Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
SATU TAHUN BERLALU


satu tahun telah berlalu sejak Mao sudah merencanakan apa yang Bram rencanakan dan jadilah sebuah pasar megah di sebelah timur dengan bendungan di sebelahnya


dan sesuai harapan pasar tersebut membuat semakin banyak pengunjung ke kota tua, kota tua sekarang terkenal dengan kota perdagangan di setiap kerajaan karena barang apapun yang ada di seluruh negeri bisa di temukan di kota tua itu


Dengan perjuangan Mao membangun kota tua, kota tua sekarang sudah menjadi Kota terpadat di negara itu berkat perdagangan dan tempat Wisata yang di bangun di sekitar bukit dan sekitar Kota tua


Saat ini Mao sedang duduk bersama ketujuh istrinya yang sedang mengandung anak Mao yang baru kandungannya ada yang berusia Enam bulan tujuh bulan dan delapan bulan


Mao berusaha setiap hari tapi baru di berikan ternyata semuanya berhasil mengandung anaknya biar di antara istirnya tidak ada yang keberatan satu sama lain


"Sayang anak laki atau perempuan yang kamu inginkan"kata Lian menatap Mao


"Aku menginginkan keduanya"kata Mao


"Kalo aku ingin anak perempuan yang imut"kata Lian


"aku ingin anak laki-laki yang ganteng dan berani seperti ayahnya"kata Dewi


"hahaha kalian berdua menginginkan salah satu yang baik, aku jadi ingin keduanya, biar cantik seperti ibunya dan ayahnya"kata hayu


"saudari hayu curang masak menginginkan keduanya"kata Lian


"sudah-sudah kalian sedang hamil, sebaiknya kalian banyak-banyak berjalan dan jangan mudah emosi"kata Mao menenangkan semuanya yang dari awal berbicara satu sama lain


Mao pun mengajak semua istrinya berjalan mengelilingi lapangan di sekitar kediaman sampai sore hari baru Mao mengajak semuanya kembali ke kediaman jendral untuk istirahat


Kebahagian Mao terpancarkan saat melihat semua istrinya bahagia ketika bersamanya, Mao memberikan apa sama rata pada istrinya, jika istri yang satu menginginkan satu barang atau makanan Mao memberikannya sama rata agar mereka tidak ada yang saling iri hati


Setelah menyuruh semua istrinya istirahat Mao keluar untuk melihat langit malam yang tampak bintang indah di luarnya Mao memikirkan banyak hal tentang apa yang telah dia lalui dalam hidup


"Perasaan ada satu hal yang aku lupakan, yaitu orang yang menyerang ku dulu yang di penjara sekarang mereka ada di mana"kata Mao mengingat kembali dia pernah di serang pada malam hari dan kedua orang itu di penjara sudah terlalu lama di penjara kediamannya ,baru Mao mengingatnya karena banyaknya pekerjaan


Kejadian itu sudah berlalu dua tahun yang lalu, jadi Mao merasa bersalah kepada dua prajurit yang menjaga tahanan itu juga, Mao langsung menuju ke ruang tahanan yang ada di bawah kediaman dengan cepat


"Salam jendral"kata dia orang penjaga yang sama dua tahun yang lalu ada di sana masih menjaga Orang yang menyerang Mao pada malam itu


"Maaf paman-paman membuat kalian sudah menjaga dua orang ini cukup lama, apa paman berdua makan teratur"kata Mao


"Kami selalu makan enak jendral"kata salah satu penjaga yang seorang prajurit itu


"siapa yang mengantarkan makanan"kata Mao


"aku yang mengantarkan mereka, bisa-bisanya kakak lupa kalo kakak ada tahanan di bawah sini"kata Xun xiang adiknya Xin Xiang menuruni tangga membawa Makanan dengan nampan berisi banyak makanan


"oh terima kasih Adi Xun telah memberi mereka makanan, apa Kalian juga memberi tahanan ini makanan"kata Mao


"iya jendral, apa yang kami makan sama dengan yang mereka makan"jawab salah satu prajurit itu


"Aku sangat merasa bersalah karena mengurung kalian di sini, aku akan bertanya sekali lagi siapa yang menyuruh kalian menyerang ku dua tahun yang lalu"kata Mao


"maaf Atas kesalahan kami jendral, kami hanya suruhan dari kerajaan bintang, raja si Liu"kata salah seorang tahanan itu


"siap jendral"kata kedua penjaga itu


"siap kakak"kata Xun Xiang


Setelah itu Mao berjalan keluar bersama dengan Xun, setelah mencapai pintu keluar Xun pergi memanggil Dao, sementara Mao pergi ke ruang pertemuan


tak lama. Menunggu kedua penjaga itu membawa kedua tahanan itu ke ruang pertemuan di hadapan Mao yang sedang duduk di singgasananya


"Lepaskan ikatan mereka berdua, dan silahkan kalian berempat bisa duduk di kursi masing-masing, duduklah aku tidak akan memarahi kalian"kata Mao memandang mereka dengan rasa bersalah


"siap jendral"kata kedua prajurit itu lalu duduk bersama mengajak dua tahanan tersebut


"Ada apa jendral memanggilku malam-malam begini huaaahhh"kata Dao sambil menguap karena mengantuk


"Aku tidak percaya jam segini seorang wakil jendral Sudah mengantuk, coba lihat orang itu"kata Mao


"ini sudah jam sembilan malam jendral, Bagaimana mungkin aku tidak mengantuk, mereka"kata Dao terdiam saat melihat kedua orang yang sedang duduk itu adalah tahanan yang menyerang Mao dua tahun lalu


"oh saudara Mao mengenalinya, benar itu mereka kedua tahanan itu, sebaiknya saudara Mao duduk dulu"kata Mao


"baik ada apa dengan kedua tahanan ini"tanya Dao


"Mereka adalah suruhan paman ku si Liu itu dulu, tapi aku belum tau kemana Roki melenyapkan si Liu dan yang lainnya tanpa ada kabar sampai sekarang"kata Mao


"oh jadi mereka suruhan si Liu itu, aku pernah mendengarnya dari saudara Roki bahwa Si Liu dan keluarga yang melakukan hal tidak terpuji itu sudah di asingkan di pulau kecil dengan banyak bahan makanan, cukup untuk hidup seratus tahun"kata Mao


"hahahaha hahaha sungguh kejam saudara Zuan itu"tawa Mao terbahak bahak


"jadi bagaimana ini tentang kedua orang ini jendral"tanya Mao


"paman berdua nama kalian siapa"tanya Mao menatap dua tahanan itu


"nama ku Sio Ling dan ini adik saya Dio Ling"kata salah seorang di antara dua tahanan itu yaitu sio Ling


"tunggu, bukankah saudara Dao dari keluarga Ling juga"kata Mao mengingat nama Dao Ling yang berasal dari keluarga Ling juga


"iya benar tapi keluarga Ling sangat banyak sehingga terpencar kesana kemari tidak seperti keluarga lainnya yang berkumpul, kalo boleh tau kalian keluarga Ling dari mana"tanya Dao


"Kami dari keluarga Ling pedang dewa"kata sio Ling


"Apa, kamu dari keluarga Ling ibu kota, apa ayahmu bernama Jian Ling"kata Dao terkejut


"iya tuan dari mana anda tau nama ayah saya"kata Sio Ling


"Panggil aku kakak, ayahmu adalah Adik dari ayahku Pian Ling"kata Dao geram


"Maaf kakak pertama aku tidak tau itu kalo anda dari keluarga Ling juga"kata Sio Ling


"tidak apa-apa ayahku sudah lama mati saat aku pergi, kalian waktu itu masih sangat kecil saat aku meninggalkan kalian berdua, bagaimana keadaan Ayah kalian"tanya Dao sedih