Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Teman lama


"Maaf Yang Mulia, Bukankah Butiran jiwanya hancur jika kita baca dalam sejarah". Ucap Salah satu tetua .


"Ternyata kalian tidak tahu, Apakah kalian ingat seorang gadis yang di tipu oleh Rubah hitam waktu itu? Dialah Rengkarnasi Manusia setengah Dewa itu, Aku tahu karena cahaya dan kekuatan yang ia miliki sama persis dengan anak Dewi Agung itu. Dan Lelaki yang mendampinginya juga adalah Rengkarnasi Dewa Perang yang rela mati untuk Dewi Li Na". Jelas Gong Fai.


Para Tetua terlihat tercengang mendengar penjelasan Kaisar Mereka, Ada yang percaya ada yang tidak. Karena melihat keraguan Para Tetua, Kaisar Gong Fai pun mengeluarkan Sebuah Mutiara berwarna biru yang berfungsi memunculkan gambaran seperti Proyektor jika di Dunia Modern.


Semua Tetua melihat dengan seksama apa isi Mutiara itu, Yang awalnya tidak percaya kini menjadi percaya apa yang di katakan Kaisar Gong Fai.


"Lalu apa Rencanamu Yang Mulia?".


" Aku akan menemui Rengkarnasi Dewi Li Na, Sementara aku pergi aku ingin Tetua Yang memimpin selagi aku tidak ada. Dan kalian harus tetap waspada karena Dewa Xiang pasti akan segera menyerang kita". Jelas Kaisar Gong Fai.


"Baik Yang Mulia, Hamba akan melaksanakan tugas dengan baik". Ucap Tetua Yang.


Setelah semuanya selesai, Mereka semua segera pergi dari Ruangan Kaisar hanya tersisa Tetua Yang dan Kaisar Gong Fai saja.


"Tetua Yang, aku percayakan semua kepada Tetua. Aku akan pergi paling lama dua bulan, Kuharap Tetua bisa melaksanakan Tugas".


"Tentu Yang Mulia, aku sudah mengabdi dengan Kaisar sejak lama jadi tenang saja Kaisar aku akan melaksanakan tugas dengan Baik". Jawab Tetua Yang.


.....


Hari pernikahan Liena Sue dan Rong Bai pun telah tiba, seperti di Negara Ba hari ini begitu ramai dan meriah. Kaisar pun juga menyelenggarakan Pesta Rakyat sehingga para Rakyat ikut memeriahkan pernikahan Putra Mahkota Negara Gu.


Setelah acara berlangsung tak lama kemudian Mereka kedatangan tamu teman lama yang sudah cukup lama .


"Selamat atas pernikahannya Yang Mulia".


"Kaisar Gong, Lama tidak bertemu". Sahut Rong Bai saat melihat Kaisar Siluman Gong Fai.


"Hahaha Benar, Maaf aku tidak mengabari Kau dan Istrimu".


"Kalau begitu mari kita minum bersama Yang Mulia". Ucap Rong Bai sembari menuntun Kaisar Siluman itu menuju meja makan yang kosong.


"Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan padamu dan istrimu Pangeran Rong". Ucap Gong Fai.


"Apa itu?". Tanya Rong Bai.


"Nanti saja , aku tidak ingin merusak suasana pernikahanmu". Jawab Kaisar Gong Fai.


"Baiklah kalau begitu Nikmati Pestanya Yang Mulia".


"Jangan memanggilku begitu, Panggil saja namaku ". Ucap Gong Fai Sungkan.


Mereka berdua pun menikmati makanan dan minuman bersama , Shilin dan Yu Yin yang juga mengenal sosok Gong Fei pun ikut bergabung bersama.


Sedangkan Liena Sue yang sudah berada di kamar pengantin itu tengah di landa Bosan, Hingga Pelayan pelayan datang membawakan berbagai jenis makanan membuat Rasa Bosannya terbayarkan.


"Salam Yang Mulia, Yang Mulia Putra Mahkota memerintahkan kami untuk mengantarkan semua hidangan terbaik Ke kamar Tuan Putri". Ucap Kepala Pelayan.


"Letakkan saja di meja".


"Baik Yang Mulia".


Setelah selesai menata makanan para pelayan itupun segera undur diri, Liena Sue yang mulai keroncongan pun segera menuju meja makan .


"Astaga banyak sekali, Biarkan perutku menampung kalian oke. Mengantrilah". Gumam Liena Sue kemudian segera makan satu persatu makanan di atas meja hingga tak ada yang tersisa.


Rasa kantuk pun mulai menyerang karena kekenyangan ia memutuskan untuk tidur sebentar sebelum sang Suami kembali.


"Tidur sebentar lah,". Gumam Liena Sue kemudian merebahkan dirinya di Ranjang.


Malam pun tiba, Acara pun telah Usai. Kaisar Gong Fei pun di antar ke kamar tamu, Sedangkan Rong Bai di papah Mark menuju kamarnya. Hari ini Rong Bai begitu mabuk sehingga membutuhkan bantuan Mark.


Sesampainya di Kamar pengantin Mark meninggalkan Rong Bai di depan pintu kamar.


Karena terlalu mabuk Rong Bai pun hampir tersungkur saat memasuki kamarnya untung saja Mark masih di dekatnya .


"Aku b aik baik saja, Kau boleh pergi". Jawab Rong Bai.


"Benarkah Yang Mulia? apakah tidak apa apa Saya tinggal?".


"Iya iya cepat pergilah". Ucap Rong Bai kemudian melenggang masuk ke dalam kamar , Mark menutup pintu kamar dengan segera.


Bruggg....


Rong Bai pun akhirnya terjatuh kembali hingga membuat Liena Sue terbangun dari tidurnya.


"Siapa di sana". Ucap Liena dengan suara parau khas bangun tidur


"Sayang, ini aku.. Huuu sakit". Sahut Rong Bai yang ternyata tengah mengusap usap dahinya yang sedikit lecet.


"Astaga... kau pasti banyak minum Ah Rong makannya jadi seperti anak kecil, Ayo bangun dan istirahatlah". Ucap Liena Sue kemudian menghampiri Rong Bai untuk membantunya berdiri.


Namun karena Rong Bai yang tengah mabuk berat itu malah menarik Liena Sue ke dalam pelukannya.


"Ah Rong lepaskan, kau harus pindah ke ranjang dan beristirahat". Ucap Liena Sue mencoba melepaskan diri dari dekapan suaminya.


"Tidak, aku ingin memelukmu sebentar Istriku.. ".


"Kamu mabuk , Sudahlah cepat beristirahat".


"Baiklah tapi kau harus memberiku sesuatu". Ucap Rong Bai tersenyum jahil kemudian menggendong Liena ke Ranjang.


Liena yang paham akan permintaan sang Suami pun kini bersemu merah, Padahal bukan hal pertama kali mereka melakukannya tapi masih saja memerah.


....


Pagi harinya...


Rong Bai terlihat bangun lebih awal, namun ia tidak ingin bergegas bangun dari ranjang melainkan kini tengah memandangi wajah polos Liena Sue yang tengah tertidur.


Ia mengusap pipi sang istri sambil senyam senyum sendiri hingga pemilik pipi pun terbangun.


"Selamat pagi Istriku". Ucap Rong Bai sambil tersenyum.


"Pagi Suami". Jawab Liena Sue dengan suara seraknya.


"Pukul berapa ini Ah Rong?". Tanya Liena Sue.


"Pukul delapan, ada apa?".


"Tidak, apa kau tidak ada acara atau tugas?".


"Tidak, Ayah memberiku libur beberapa hari. Jadi kita bisa berduaan ". Jawab Rong Bai kemudian menarik Liena Sue dalam dekapannya.


"Aku senang mendengarnya, Ternyata Dewa Takdir sangatlah baik ya. Di dua kehidupan kita di lahirkan saling berjodoh". Ucap Liena Sue..


"Kau benar Na'er, entah kau Li Na atau Liena aku akan tetap mencintaimu seperti waktu dulu. Oh ya kita kedatangan teman lama, kau pasti akan terkejut".


"Benarkah? Siapa itu?". Tanya Liena Sue.


"Kita mandi dan sarapan dulu, baru ku ajak kau bertemu dengannya".


"mandi bersama". Bisik Liena Sue hingga membuat Rong Bai merona .


"Apa kau tidak takut Istriku?".


"Tidak, kau kan sudah menjadi suamiku. Untuk apa takut denganmu, Bagaimana apa kau mau mandi bersama Suamiku". Jawab Liena Sue dengan nada genit.


"Sejak kapan kau menjadi pandai menggoda seperti ini Na'er". Ucap Rong Bai sambil menowel hidung Liena Sue.


Karena merasa tertantang Rong Bai pun segera menggendong Liena menuju Bak mandi.