Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
Nama Baru , Shilin Bai


"Apa kau lelah?". Tanya Liena Sue.


"Tidak, ada apa Na'er?". Tanya balik Rong Bai.


"Aku lapar, cepatlah mandimu dan kita makan malam bersama". Rengek Liena Sue.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama?". Bisik Rong Bai.


Liena Sue terlihat merona dan tidak bisa menjawab, Karena tidak ada jawaban pun Rong Bai tanpa basa basi langsung menggendong Liena Sue ala Bridal menuju Bak Mandi yang sudah di siapkan.


"Ah Rong


"Tidak, bukankah kau sudah menyetujuinya".


"Aku bahkan belum menjawab".


"Diam Berarti setuju ". Ucap Rong Bai kemudian menurunkan tubuh Liena ke dalam Bak Mandi dan akhirnya mereka mandi bersama.


Di tempat lain.. Pangeran Silas dan Yu Yin tengah menikmati langit berbintang di depan tenda .


"Silas bukankah hanya kita yang tidak mempunyai panggilan kesayangan". Ucap Yu Yin.


"Kau benar A Yin, Sebentar aku sudah ada panggilan untukmu A Yin dan kau.. Belum Yin'er". Jawab Pangeran Silas.


"Aku tidak tahu nama panjangmu taukk".


"Kau tidak bertanya". Sahut Pangeran Silas .


"Kalau begitu aku bertanya sekarang".


"Namaku Bermarga Yuan dari keluarga Ibuku, Namaku sebenarnya adalah Yuan Sas. Sungguh tidak masuk akal kan, jadi nanti aku akan meminta ayah mengubah Namaku ini". Ucap Silas yang sangat memelas mengingat namanya yang tidak masuk akal.


"Pfth, konyol.... Sepertinya memang kau harus mengubah namamu agar aku bisa mencarikan panggilan kesayangan untukmu".


"Kalau begitu, Ayo ikut aku menemui Ayah" .


"Sekarang?". Tanya Yu Yin kaget .


"Tentu saja, lebih cepat lebih baik kan". Ucap Pangeran Silas bangga


"Tapi...".


"Sudahlah cepat Ayo"..


Akhirnya Silas menarik paksa Yu Yin menuju Tenda Kaisar Bai, Mereka mengendap endap di dekat Tenda Kaisar dan di temukan oleh salah seorang penjaga.


"Yang Mulia, kenapa kalian mengendap endap?" . Tanya Penjaga itu.


Kedua orang itupun tertawa sembrono dan segera berdiri membenarkan pakaian mereka yang sedikit kotor .


"Ehemm.. Aku ingin menemui ayah, Karena takut membuat berisik jadi kami mengendap endap". Ucap Silas beralasan membuat Yu Yin melongo karena mendengarkan Alasan Silas yang tidak masuk akal sama sekali.


"Yang Mulia Kaisar sedang membaca Dokumen Pangeran, Anda Bisa langsung masuk saja" . Ucap Penjaga itu.


"Baiklah, Kembalilah bekerja Kami akan menemui ayah". Ucap Silas menyembunyikan Rasa malunya.


Setelah Silas dan Yu Yin memasuki Tenda, penjaga itu terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal memikirkan alasan Dari Pangeran Bupati barunya itu.


Silas dan Yu Yin memasuki Tenda perlahan, mereka melihat Kaisar yang tengah membaca beberapa dokumen namun setelah melihat merek berdua Kaisar memilih meletakkan Dokumen dokumen itu diatas meja.


"Ada apa kalian kemari?". Tanya Kaisar Bai.


"Ayah, Ada yang ingin ku bicarakan dengan Ayah". Jawab Silas.


"Begini ayah, Aku ingin Ayah mengganti Namaku yang sangat sangat tidak masuk akal ini agar Yin'er ku bisa membuat panggilan Kesayangan Untukku". Ucap Pangeran Silas dengan Polosnya.


Sedangkan Yu Yin menepuk Jidatnya tak percaya dengan Kepolosan sang Kekasih, Kaisar yang mendengarnya kini memandangi bergantian Sosok Silas dan Yu Yin dengan cukup lama , hingga akhirnya tawanya pecah melihat Silas dengan wajah Bodoh dan polosnya itu.


"Kau ingin mengubah nama?". Tanya Kaisar Bai.


"Tentu saja Ayah, Nama Yuan Silas terlihat sangat tidak masuk akal bukan. Mana mungkin Yin'erku akan memanggil Silas atau marga Ibu, sungguh tidak Baik Ayah". Rengek Pangeran Silas.


Kaisar Bai terlihat menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal, ia sedikit heran dengan sang anak. Selama dua puluh tahun baru kali ini ia ingin mengganti namanya demi seorang wanita, padahal dulu Sang ayah sudah menyarankan untuk mengganti nama namun ia tidak pernah mendengarnya melainkan hanya mendengar Sang Ibu yang kini sudah meninggal.


"Baiklah baiklah, nama apa yang kau inginkan?". Tanya Kaisar Bai.


Silas tampak berfikir cukup lama, hingga akhirnya ia pun memberanikan diri bicara dengan sang ayah.


"Ayah, walaupun sebelumnya memang aku bukan anakmu bisakah membiarkan aku menggunakan Marga Bai?". Tanya Silas pelan pelan takut sang Ayah marah.


Namun tanpa di duga Sang ayah malah tersenyum sehingga Silas sudah tidak terlalu gugup.


"Baiklah, Sebenarnya sudah Lama ingin memindah Marga mu tapi Kau yang Keras kepala. Lihatlah sekarang kau merengek padaku hanya karena seorang wanita mau mengganti nama". Ucap Kaisar Bai membuat Silas tertawa pelan sedangkan Yu Yin terlihat memerah sampai ke telinga.


"Itukan dulu karena Ibu , Jadi Sekarang sudah berbeda". Sahut Silas mencari alasan.


"Kalau begitu aku akan mengganti Marga mu sekaligus nama Depanmu , Bagaimana dengan Shilin Bai yang artinya Pintar dan Cerdas. Karena Nama lamamu berhuruf S jadi aku carikan yang hampir sama agar tidak mudah dilupakan". Jelas Kaisar Bai.


Silas merasa sangat senang dengan nama Barunya, ia pun segera memeluk Sang ayah . Setelah sekian lama Kaisar Bai baru merasakan Pelukan dari anaknya satu ini bahkan ia juga baru saja melihat betapa bahagianya ia.


"Terimakasih ayah, terimakasih kau memang terbaik". Ucap Silas maksudku Shilin Bai.


"Sekarang Namamu adalah Shilin Bai, aku akan mengumumkannya segera kepada Para Menteri . Ingat Shilin, Aku mengubah namamu bukan berarti tidak memiliki makna. Ketika kau merubah nama , maka kau harus mengubah cara hidupmu dan kelakuanmu".


"Tentu Ayah, aku akan mengubah sua kebiasaan buruk ku". Jawab Shilin dengan mantab.


"Kalau begitu pergilah, Aku akan mengurus Dokumen pergantian Namamu".


"Terimakasih Ayah, Kalau begitu aku undur diri dulu".


"Salam Yang Mulia". Ucap Yu Yin kemudian mengekor di belakang Shilin.


"Ingat Namaku Yin'er, Shilin ... Shilin Bai. Jadi Kau bisa memanggilku A Lin". Bisik Shilin di telinga Yu Yin.


"Terserah kau saja". Ucap Yu Yin malu malu.


"Sudahlah ayo kita istirahat, karena besok kita harus berangkat pagi pagi buta".


Yu Tin pun mengangguk sambil tersenyum kemudian segera menuju tenda mereka masing masing yang jaraknya begitu berdekatan.


Pagi hari Pukul Empat pagi....


Para Pelayan Sudah mengemasi Tenda dan peralatan lainnya, Liena Sue yang masih mengantuk enggan untuk membuka matanya karena kegiatan semalam sehingga Rong Bai memilih menggendongnya menuju Kereta.


Setelah sampai di dalam Gerbong, Rong Bai meletakkan Liena yang masih terlelap di pangkuannya.


"Na'er apa kau begitu lelah setelah semalam". Gumam Rong Bai sambil mengelus puncak kepala Liena Sue dan sesekali mengingat adegan semalam dengan Sang Istri.


"Lahirkan Pangeran Atau Putri Kecil untukku ya sayang". Gumamnya lagi.


"Ah Rong , ambilkan aku paha ayam itu". Ucap Liena Sue di sela tidurnya


"Ternyata Kau suka mengigau Dewi kecil". Ucap Rong Bai sambil mengusap pelan pipi Liena Sue.


Perjalanan kembali di lanjutkan, Butuh waktu setengah Bulan untuk sampai di Negara Gu karena mereka menggunakan Jalur Normal. Jika ingin menggunakan jalur cepat , tidak akan mudah karena mereka membawa banyak orang dalam Rombongan dan kebanyakan dari mereka tidak bisa berkultivasi.