Menjadi Pelayan Pangeran Bupati

Menjadi Pelayan Pangeran Bupati
H-1 pernikahan Bian Sue


Sehari sebelum hari H pernikahan Bian Sue dan Ji Hua, Istana Negara Ba sudah selesai di dekorasi begitupun kamar pengantinnya.


Setelah Menikah, Kaisar Sue memberikan Kediaman besar kepada Putra Mahkota dan Putri Mahkota yang tak jauh dari istana.


Setelah Kaisar Lengser baru Putra Mahkota dan istri beserta selir jika punya bisa pindah Keistana kembali.


Hari ini Bian Sue mengadakan makan siang bersama di Istanannya, namun hanya mengundang teman temannya dan Sang Adik beserta calon suaminya.


"Mari mari jangan sungkan". Ucap Bian Sue mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Ramai sekali kak, wahh.. Makanannya banyak sekali". Ucap Liena Sue segera berbinar setelah melihat puluhan makanan tertata rapi di meja makan panjang yang di siapkan di Bawah pohon rindang Istana Putra Mahkota.


"Silahkan duduk semuanya, ". Ucap Bian Sue lagi.


"Wah wah, kau akan menikah tapi kau masih berpesta seperti ini? apakah tidak pemborosan?". Ucap Teman Bian Sue anak menteri Su.


"Tidak, aku senang jika kita bisa berkumpul sebelum pernikahanku. Su Tao, kau cepatlah cari calon dan menikah. Bukankah umurmu sudah cukup tua untuk menikah?". Goda Bian Sue.


Bian Sue pun mendapatkan tonyoran dari Su Tao itu, Dia sudah hapal persis kelakuan sahabatnya itu yang suka menggoda . Walaupun Bian Sue seorang pangeran tapi dia tidak ingin membatasi jarak antaranya dan Sahabat sahabatnya, sehingga Formalitas hanya dilakukan ketika acara resmi saja. Jika bertemu biasa Bian Sue melarang mereka untuk terlalu sopan.


"Ehh bukankah Tamu dari Negara lain akan tiba hari ini? Bukannya menyambut kau malah mengadakan Makan makan seperti ini". Tanya Su Tao .


"Ayah bilang cukup mereka saja yang menyambut, Para anak anak boleh melakukan sesuatu sendiri". Jawab Bian Sue.


"Apakah ayahmu dan saudaramu akan datang Ah Rong?" . Tanya Liena Sue sambil berbisik.


"Yahh, dan pastinya Yu Yin juga akan tiba". Jawab Rong Bai.


"Benarkah? ".


"Ya, apa kau senang?". Tanya Rong Bai.


"Tentu saja, aku sangat merindukannya Tau". Jawab Liena Sue.


"Kalau begitu bagaimana denganku? Apa kau juga merindukanku?". Goda Rong Bai sehingga membuat Liena Sue merona.


"Kau jadi tukang menggoda ya, Sudah tertular Virus dari kak Bian". Ucap Liena Sue sambil memukul pelan lengan Rong Bai.


"Heheh, sedikit". Bisik Rong Bai.


"Huh dasar". Sahut Liena Sue.


Tak lama kemudian semua undangan sudah datang , Bian Sue mempersilahkan mereka untuk memulai makan siangnya. Sesekali mereka bercanda tawa bahkan mengobrol.


Bian Sue sangat merindukan hari hari dimana tidak ada kekuasaan dan hanya ada kebersamaan seperti ini.


Dari dulu Bian Sue hanya dekat dengan Liena Sue saja karena Adiknya yang lain tidak terlalu suka bersosialisasi. Bahkan ada beberapa yang memilih tinggal di Kediaman luar karena tidak menginginkan kekuasaan atau perebutan tahta sama sekali.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, mereka segera berpamitan karena mempunyai urusan masing masing.


Begitupun Liena Sue yang sudah ada Janji ingin menemui Yu Yin yang baru saja tiba di Istana Negara Ba.


"Lalu bagaimana denganmu Rong Bai?". Tanya Bian Sue.


"Aku akan bersama Liena untuk menemuki Saudara dan Ayahku kakak Bian". Jawab Rong Bai.


"Baiklah, Kalau begitu hati hati. Dan terimakasih karena sudah hadir".


"Tentu kak, kami pamit dulu". Sahut Liena Sue.


"Yang Mulia". Sapa Sam dari balik pohon.


"Kau awasi tamu yang baru datang, takutnya ada mata mata dari musuh".


"Baik Yang Mulia".


"Jangan lupa laporkan setiap rincinya".


"Tentu Yang Mulia". Jawab Sam kemudian segera pergi .


Sedangkan Bian Sue memasuki kamarnya untuk beristirahat.


"Kalian bersihkan mejanya, aku ingin beristirahat". perintah Bian Sue kepada para pelayannya.


"Baik Yang Mulia".


..


Di depan Istana, Para tamu undangan berjajar memasuki Istana.


Rombongan Kaisar Bai pun memasuki lebih dulu ke dalam Istana, diikuti anggota kerajaan lainnya.


Terlihat Yu Yin satu gerbong dengan Pangeran Silas, ia perlahan membuka tirai Kereta untuk melihat suasana luar gerbong.


"Wahh kerajaan Ba ternyata lebih besar dan ramai ya". Ucap Yu Yin.


"Benar, Negara Ba termasuk Negara Terkaya di Benua ini". Sahut Silas


"Lalu apakah Liena benar benar putri Negara Ba ?".


"Dasar gadis bodoh, Marga Liena adalah Sue dan kaisar Negara Ba adalah Kaisar Sue.". Sahut Silas sambil menjitak pelan dahi Yu Yin karena gemas.


"Heheh, aku kan tidak tahu.. ".


"Yang Mulia, kita sudah sampai". Ucap Kasim dari luar kereta.


"Baik,". Jawab Silas.


Silas pun mengulurkan tangannya ke Yu Yin namun Yu Yin terlihat kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo, pegang tanganku.". Ucap Silas.


"eh iya.. iya". Jawab Yu Yin yang kemudian meraih tangan Silas .


Mereka berdua pun segera turun dari kereta dan ikut bergabung dengan Kaisar Bai dan anggota kerajaan lainnya.


Yu Yin terlihat celingukan seperti mencari sesuatu, Silas yang menyadarinya pun bertanya.


"Ada apa? ". Tanya Silas.


"Kenapa Liena tidak menyambut kita?". Tanya Yu Yin.


"Tuan Putri sedang menghadiri makan siang Di tempat Putra Mahkota Nona". Sahut salah satu pelayan yang menyambut mereka.


"Ohh pantas saja ".


"Tenang saja kita nanti pasti bertemu". Ucap Silas .


"Baiklah aku percaya padamu". Ucap Yu Yin sambil tersenyum.


Mereka pun segera di arahkan pelayan Istana menuju kamar Tamu, Kali ini hanya mengundang dari Negara Gu dan Negara Sheng saja dan para menteri Negara Ba.


Yu Yin mendapatkan Kamar dekat dengan Pangeran Silas, sedangkan Kaisar Bai dan Selir Agung mendapatkan Kamar dekat dengan Istana Kaisar Sue.


"Yinyin.. ". teriak Liena Sue setelah sampai di halaman Yu Yin.


Yu Yin yang mendengar suara Liena Sue pun segera keluar dan berlari menghampiri sahabatnya itu.


Pangeran Silas yang tengah bersama Yu Yin pun segera ikut keluar menyambut pemilik Suara .


Liena Sue datang dengan Rong Bai, Yu Yin mempersilahkan mereka untuk duduk dan minum teh di kursi bawah pohon besar.


"Bagaimana kabarmu Liena? Astaga aku sangat merindukanmu". Ucap Yu Yin.


"Tentu saja baik, ku dengar kalian berdua sudah bertunangan?". Tanya Liena Sue.


"Hanya pertunangan kecil, nanti akan diadakan pesta setelah pernikahan kalian". Jawab Pangeran Silas.


"Benarkah?". Tanya Liena Sue.


"Tentu saja". Jawab Yu Yin.


"Oh Ya, selamat ya untuk jabatan barumu Pangeran Silas. Kudengar kau kini menjadi Pangeran Bupati". Ucap Liena Sue.


"Yahh semua berkat kau dan suamimu itu Tuan Putri". Jawab Silas malu malu.


"Yahh karena memang kau pantas, Oh ya aku membawa hadiah selamat datang untuk kalian. Yuri bawalah kemari".


"Ini Tuan Putri". Ucap Yuru sambil memberikan Nampan berisi Giok dan perhiasan.


"Perhiasan ini untukmu Yinyin, dan Giok naga ini untukmu Yang Mulia".


"Terimakasih Yang Mulia". Sahut Pangeran Silas.


"Terimakasih Liena". Sahut Yu Yin kemudian.


Setelah mendapatkan hadiah mereka pun segera berbincang satu sama lain melepas rindu , hingga hari mulai petang merekapun berpisah.