Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Bukit Tunarsana


Penyusup itu tertawa terbahak bahak saat Rong Bai bertanya siapa dirinya. Tanpa menanggapi pertanyaan Rong Bai ia mendekati Bak Mandi Rong Bai.


"Pangeran Bupati, kau akan mati di tanganku kali ini!!". Orang Berbaju hitam itu segera mengeluarkan belatinya dari balik baju dan bersiap menikam dada Rong Bai.


Rong Bai yang ternyata hanya berpura pura terlelap pun segera menangkis belati orang itu dengan kayu yang berada di samping Bak Mandi.


" Kau!!! ". geram Orang itu.


" Kau terkejut?". Ucap Rong Bai dengan santai.


"Aku akan membunuhmu sekarang , Hiayyyaaatt".


Buggghh...


Pria berbaju hitam itu malah terpental setelah terkena pukulan dari Rong Bai yang memukulnya dengan santai tanpa mengeluarkan kekuatan yang banyak. Mark yang mendengar keributan di dalam kamar Rong Bai pun segera memasuki kamar sang pangeran.


"Yang Mulia...". Teriak Mark.


"Urus pembunuh itu, buka topengnya dan interogasi di depanku". Perintah Rong Bai.


"Baik Yang Mulia".


Mark pun segera menghampiri Orang itu yang tengah lemas karena kehilangan banyak tenaga dan memuntahkan banyak darah segar.


Mark menyeretnya ke depan Rong Bai yang masih berendam di dalam Bak Mandi. Dia membuka topeng yang menutupi mukanya.


" Yang Mulia, ini bukankah bawahan Permaisuri?". Tanya Mark.


"Ya kau benar, sudah kuduga mereka pasti tidak akan tinggal diam. Bawa bawahan itu ke sel bawah tanah dan jangan sampai dia menggigit lidahnya kita butuh informasi darinya".


"Baik Yang Mulia".


Mark pun segera membawa bawahan Permaisuri itu yang masih pingsan menuju penjara Bawah tanah.


Sedangkan Rong Bai meneruskan berendam malamnya.


.....


Di Istana Anggrek kerajaan Ba...


Terlihat Liena sedang bermalas malasan di atas ranjangnya, sesekali ia membaca buku dan sesekali ia memakan camilan yang di siapkan.


Ulang tahun kaisar akan di adakan satu minggu lagi ,dan itu berarti acara perjodohan dirinya pun akan segera di laksanakan.


"Aggghhh, menyebalkan.. Yuriii". Teriak Liena Sue kepada Puri Pelayan setianya.


"Iya Putri... ada apa ".


" Dandani aku, dan kita akan menemui Ayah". Ucap Liena yang sudah duduk di meja Rias.


"Putri, apa yang akan kau lakukan dengan menemui Kaisar?". Tanya Yuri.


"Aku ingin membahas Perjodohan Itu Puri. Jika kau tahu pangeran Yang akan di jodohkan denganku, sudah pasti kau akan menolaknya. Yah walaupun dia tampan, tapi Licik dan menjijikkan". Ucap Liena Sue panjang lebar membuat Yuri terkikik melihat Anjungan nya yang menggemaskan.


"Sudah selesai Putri".


"Bagus, ayo temani aku. Oh Ya Yuri apa kau punya kabar dari Putra Mahkota kakakku?". Tanya Liena.


" Kudengar dari pelayan Istana Melati Pangeran akan tiba kurang lebih dua hari dari sekarang Putri". Jawab Yuri sembari mengusap lembut dagunya sendiri.


"Lama Sekali..... Apa dia tidak merindukanku..". Ucap Liena begitu dramatis membuat Puri menggelengkan kepalanya.


Mereka berdua pun segera pergi menuju Istana Utama tempat Kaisar Sue berada. Di tengah perjalanan Liena bertemu dengan selir kedua Sang Ayah yang bernama Selir Mu Qianli.


"Salam Bibi Mu". Sapa Liena Sue yang di balas senyuman Selir Ayahnya itu.


"Putri Liena, lama tidak bertemu denganmu".


"Mungkin beberapa Hari Lagi, Oh Ya bibi pergi dulu ya Lanjutkan perjalananmu Putri".


"Terimakasih Bibi".


Mereka pun berpisah ke arah masing masing, Liena segera bergegas agar bisa bertemu Sang Ayah secepatnya. Jarak Istana Anggrek dengan Istana Utama cukup jauh sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di sana.


Liena Sue pun akhirnya telah sampai di depan Pintu masuk Istana , Para penjaga membukakan pintu untuk sang Putri.


Ketika pintu terbuka, terlihat sang ayah tengah berkutat dengan beberapa dokumen saja sehingga Liena Sue memberanikan diri menemui sang Ayah.


"Ayahh, apa kau sibuk?". Tanya Liena sembari duduk di kursi seberang sang Kaisar.


"Tidak begitu Putriku, ada apa tumben kau menemui Ayahmu ini".


"Ayah, bisakan kita membahas tentang perjodohan itu?".


"Tentu, apa kau sudah mendapatkan jawabannya ?". Tanya Kaisar dengan sabar.


"Emm.. aku sudah mendapatkannya Ayah".


"Katakan Putriku".


"Ayah, aku tetap tidak ingin di jodohkan. Tapi aku punya solusi lain untukmu".


"Apa itu? Dan apa kau sudah menyelidiki Pangeran yang akan di jodohkan denganmu?". Tanya Kaisar yang kemudian menutup gulungan dokumen dan mendengarkan curhatan sang Putri.


"Ayah, Kau bisa membaca buku ini. Semua ini adalah hasil penyelidikan ku. Dan, apa ayah masih mengingat teman masa kecilku Ah Rong?".


"Baiklah, nanti ayah akan membacanya. Ah Rong? Ayahmu ini sudah Lupa Putriku.. Hehe".


"Ayahh, Teman masa kecilku dari Negara Gu yang dulu pernah datang ke Negara kita dengan Pamannya yang bernama YuJie".


"YuJie, ah ya aku ingat.. Ada Apa tentang itu Liena?". Tanya Kaisar penasaran sampai sampai ia mengetuk ngetuk meja dengan serius.


"Nah, keponakan paman YuJie itu namanya Rong Bai yang ternyata Ah Rong temanku masa kecil, dan asalkan Ayah tau Ah Rong Adalah Pangeran bupati Negara Gu ayah, Anak pertama Kaisar Bai . Sayangnya dia Lumpuh, Tapi Ayah kau tenang saja , aku sudah menyembuhkannya hanya saja ia masih menyembunyikan kesembuhannya Ayah"? Terang Liena Panjang Lebar.


" Lalu apa rencanamu Liena?". Tanya Kaisar.


Liena pun menceritakan semua rencanannya kepada Sang Ayah, bahkan Rencana menjebak Pangeran Silas yang akan di lakukan saat Ulang Tahun Kaisar Negara Ba. Tetapi Kaisar malah setuju dengan Sang Putri dan berencana melibatkan seluruh anggota kerajaan agar semakin baik untuk bersandiwara.


Alasan Kaisar Sue tidak senang Liena Di jodohkan dengan Pangeran Silas adalah karena tingkah laku dan kelicikannya serta berita pemberontakan yang diam diam sudah terdengar di telinga Kaisar Sue .


Setelah selesai mengobrol dengan Kaisar, Liena Memutuskan untuk berjalan jalan keluar Istana karena ia merasa sangat bosan.


"Yuri, ayo kita bersenang senang". Ajak Liena Sue yang kemudian segera menarik Yuri keluar Istana dengan berjalan kaki.


" Putri kita mau kemana?". Tanya Yuri.


"Ke Alun alun, aku bosan berdiam diri di kamar".


"Yang Mulia , kami di tugaskan untuk mengawal anda". Ucap empat pengawal yang tiba tiba datang di belakang mereka.


"Astaga kalian mengagetkanku, Aku tidak perlu pengawal kalian beristirahatlah".


"Tapi Yang Mulia, Kami diutus Kaisar untuk melindungi Anda".Jawab salah satu pengawal.


"Huufhh baik baiklah, kalian boleh mengikutiku tapi jaga jarak kalian Lima Puluh meter apa kalian mengerti?".


"Tapi Yang Mulia".


"Eits, tidak ada tapi tapian.. Ikut atau tidak sama sekali". Ancam Liena sembari bersedekap dada.


"Baik Yang Mulia Putri".


Akhirnya Liena Pun segera keluar dari Istana dan berbaur dengan warga sekitar. Banyak yang tidak mengenal Liena secara Langsung karena Liena Jarang keluar dari Istana kecuali jika ada acara sesuatu, akan tetapi banyak juga yang mengenalnya karena kelihaian dan kepintarannya. Hanya orang orang negara Ba yang mempunyai Tingkat Kultivasi Tertinggi, Bahkan ada juga yang bisa mencapai di tahap Roh Agung. Dan hanya ada satu yang bisa mencapai Tahap Roh Nirwana Yaitu Tetua Bao yang kini mengasingkan diri di Bukit Tunarsana .