
"Kepala Desa Tang , akan kubacakan pelanggaran apa saja yang telah kau lakukan". Ucap Tuan Sheng.
"Ck , Aku sudah mengganti Bukti aslinya ketika bawahan Pangeran Rong ke tempatku". Sahut Kepala Desa Tang tanpa ada rasa takut.
"Benarkah, Maksudmu Bukti yang ini?". Sahut Canglong melemparkan Bukti palsu ke depan Kepala Desa Tang.
"Itu memang Bukti palsu, Tapi kami juga mendapatkan Bukti yang asli. Apakah kau terkejut Kepala Desa?". Sambung Canglong lagi.
"Tidak mungkin!! Kalian tidak mungkin mendapatkannya!!". Teriak Kepala desa Tang.
"Apa yang tidak mungkin Tuan Tang? Aku sudah membacanya bahkan membuat salinannya agar tidak di curi oleh kau". Sahut Rong Bai.
"Baiklah tidak perlu berbasa basi lagi, kita mulai persidangannya". Ucap Kaisar Bai.
sidang pun segera di mulai semua warga yang menghadiri pun terdiam dan khusyuk mendengarkan Hakim dan Kaisar memutuskan hukuman.
Karena Mereka mempunyai banyak pelanggaran apa lagi mereka berdua adalah Master Kultivator jahat jadi Kaisar dan Hakim memutuskan untuk menghukum mati Ayah dan anak itu.
Para Rakyat awalnya terkejut mendengar pelanggaran mereka berdua namun akhirnya bersorak senang ketika mereka berdua di hukum mati.
Tugas yang menghukum mati mereka berdua adalah Kedua pangeran dari negara Gu sendiri yang tak lain Rong Bai dan Shilin Bai.
"Aku akan kembali dan membunuh kalian , Ingat itu!!". Ucap Kepala desa Tang.
Mereka berdua tidak mau menanggapinya karena akan memakan waktu lagi jika harus berdebat jadi mereka langsung memenggal kepala Ayah dan anak itu tanpa mendengarkan ucapan mereka.
Setelah selesai, Kaisar berjanji akan mencari sendiri Kepala Desa untuk desa ini. Para Prajurit di tugaskan untuk membereskan kedua mayat Ayah Anak itu dan Semuanya kembali ke kegiatan masing masing.
...
Dua hari beristirahat di desa maju itu kini mereka memilih segera berangkat kembali , kini diikuti Keluarga Shen dan Keluarga Cun.
Para Warga Desa ikut melepas kepergian mereka dan berterimakasih dengan Kaisar karena telah mengganti Kepala Desa yang baru dan lebih baik.
Perjalanan mereka cukup lancar kali ini, mereka juga beristirahat jika sudah merasa sangat lelah . Jika tidak ada Desa atau Kota untuk Singgah mereka mendirikan tenda sebagai tempat istirahat.
Satu minggu perjalanan sudah di lampaui dan kini mereka telah sampai Di Istana Kerajaan Gu, Setiap di perjalanan para warga menyambut kedatangan mereka terutama Putra dan Putri Mahkota yang baru saja menikah sehingga membuat Kedua Negara Besar itu tidak akan berperang satu sama lain dalam kurun waktu yang lama.
"Mereka begitu antusias ya". Ucap Liena Sue sambil menyibak sedikit tirai keretanya.
"Itu karena mereka senang kau menjadi Putri Mahkotanya". Sahut Rong Bai..
"Ah Rong, apa kau pernah berkeinginan kembali ke Dunia Dewa setelah kau mendapatkan semua ingatan masa lalumu?". Tanya Liena Sue.
"Tidak, aku tidak ingin kembali. Cukup di sini dan menjadi Keluarga yang harmonis dan tenang". Jawab Rong Bai penuh keyakinan.
"Sudah sampai mari kita turun Ah Rong, Kita lanjutkan di kamar". Bisik Liena Sue membuat Rong Bai tersenyum jahil.
"Kau mulai nakal Istriku..". Sahut Rong Bai sambil tersenyum jahil.
"Ma.. Maksudku obrolan kita.. Jangan berfikir terlalu jauh". Ucap Liena Sue malu malu.
"Berhenti bicara omong kosong Ah Rong, Ayo kita turun". Ucap Liena malu malu.
Mereka pun segera turun dan kembali ke Istana Masing Masing. Karena Yu Yin belum menikah dengan Shilin dia kembali ke Penginapan dengan keluarganya .
Sedangkan Liena Sue mendapat Istana Bulan yang berada tepat di depan Istana Putra Mahkota.
"Na'er , Kau tinggal Di Istana Bulan agar aku lebih mudah bertemu dan mengawasimu. Hari ini aku akan menghadiri pertemuan dengan para mentri untuk membahas tentang pergantian nama Shilin dan beberapa urusan politik". Jelas Rong Bai.
"Baiklah, jangan kembali terlalu larut. Aku akan menunggumu Ah Rong". Ucap Liena Sue.
"Tentu, nanti malam aku akan ke tempatmu". Bisik Rong Bai.
"Tentu saja harus, Kau kan belum mempunyai Selir". Jawab Liena Sue.
"Ssstt aku tidak akan mengambil selir, Ingat kau satu satunya istriku. Jadi kau tahu kan Satu istri berarti kau harus memberikan aku banyak keturunan". Goda Rong Bai membuat Liena Memerah dan menepuk pundak Suaminya cukup keras karena ia terlalu malu.
"Sudahlah, Cepat berangkat atau kau akan terlambat". Ucap Liena Sue sambil mendorong Rong Bai keluar kamar.
Rong Bai terkikik geli melihat Istrinya yang masih malu malu karena ia menggodanya, Padahal bukan pertama kali mereka membahas tentang itu.
"Baiklah, Kau beristirahatlah Na'er. Aku akan pergi dulu".
Liena Sue pun mengangguk dan Rong Bai segera pergi menuju tempat pertemuan dan sebelum ia meninggalkan istrinya tak lupa ia mengecup dahi Sang Istri .
Rong Bai segera menuju tempat Pertemuan di ikuti Oleh Mark bawahan setianya dan Canglong Bawahan Barunya. Sesampainya di Ruang pertemuan para menteri sudah berkumpul semua , Ayah dan Shilin pun juga sudah berada di sana.
"Karena Putra Mahkota sudah tiba kita bisa memulai Pembahasan. Yang Pertama, Aku akan meresmikan nama Baru Pangeran Bupati Silas yang akan berganti menjadi Shilin Bai. Jika ada yang keberatan silahkan angkat tangan". Ucap Kaisar Bai namun tidak ada satupun menteri yang mengangkat tangannya jadi Nama Silas Resmi di ganti menjadi Shilin Bai.
"Karena Kalian tidak ada yang keberatan maka Menteri Co tolong urus pergantian nama ini".
"Baik Yang Mulia". Jawab Menteri Co.
"Setelah ini, Kita akan membahas tentang pernikahan Putra Mahkota yang sudah di langsungkan di Negara Ba yang kemungkinan juga akan di langsungkan di Negara Gu kita ini. Jika kalian mempunyai ide ataupun usulan silahkan untuk maju satu persatu". Ucap Kaisar Bai.
"Salam Yang Mulia, Memang pernikahan antara Putra Mahkota dan Putri Mahkota harus di rayakan kembali di Negara Gu kita namun bagaimana jika sekalian untuk pemilihan Selir ". Ucap Salah Satu Menteri.
"Benar Yang Mulia, Kau bisa memilihkan Selir untuk kedua pangeran terutama Putra Mahkota". Sahut lainnya.
"Benar Yang Mulia, Mungkin Putriku Cocok menjadi salah satu Kandidat Selir Putra Mahkota".
"Begitupun dengan Putriku Yang Mulia, Mohon Di pertimbangkan". Ucap Para Menteri mempromosikan Putri Masing Masing.
Kaisar tampak memijat kepalanya karena memikirkan usulan para Menteri itu, Sedangkan Rong Bai dan Shilin tampak tenang.
karena Kaisar tidak menjawab, Rong Bai pun mulai menjawab saran dari Para Menteri itu.
"Maaf Sebelumnya untuk para Menteri, Hari ini saya tegaskan jika Saya Rong Bai tidak akan mengambil selir apapun Yang terjadi karena Saya sudah berjanji pada hari pernikahan bahwa saya hanya akan mengambil Putri Liena sebagai istri satu satunya di hidup saya". Ucap Rong Bai dengan tegas.