
Liena dan Rong Bai pun keluar dari Perbatasan, Mereka kini tengah berdiri di Hutan belakang Istana Negara Gu dengan Suasana masih sunyi karena masih sekitar jam Dua petang.
"Aku mengantuk sekali Ah Rong, Gendong". Ucap Liena Sue manja.
" Apa bayarannya jika aku menggendongmu?".
"Penting gemdong dulu... Nanti gampang".
"Baiklah, Awas saja Ingkar".
Rong Bai pun duduk di depan Liena bersiap untuk menggendong istri manjanya itu.
Liena pun segera menaiki punggung Sang Suami kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rong Bai yang tak lama kemudian tertidur lelap.
"Astaga apakah selelah itu? Baru sebentar saja sudah tertidur". Gumam Rong Bai sambil terus berjalan menggendong Istrinya.
Tanpa banyak bicara Rong Bai menidurkan Sang istri di ranjang, Setelah itu ia pun segera mengganti pakaian sang Istri dan mengganti Pakaiannya sendiri kemudian tidur di sampingnya.
.... Keesokan paginya....
"Engggg.... Sudah pagi ternyata ". Ucap Liena Sue sambil merenggangkan tubuhnya dengan mata masih sulit untuk di buka.
"Eh ... Ah Rong... Kau disini?". Tanya Liena Sue saat menemukan Rong Bai berada di sampingnya sambil memgerjapkan matanya.
"Kenapa apa tidak boleh Suami tidur dengan Istri?".
"Tentu saja boleh, ... Ehhh bajuku kau yang ganti?".
"Ehemm... ". Singkat Rong Bai.
Liena pun terdiam dan wajahnya perlahan memerah karena di goda oleh Rong Bai, Untuk menghindari tatapan jail Rong Bai , Liena pun membalik memunggungi Sang Suami untuk menutupi rasa malunya..
"Kenapa malu? Bukankah kita sudah menikah? Tohh aku sudah sering melihat tubuh polosmu istriku". Goda Rong Bai lagi.
"Ahhh Rooonnggg!!!''. Teriak Liena Sue sehingga terdengar dari Luar istana.
Bertepatan Shilin dan Yu Yin akan berkunjung, Tanpa sengaja mereka mendengar Liena berteriak cukup keras bahkan gelombang suaranya menghasilkan hembusan angin yang cukup kencang sehingga membuat para Pelayan dan penjaga terlihat terhuyung kesana kemari.
Yu Yin dan Shilin pun saling memandang sejenak kemudian melanjutkan memasuki Kamar Liena Sue.
Pintu pun terbuka, Terlihatlah Liena sedang berada di atas Rong Bai yang tengah tengkurap dengan kedua tangan menjambak sang Suami.
Karena Pintu terbuka otomatis mereka menoleh secara bersama.
"Ehh apa yang sedang kaliam lakukan?". Tanya Shilin .
Liena Yang baru tersadar pun segera turun dari punggung Rong Bai dan membenarkan rambut dan pakaiannya yang berantakan.
"Kenapa kalian pagi pagi sekali kemari?". Tanya Liena.
"Kami ingin mengajak kalian berjalan jalan, Kulihat satu minggu penuh kalian tidak Keluar Istana. Bahkan keluar bertemu kami". Jawab Shilin.
"Ohh.. Kalau begitu kami akan mandi terlebih dahulu". Ucap Liena Sue.
"Ehh tunggu, Kalian belum menjelaskan apa yang kalian lakukan? Aku tahu kalian adalah pengantin baru , Tapi apa harus di lakukan pagi pagi seperti ini dengan sebrutal itu?". Sahut Shilin sehingga membuat Rong Bai dan Liena wajahnya memerah .
"Ahh itu,,, Ehh air panasku sudah siap. Jadi aku harus segera mandi karena takut kalian terlalu lama menunggu". Ucap Liena mengalihkan pembicaraan , Kemudian segera berlari menuju ke kamar mandi.
Rong Bai merasa di tinggal pun segera beranjak pergi beralasan yang sama dengan Sang Istri. Padahal mereka merasakan malu yang teramat sangat.
Setelah kepergian sepasang Suami Istri tersebut, Shilin dan Yu Yin tampak saling berpandangan karena merasa bingung dengan tingkah mereka berdua.
Tak Lama kemudian Liena Dan Rong Bai sudah berpakaian dan berdandan Rapi , Kini mereka menghampiri sepasang kekasih yang belum sah itu yang kini tengah menunggu mereka di meja tamu.
"Tidak apa apa, Ayo kita berangkat. Kita sarapan di Kedai baru Yu Yin, Aku yang bayar semua". Sahut Shilin.
"Ehh kau sudah buka kedai makan saja, Sejak kapan Yinyin?". Tanya Liena Sue.
"Sejak pernikahan kalian, Kalian terlalu sibuk jadi tidak tahu kalau aku sudah menetap di Ibukota" . Jawab Yu Yin.
"Lalu, Ayahmu?". Tanya Liena lagi.
"Ayah kembali , Hanya saja untuk menyerahkan jabatannya ke kakakku . Jadi masa pensiunnya nanti akan berada di Ibukota". Jawab Yu Yin.
"Lalu kapan kalian akan menikah?". Tanya Rong Bai , Spontan membuat Shilin dan Yu Yin tersipu malu.
"Itu... Ayah belum menentukan tanggalnya... ". Jawab Shilin Lirih
"Benar Kaisar belum menentukan tanggal karena menunggu Ayah kembali". Tambah Yu Yin.
"Semoga kalian cepat menyusulll". Ucap Liena Sue antusias.
Mereka pun saling berbincang satu sama lain hingga tak terasa mereka sudah sampai di Kedai milik Yu Yin.
Kedai dengan tiga lantai di mana lantai tiga adalah kamar penginapan dan dua lantai lainnya adalah Kedai makan.
"Wahh besar sekali... Kau hebat Yin yin". Gumam Liena Sue.
"Mari masuk, Kalian bisa memilih berbagai hidangan enak nantinya". Jawab Yu Yin.
Penjaga Kedai pun membungkuk dan memberi salam kepada anggota kerajaan yang memasuki kedai mereka.
"Siapkan tempat VVIP untuk Yang Mulia". Ucap Yu Yin kepada Bawahannya.
"Baik Nona Yin". Jawab Pelayan itu.
"Ayo ikut aku". Ucap Yu Yin mengantar Liena dan yang lainnya menuju tempat VVIP yang sudah di siapkan .
Mereka pun telah sampai di tempat yang di pesan, pemandangan luar Kedai terlihat begitu indah di tambah dekorasi dekorasi estetik di dalam dan luar kedai membuat siapa saja akan betah dan nyaman makan di Kedai itu.
Dari lantai dua mereka bisa melihat Istana Kekaisaran yang jaraknya tidak jauh dari kedai, Tak hanya itu di sana juga bisa melihat pemandangan Pusat kota dan alun alun kota yang selalu ramai orang.
"Aku rindu Suasana damai seperti ini". Gumam Liena Sue.
"Semoga kedepannya akan selalu tenang seperti ini". Sahut Rong Bai dan diangguki ketiganya.
Hidangan pun telah tiba, Para pelayan menata rapih di meja mereka. Karena memang mereka belum sarapan mereka pun segera bersiap menyantap dan mencicipi makanan di atas meja mereka.
Namun tidak dengan Liena Sue yang merasa mual setelah melihat bebek panggang yang sangat harum itu, Sebenarnya jika di lihat sangat menggiurkan namun Liena Sue malah terlihat mual menahan muntah.
"Dimana kamar mandi?". Tanya Liena Sue sambil membungkam mulutnya agar tidak kelepasan muntah.
"Kau kenapa Liena, Di sana kamar mandinya". Ucap Yu Yin sambil menunjuk kamar mandi yang di maksud.
Liena Pun segera berlari ke kamar mandi, Namun dia hanya memuntahkan angin saja sehingga ia berniat kembali ke meja makan.
"Kau kenapa Sayang, Apa kau tidak enak badan?". Tanya Rong Bai setelah Liena kembali.
"Aku tidak apa apa, Singkirkan bebek itu. Aku mual melihatnya". Jawab Liena Sue.
Shilin pun dengan sigap mengambil bebek bakar itu dan meletakkannya di sampingnya.
"Aku makan sayur dan bubur saja, Kalian singkirkan yang berbai daging ini. Aku mau muntah". Ucap Liena Sue yang kemudian berlari menuju kamar mandi lagi.