangi Rubah Putih berekor sembilan.


"Adik, Kau datang". Ucap Kai Yuwen lirih.


"Tentu saja aku datang, Aku tidak ingin menjadi Budak Iblis jadi aku harus membantu Para Dewa. Kakak Lihatlah di atas sana, bala bantuan telah datang membantumu dan pasukan". Ucap Liena Sue


Kai Yuwen dan Xiang Lian pun mendongak ke atas langit , dan benar adanya Ratusan Prajurit yang di pimpin langsung oleh Rong Bai kini tengah menunggangi Burung Elang putih besar. Dengan gagahnya mereka menggunakan pedang , Tombak bahkan Busur panah untuk berperang.


Beberapa Dewa terlihat terkejut, Pasalnya hanya Dewa Perang Bai yang mempunyai Pasukan Elit seperti itu. Mereka memicingkan matanya untuk melihat siapa seorang yang memimpin Pasukan Dewa Elith di atas sana.


"Bukankah itu Pasukan Dewa Perang Bai Rong?". Tanya Xiang Lian.


"Benar, dia kembali.. Maksudku mereka kembali". Jawab Kai Yuwen.


"Mereka? Mereka siapa?".


"Kau akan tahu nanti, Sekarang apakah kau mau membantu kami atau tetap melawan kami?". Tanya Kai Yuwen kepada Xiang Lian.


Awalnya ia ragu dan tampak berfikir sejenak hingga akhirnya memutuskan untuk membantu Kai Yuwen.


"Aku akan memihak mu, Semua ini untuk membayar semua kesalahan keluarga Xiang". Jawab Xiang Lian Dengan yakin.


"Bagus".


"Ehh tinggi, Kakak minumlah ini. Ini adalah pil penyembuh tingkat satu yang aku buat di Akademi hanya ada satu jadi kuberikan saja padamu". Ucap Liena Sue sambil memberikan kotak berisi satu pil penyembuh tingkat satu.


"Ambilah, kau akan membutuhkan". Ucap Kai Yuwen menolak.


"Tidakk, kau harus meminumnya titik. Ingat aku kebal terhadap semua racun, Jika kau tidak meminumnya kau mau menjadi mayat hidup seperti mereka".


"Baiklah baiklah, Terimakasih adik". Ucap Kai Yuwen terharu.


"Cepat makanlah, Oh Ya dan kau apa kau tidak apa? Maksudku kenapa kau tidak terkena Serangga beracun itu?". Tanya Liena Sue.


"Itu karena aku sudah meminum penawar lebih dulu, Oh ya. Kita harus membunuh Iblis berbadan besar itu, Dialah yang mengendalikan Serangga beracun. Dan ingat Nona aku juga seorang Dewa, Namaku Xiang Lian". Ucap Dewa Xiang.


"Xiang Lian? Eee... kau berati...".


"Sudah jangan bertengkar dulu adik, Dia di pihak kita". Sahut Kai Yuwen dengan cepat memecah kesalah pahaman Liena Sue.


Liena Sue pun segera mulai bertarung tanpa menghiraukan Kai Yuwen dan Xiang Lian, Dia merasa bingung, Bukankah Keluarga Xiang yang memberontak namun kenapa Xiang Lian tidak. Liena pun lebih memilih menepis semuanya dan fokuskan lagi pertarungannya .


Dibantu Baihu , Liena dengan bebas berpindah untuk melawan musuh yang jaraknya cukup jauh. Pertama ia mencari sosok Pria tinggi besar di pasukan musuh, Tujuannya untuk menghentikan Para Mayat hidup yang tidak bisa di bunuh itu .


"Dimana Iblis yang di Maksud itu...". Gumam Liena Sue sembari menoleh kesana kemari.


Belum sempat menemukan Iblis itu, Liena sudah di hadang puluhan Naga Hitam yang sedang haus darah .


"Sial,, Naga jelek kau menghalangi jalanku". Ucap Liena Sue .


Namun karena Naga itu tidak menghiraukan , Mereka pun segera menyerang Liena saat itu juga. Untung saja Liena Siap dengan Panah Surgawi yang ia miliki.


Busur panah mengeluarkan ribuan anak panah ketika di lontarkan dan berhasil membunuh banyak musuh dengan cepat. Setelah membunuh Naga terakhir akhirnya ia menemukan iblis yang di maksud Dewa Xiang.


"Itu dia, Baihu kita selesaikan".


"Tentu saja Dewi". Jawab Baihu.