
Hari pernikahan di tetapkan, tinggal dua hari lagi. Para pelayan Istana mendekorasi dengan begitu indah . Ada yang berlalu lalang ada juga yang bergosip .
Rong Bai dan Liu Zhang memang sengaja tidak ingin mengacaukan semuanya terlebih dahulu, mereka berencana ingin mengacaukan semua saat hari pernikahan.
Mereka menemukan banyak bukti untuk menjatuhkan bahkan membunuh Kaisar Gong Fai.
Begitupun Liena Sue yang tidak melakukan pergerakan sebelum Hari pernikahan.
Seperti biasa , Makanan yang di sajikan dari istana bakal di bawa pergi Yuri dan Mark sehingga Liena tidak terpengaruh oleh Sihir dari Kaisar .
"Liena, Sepertinya Kaisar Siluman itu tidak datang di Istanamu akhir akhir ini". Ucap Liu Zhang.
"Mungkin mempersiapkan Acara jadi dia sibuk menyelesaikan tugas". Jawab Liena Sue santai.
"Yah masuk akal, lalu kapan kalian bergerak?". Tanya Liu Zhang.
"Di hari pernikahan" . Jawab Rong Bai dan Liena Sue bersamaan.
"Baiklah, aku mendapat surat dari Silas dan Yu Yin bahwa mereka sudah siap kapan saja. Jadi tinggal menunggu kita bergerak dahulu".
"Tentu saja, Oh Ya Ah Rong. Orang yang kau temukan itu apa sudah membaik?". Tanya Liena Sue.
"Tentu saja dia sudah sehat, mungkin pas saat hari pernikahanmu kita akan menunjukkan orang itu". Jawab Rong Bai.
Di saat mereka tengah berbincang, Kasim mengumumkan kedatangan Kaisar sehingga Rong Bai dan Liu Zhang kembali ke posisi agar tidak mencurigakan.
"Kaisar telah datang". Teriak Kasim.
Rong Bai dan Liu Zhang pun membukakan pintu dari dalam kemudian memberi hormat kepada Kaisar.
"Bangunlah".
"Terimakasih Kaisar". Jawab Mereka berdua kemudian bergegas keluar kamar.
"Tunggu!!".
"Maaf Kaisar ada apa?". Tanya Liu Zhang.
"Kalian ambil bonus ke akuntan nanti petang, kerja kalian sangat bagus bisa menjaga Ratu ".
"Terimakasih Yang Mulia".
"Dan Satu lagi, jangan kembali.. Kalian di pecat mulai hari ini!!". Ucap Kaisar dengan dingin.
"Kenapa Yang Mulia?".
"Jika kalian ingin tetap hidup sekarang pergi ambil bonus dan menghilang dari hadapanku".
Rong Bai dan Liu Zhang pun tanpa menjawab segera pergi dengan cepat keluar dari Istana Siluman.
Sedangkan Kaisar Gong Fai mendekati Liena Sue kemudian mencekeram leher Liena cukup keras.
"Apa yang kau lakukan?". Tanya Liena Sue sambil terbatuk.
"Jangan berpura pura, Aku tahu kau merencanakan sesuatu di belakangku. Termasuk dua penjaga itu".
"Apa maksudmu? Aku tidak tahu yang kau maksudkan". Jawab Liena Sue
"Bawa mereka kemari". Perintah Kaisar kepada Prajurit di Luar.
Bruggg..
Dua orang kini tengah di rantai dengan pakaian yang berlumuran darah, mereka tertunduk Lesu tak berdaya .
"Silas, Yu Yin,".
"Ck sekarang kau tahu siapa mereka Hah!!".
" Dia teman temanku!! Apa yang kau lakukan dengan mereka?!!". Teriak Liena Sue gak kalah garangnya.
"Kau berani berteriak kepadaku!! Itu kesalahanmu sendiri membawa mereka untuk menyusup ke Dunia Siluman".
Kaisar Gong Fai pun sempat sejenak berfikir tentang apa yang di ucapkan Liena, Memang benar dari laporan penjaga Rahasianya tidak ada pergerakan dari istana Ratu.
Gong Fai pun memilih pergi tidak berdebat kembali dengan Liena, Ia memerintahkan Prajuritnya untuk mengunci Kedua teman Liena di penjara Bawah Tanah sampai acara pernikahan selesai , baru ia akan menjatuhi hukuman yang tepat .
"Nona, ingat jangan membuatku menjadi membunuhmu.. Atau kau akan menyesal, Kali ini aku mengampunimu karena kita akan menikah". Ucap Kaisar kemudian ia berlalu dari Kamar Liena Sue.
Kini Istana Liena di jaga lebih ketat dari biasanya bahkan Arai pun berlapis lapis agar tidak bisa melarikan diri.
Akan tetapi Liena Sue malah dengan santainya duduk kembali ke dekat jendela untuk melihat kepergian Kaisar Gong Fai itu.
"Huh dasar penipu, mungkin mereka saja yang takut denganmu tapi aku tidak. Kita lihat saja nanti siapa yang akan terbunuh". Gumam Liena Sue saat melihat kepergian Kaisar Siluman itu.
Sedangkan di penjara Siluman, Terlihat Silas dan Yu Yin tengah membersihkan bekas darah mereka yang ternyata hanya pewarna saja dan sedikit lebam. Mereka memakan pil yang di berikan Rong Bai dan cepat cepat menelanya.
"Sst, Silas.. Sstt". panggil Yu Yin.
"Ada apa?".
"Apa kau sudah selesai?". Tanya Yu Yin.
"Sudah".
"Pil dari Rong Bai memang luar biasa Luka lukaku sembuh seketika, dan bisa menyembunyikan aura manusia kita". Ucap Yu Yin.
"Yahh dia memang mempunyai pil pil langka". Jawab Silas santai.
Kini Yu Yin dan Silas memakai baju serba hitam dengan topeng menutupi mata. Mereka telah menghasut beberapa Jenderal Siluman dan cukup banyak prajurit di Istana Siluman untuk bekerja sama setelah mereka memberitahukan siapa di balik mereka berdua.
Yu Yin dan Silas dengan mudahnya keluar dari penjara yang ternyata sama sekali tidak di kunci. Penjaga penjara hanya menoleh saat mereka berdua keluar dari Penjara karena penjaga itu juga termasuk dari mereka yang akan memberontak dengan kaisar sekarang.
Yu Yin Dan Silas melompati atap ke atap menuju Ruang kerja Kaisar Gong Fai. Mereka mengendap endap dari atap ,pasalnya prajurit di dalam sana bukan yang memihak mereka.
Mereka berdua menunggu Kaisar itu keluar sembari menunggu celah yang tepat untuk menyelinap ke bawah sana.
"Tunggu, lihatlah di pohon sebelah sana. Itu adalah penjaga bayangan Kaisar". Bisik Yu Yin.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita awali dengan mereka". Jawab Silas juga berbisik.
"Baik, aku sudah membawa jarum berisi racun tidur kita hanya mencari tempat yang cocok untuk mendekati mereka".
"Kalau begitu Ayo Yinyin". Jawab Silas.
Mereka pun bergegas menuju atap dekat pohon yang di tempati Penjaga bayangan tersebut, dengan langkah tanpa menimbulkan suara mereka berhasil sampai di atap itu.
Yu Yin menyelipkan jarum jarum di sela jarinya bersiap melemparkannya ke titik akupuntur Kedua penjaga bayangan tersebut.
Seetttt...
Jarum jarum itu tepat mengenai titik akupuntur kedua penjaga Bayang, Silas yang sudah berada di belakang keduanya kini menangkap kedua penjaga bayang itu yang langsung Pingsan. Silas menyeretnya ke semak semak agar tidak di ketahui .
Setelah selesai Yu Yin dan Silas menempati Pohon tersebut untuk mengawasi dengan mudah.
"Yang Mulia, ini dokumen yang mesti anda tanda tangani".
" Letakkan di dalam, hari ini kita akhiri dulu. Baru setelah hari pernikahan kita bisa melanjutkan dokumen dokumen membosankan itu". Jawab Kaisar.
"Baik Yang Mulia". Jawab Menteri di dekat Kaisar, kemudian mereka pun meninggalkan Ruang Kerja Kaisar dan kembali ke kediaman masing masing.
Di saat itulah Kedua orang itu menyelinap masuk melalui jendela. Mereka berdua terlihat mencari cari sesuatu yang berada di dalam Ruang kerja tersebut, sehingga tanpa sengaja Yu Yin menekan salah satu buku yang terlihat menonjol. Pintu di almari itu tiba tiba bergerak terbuka sehingga terlihatlah Lorong gelap di balik Almari. Silas dan Yu Yin pun memasukinya dengan di terangi api internal di jari masing masing.
"Lorong ini sangat panjang, jangan jangan menuju suatu Lorong Rahasia". Ucap Yu Yin
"Sepertinya memang begitu, Pegang tanganku".
"Apa?".
"Pegang tanganku, Kau jangan berfikir macam macam. Aku hanya menjagamu". Ucap Silas dengan wajah merona, begitupun Yu Yin setelah menerima tangan Silas.