
Rong Bai yang merasa di perhatikan segera menoleh ke arah Liena hingga tatapan mereka bertemu.
Terlihat dengan jelas tatapan yang berbeda dari Liena, Begitupun Rong Bai. Tanpa mereka sadari, Rong Bai perlahan mendekat kemudian mendaratkan kecupan di kening Liena.
"Kau akan kembali?" .Tanya Rong Bai.
"Iya". Jawab Liena Lesu.
"Kenapa bersedih? bukankah kau akan bertemu keluargamu?".
"Entahlah". Singkat Liena kemudian tidur memunggungi Rong Bai yang duduk di tepi ranjang.
Rong Bai tersenyum lembut, kemudian mengusap perlahan-lahan Rambut panjang Liena . Dia pun sama merasakan takut di tinggal oleh Liena, karena ia merasa bahwa ia mulai Jatuh untuk Gadis itu.
Liena mencoba memejamkan matanya untuk tidur, tetapi entah mengapa ia tidak bisa tertidur. Rasa cemas dan rasa yang belum pernah ada kini ia rasakan, Gundah seperti itu.
"Mungkinkah kau menerima perjodohan Itu Na'er?. Hmm ... apa tidak ada kesempatan untuk diriku?". Gumam Rong Bai sambil bermain rambut Liena , setelah itu ia bangkit kemudian pergi dari Kamar Liena Sue.
Walaupun ia memunggungi Rong Bai, Ia masih bisa mendengar kata kata yang di ucapkan Rong Bai. Wajahnya bersemu merah, walaupun Rong Bai tidak menyatakan cinta dengan kata katanya tapi dari ucapannya tersebut terlihat penuh harap menjadi seorang terkasih dari Liena Sue.
Rong Bai perlahan menutup pintu kamar agar tidak membangunkan Liena, sedangkan Liena kini malah terduduk dan memegang dadanya yang berdegub dengan kencang.
"Aku akan menunggumu di Negara Ba". Gumam Liena sembari tersenyum manis.
....
Hari dimana Liena Sue dan Alix Sue akan kembali ke Negara Ba pun telah tiba. Mereka segera berkemas dan menyiapkan kuda masing masing.
Rong Bai dengan Jubah Biru tuanya serta Rambut yang di kucir senada kini sudah berada di Gerbang Kediaman Alix Sue. Walaupun masih dengan Kursi Roda, tak mengurangi ketampanan dari sosok Rong Bai.
Liena Sue berjalan menuju Rong Bai yang juga tengah bersiap pulang ke Istanannya.
"Ini, Bukalah setelah kau sampai di Istanamu". Ucap Liena sembari memberikan kotak kayu berukuran sedang .
"Apa Ini?". Tanya Rong Bai.
"Nanti kau akan tahu sendiri,". Jawab Liena sembari tersenyum dengan manisnya.
"Kau hari ini akan kembali, bukan berarti kau akan berhenti melayaniku". Ucap Tong Bai.
"Maksudmu? bukankah perjanjian itu hanya dua bulan?".
"Ya, tapi perjanjian itu sudah ku ubah". Kata Rong Bai tanpa rasa bersalah.
Liena pun mulai jengkel dengan tingkah laku Rong Bai, tetapi dia mencoba untuk bersabar sebisa mungkin.
"Kau mengubah perjanjian tanpa persetujuan dua pihak? ".
"Ya, Soalnya aku ingin kau melayaniku dengan cara berbeda". Rong Bai menaik turunkan alisnya menggoda Liena yang semakin kebingungan.
"Apa Itu?". Tanya Liena penasaran.
"Tunggu aku di Istanamu Putri Liena Sue".
Degg... Liena sedikit kaget, apakah Rong Bai mengetahui identitas aslinya atau tidak membuatnya semakin berdegup kencang.
"Kenapa Terkejut Tuan Putri? Tenang saja, aku tidak akan memberi tahu Silas tentang dirimu ". Ucap Rong Bai kembali dan berhasil membuat Liena semakin terkejut .
"Kau tahu siapa diriku sebenarnya?". Tanya Liena Sue.
"Ya, aku tahu dari awal kita bertemu".
"Bagaimana caramu mengenaliku?". Tanya Liena semakin penasaran.
"Dengan Ini". Rong Bai menunjukkan sebuah cincin berpola naga yang ternyata sama dengan cincin yang di kenakan Liena, hanya saja cincin Liena Sue berwarna Putih dan cincin Rong Bai berwarna Hitam. Mungkin itu adalah Cincin Naga Yin Dan Yang.
"Benar, apa kau mengingatku Putri Sue?". Tanya Rong Bai sembari tersenyum tipis.
"Jadi... jadi Kau AhRong? Tapi bagaimana bisa kau menjadi seorang Pangeran? Bukankah dulu kau bilang jika kau hanya anak dari Keluarga Bai?". Tanya Liena yang semakin bingung.
Rong Bai kini tertawa pelan, kemudian perlahan menjelaskan kepada Liena Sue kembali.
"Gadis Bodoh, Marga Bai adalah Marga dari Kaisar Negara Gu sendiri". Ucap Alix Sue yang tiba tiba bergabung di percakapan mereka berdua.
"Kaisar Bai.. Astaga kenapa aku begitu bodohh.. ". Liena menepuk dahinya cukup keras hingga membuat Rong Bai sepontan berdiri dan mengusap lembut dahi Liena Sue yang memerah .
"Ehemm,, ". Alix Sue berdeham untuk menyadarkan mereka berdua jika masih ada dirinya.
Liena Sue terlihat salah tingkah dan mencoba memalingkan wajahnya karena merona, Berbeda dengan Rong Bai yang biasa saja bahkan senang sekali memperhatikan tingkah Liena.
"Jadi Paman sudah tahu jika itu Ah Rong...?". Tanya Liena yang masih memalingkan wajahnya.
"Benar". Singkat Alix Sue yang berhasil membuat Liena melihat mereka berdua secara bergantian.
~Sedikit mengulang masa Lalu...~
Waktu itu Liena masih berusia delapan tahun dan Rong Bai masih berusia sepuluh tahun, umur mereka hanya bertaut dua tahun.
"Ah Rong, kenapa kau terlambat hari ini? bukankah kita sudah janji untuk bermain bersama? ". Gerutu Liena kecil.
"Hehe, maaf. Aku tadi membeli sesuatu untukmu". Ucap Ah Rong sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Apa Itu? aku ingin melihatnya" .Ucap Liena celingukan mengelilingi Rong Bai.
"I.. Ini.. Aku membelikan sepasang cincin". Rong Bai kecil pun mengeluarkan Sepasang cincin berukiran naga dengan warna yang berbeda, Hitam Putih.
"Wahh, cantik sekali". Liena kecil begitu mengagumi cincin pemberian Ah Rong kecil.
"Kemarilah aku pasangkan, Ini adalah cincin Yin dan Yang kau pakai yang putih dan aku yang hitam. Cincin ini bisa membuat kau berkultivasi dengan tingkat yang lebih tinggi yang nantinya kau dan aku bisa menjadi Kultivator terkuat di dinasti Qin ini, tapi semua itu akan berlaku jika kita menyatukan kedua cincin ini.". Jelas Rong Bai kecil.
"Kalau begitu menikahlah denganku kelak, dan kita bisa menjadi sepasang Kultivator terkuat. Yang pastinya kita bisa menyeimbangkan dunia kultivator". Ucap Liena kecil dengan bangganya.
Rong Bai kecil kini merona saat Liena Sue kecil dengan santainya memintanya untuk menikahinya kelak, yang pastinya itu tujuannya sedari awal.
"Tentu, tunggu aku melamarmu ke Negara Ba Putri Sue". Ucap Rong Bai kecil dengan serius.
"Baiklah, aku akan menunggumu. Lusa aku akan pulang karena Neneku ingin kembali ke Istana. Aku harap kau menepati Janji Ah Rong". Ucap Liena Sue kecil dengan tulus .
~cerita masa lalu selesai~
Liena Sue yang mengingat kembali masa kecilnya bersama Rong Bai kini hanya tersipu malu, pasalnya dia duly sangatlah arogan dan tak tahu malu untuk meminta Rong Bai menikahinya. Siapa tahu bahwa takdir mempertemukan mereka kembali.
"Hei, kenapa kau melamun". Rong Bai mengibaskan tangannya di depan wajah Liena Sue yang sedari tadi melamun.
"Ah Tidak, aku hanya teringat masa lalu".
"Mengingat tentang janji kita?". Goda Rong Bai.
"Aahh Lupakan, bukankah kita harus berpisah sekarang". Ucap Liena yang mengalihkan pembicaraan.
"Kau benar, kalau begitu ambil ini". Rong Bai pun menyodorkan sebuah Kantonh terbuat dari Sutra terbaik yang isinya tidak di ketahui Liena.
"Jangan kau buka sebelum kau sampai di Istana mu Liena". ucap Rong Bai lagi.
"Baiklah, kalau begitu kita berpisah di sini. Kau berhati hatilah".
"Kau juga, aku akan menugaskan beberapa penjaga bayangan untuk menjaga Kalian di perjalanan nanti".
"Terimakasih Rong Bai, Kami pamit dulu". Ucap Alix Sue kemudian mereka segera menaiki kuda masing masing dan pergi, sedangkan Rong Bai duduk kembali di Kursi Roda dan di dorong oleh Mark menuju Kereta kuda mereka.