
Setelah mengisi data diri, Liena Sue memberikannya kepada Panitia pendaftaran. Panitia itu terlihat ragu dengan keputusan Liena Sue tetapi mau bagaimana lagi dia sudah menetapkan misi.
"Maaf Nona, Bisakah aku meminjam kertas misimu lagi".
"Tentu". Ucap Liena Sue sembari memberikan kertas misi kepadanya.
"Sekali lagi saya bertanya kepada kalian apa kalian yakin mengambil Misi untuk menangkap Kultivator bertopeng yang berada di Desa Fu ini?".
"Kami sangat Yakin". Ucap mereka serentak.
"Baiklah, ini Token kalian. Jaga Baik baik, Waktu misi adalah satu bulan dan setelah selesai kalian harus melapor kembali kesini".
"Baik Kami mengerti". Ucap Liena Sue .
Dua hari berlalu, waktu menjalankan misi telah tiba. Mereka berlima telah berpamitan kepada Tutor mereka masing masing sebelum berangkat Ke Desa Fu.
Liena Sue terlihat begitu akrab dengan Fu Yin yang baru ia kenal, Sedangkan Pangeran Silas dan Rong Bai terlihat saling diam tanpa ada yang berani bicara. Di belakang mereka berdua terlihat Liu Zhang yang tiba tiba merangkul pundak mereka berdua.
"Hei kenapa dengan kalian berdua? Kenapa terlihat seperti Suami istri yang sedang merajuk". Ucap Liu Zhang kepada Silas dan Rong Bai.
"Dasar, kau baru saja kenal sudah sok akrab". Ucap Silas.
"Bukankah kita beberapa kali pernah bertemu?".
"Benarkah? Kenapa aku melupakannya". Ejek Silas kepada Liu Zhang.
""Kau!!! Awas ya kau Silas ".
"Sudah, Mari kita berangkat. Kuda sudah di siapkan di sana". Ucap Rong Bai yang kemudian meninggalkan mereka berdua .
"Na'er, mari kita berangkat jika semuanya sudah siap".
"Tentu Ah Rong, kalian pilih kuda masing masing dan kita bisa segera berangkat".
"Nona, bagaimana kalau kau berkuda denganku saja". Ucap Liu Zhang menggoda Liena Sue.
Rong Bai langsung manatap dalam Liu Zhang sehingga ia berpura pura tidak melihat mereka.
"Tidak perlu, kita pakai kuda sendiri sendiri saja". Jawab Liena Sue.
"Liena". Panggil Bian Sue.
"kenapa kau kemari kak?".
"Aku hanya ingin memberikanmu ini, dan hati hati di jalan ya". Bian Sue memberikan bungkusan yang berisi banyak Pil penyembuh dan lainnya kepada Liena Sue Sang adik. Setelah menerima bungkusan itu Liena menyimpannya di cincin spesialnya dan berpamitan segera.
"ah Rong, jaga adikku ya. Ingat janjimu waktu itu ". Ucap Bian Sue.
"Tentu Kakak Ipar,a aku akan menjaganya sepanjang waktu".
Liena Sue terlihat merona saat Rong Bai mengucapkan kata manis itu, Yu Yin yang melihatnya kini mengejek Liena karrna Malu malu.
"Ternyata ada hubungan Rahasia ya kau dan dia. Pantas saja kau merona". Goda Yu Yin.
"Ssttt, tidak seperti itu". Sangkal Liena.
"Sudahlah semua jelas dari wajahmu Liena". Kata Yu Yin sambil terkekeh .
Setelah berpamitan mereka segera memacu kuda masing masing dengan kecepatan sedang.
Perjalanan ke Desa Fu membutuhkan waktu sekitar Lima hari tepatnya, mereka harus melewati Sungai besar sebelum mencapai Desa Fu.
Dengan menyusuri pinggiran Sungai mereka akan cepat sampai di Desa Fu. Tidak ada kendala apapun di awal perjalanan mereka, setelah tiba di pinggiran Sungai mereka memutuskan untuk beristirahat.
"Bagaimana kita Istirahat di sini saja, kelihatannya tempatnya sejuk". Tanya Yu Yin.
"Baiklah, Bagaimana menurut Kalian?".
"Baik kita Istirahat di sini, aku dan Para lelaki lainnya akan mencari ikan di sungai Ya kan Silas, Rong Bai". Ucap Liu Zhang.
"Baiklah kalau begitu, kami akan mencari kayu bakar".
Pangeran Silas dan Liu Zhang tengah menceburkan ke sungai untuk mencari ikan, sedangkan Rong Bai kini tengah duduk di tepi sungai melihat kedua teman yang tengah kesulitan mencari ikan itu.
"Hei kau Rong Bai, kemarilah bantulah kami janganlah seperti perempuan hanya melihat saja". Teriak Pangeran Silas.
" Kalian terlalu cerewet, hanya menangkap ikan saja kalian tidak bisa. Lihat kalian hanya mendapatkan satu ekor sedari tadi". Jawab Rong Bai mengejek.
"Kalau begitu bantulah kami Rong Bai". Teriak Liu Zhamg kali ini.
"Tidak". Singkat Rong Bai.
Liu Yosan jengkel kemudian ia bekerja sama dengan Pangeran Silas untuk mengerjai Rong Bai yang berlagak sombong.
"Silas kemarilah, aku punya ide". Bisik Liu Zhang .
"Baiklah ayo kita kerjai dia". Jawab Silas kemudian mereka berdua saling berpandangan dan menyeringai .
Silas dan Liu Zhang kini berjalan mengendap endap mendekati Rong Bai yang tengah berbaring di pinggir sungai.
"Satu, dua ... Ti...". Sebelum mereka berhasil menyeret Rong Bai kedalam air tiba tiba mereka terjembab ke dalam lumpur di pinggir sungai.
"Kenapa kalian malah tiduran di atas lumpur?". Tanya Rong Bai yang sudah berada di belakang Liu Zhan dan Silas.
"Kenapa kau bisa berada di belakang kami?". Tanya Liu Zhang.
"Itu karena kalian Bodoh,".
"Ehh Liena kenapa kau menjawab pertanyaanku?". Tanya Liu Zhang.
"Hahah, Kalian memang Bodoh, kalian merencanakan mengerjai Rong Bai tapi kalian berbicara begitu keras apa lagi kota semua adalah Kultivator jadi berbisikpun Rong Bai pasti mendengarnya". Jawab Liena Sue .
"Kenapa aku tidak ingat ya, apa kita benar benar Bodoh Silas". Ucap Liu Zhang dengan wajah sedih yang di buat buat.
"Sudahlah, kau sendiri Yang bodoh jangan membawa bawa namaku". Jawab Silas kemudian pergi ke tengah sungai lagi untuk membersihkan diri yang terkena lumpur.
"Ah Rong apakah kau tidak membantu mereka menangkap ikan?". Tanya Liena Sue.
"Aku membantu mereka, lihat wadah itu penuh dengan ikan". Jawab Rong Bai sambil menunjukkan Wadah di sampingnya yang memang benar penuh dengan ikan segar.
"Ehh kapan kau menangkapnya? Bukankah kau hanya duduk di tepi bahkan berbaring". Ucap Liu Zhang tak percaya.
"Itu karena aku pintar". Ucap Rong Bai kemudian mengajak Liena Sue untuk membersihkan Ikannya.
"Aneh, apa aku benar benar Bodoh sih". Gumam Liu Zhang.
"Ah Masa Bodoh, kalau aku memang bodoh apa salahnya yang penting makan ikan". Sambung Liu Zhang yang kemudian mengikuti Silas untuk membersihkan diri.
Liena Sue dan Yu Yin bertugas membuat bumbu sedangkan Tong Bai telah selesai membersihkan ikannya dan kini sedang menusuk ikan satu persatu.
Mereka akhirnya mulai membakar ikan, Wangi kelezatan ikan yang begitu harum membuat setiap yang melewatinya pasti akan tergiur. Silas dan Liu Zhang dengan terburu buru berganti pakaian kemudian bergabung dengan Rong Bai dan yang lainnya.
"Wah wangi sekali pasti lezat". Ucap Liu Zhang sembari menggosokkan telapak tangannya.
"Kau hanya tahu makan saja, mencari ikan saja tidak bisa". Yu Yin menyindir.
"Ahh masa bodoh, berikan aku satu. Aku laparrr".
"Dasar tukang makan". Yu Yin Menggerutu.
"Liena apa kita akan bermalam di sini?". Tanya Yu Yin.
"Menurut kalian bagaimana?". Tanya Liena Sue.
"Kita bermalam di sini saja, suasana cukup damai". Sahut Liu Zhang.