
Barang utama ketiga hanya ada baju perang jadi Mao tidak menawar karena memakai baju perang hanya akan menghambat kelincahannya dalam bergerak itu yang di pikirkan oleh mao, setelah acara lelang selesai mao keluar bersama Roki dan Roki mengajak Mao menuju kediaman jendral karena hari sudah malam saat pelelangan selesai.
Mao membawa kuda dan obat yang dia dapatkan di pelelangan menuju ke kediaman jendral dengan berjalan bersama Roki.
"Apa belum cukup aku menghajar mu setelah kau di usir dari kerajaan bintang"kata seseorang yang menghadang Mao di tengah jalan saat akan menuju ke kediaman jendral bersama roki.dan orang itu tidak lain adalah Lin Liu bersama pengawalnya di belakangnya.
"Lin aku sudah cukup sabar menghadapi orang sepertimu, lebih baik kamu pergi sekarang disini bukan wilayah kekuasaannya"kata Mao saat melihat Lin menghadang jalannya
"Hahahaha hahahaha sudah berani juga ya kamu berkata seperti itu, sebentar lagi kita ini akan menjadi milikku jangan harap kamu bisa lolos dari kota ini sekarang,prajurit bunuh dia"kata Lin
mendengar kata-kata Lin semua prajurit yang ada di belakang Lin langsung ingin maju menyerang Mao tapi Mao bukan orang bodoh dan bukan orang yang lemah saat ini jadi Mao langsung menggunakan jurus nya dan seketika menghilang dan muncul di dekat Lin Dan memenggal kepalanya sedangkan pedangnya sudah masuk ke dalam tangannya,,semua prajurit yang melihat Mao tiba-tiba menghilang dan berbalik melihat pangeran mereka sudah terpisah kepala dari badannya.
"Sebenarnya aku tidak ingin membunuhnya tapi karena sudah berulang kali membuatku marah, aku tidak tahan mendengar ucapannya"gumam Mao dalam pikirannya sambil berbalik melihat prajurit yang gemetar menatap Mao.
semua prajurit yang ada di sana langsung mengangkat jenazah Lin Dan membawanya pergi, sekarang hanya tinggal Mao dan Roki yang ada di tempat itu.
"Jendral Mao apa ini tidak keterlaluan karena membunuh putra mahkota kerajaan bintang"kata Roki menghampiri Li
"ini akan semakin mendesak kerajaan bintang mungkin mereka akan menyerang besar-besaran setelah ke jadian ini, tapi aku minta tolong kerahkan semua prajurit untuk berjaga-jaga selama aku kembali ke markas ku untuk menjemput prajurit ku, aku tidak bisa menundanya lagi aku tidak jadi menginap di kediaman aku akan langsung kembali ke markas"kata Mao sambil menaiki kudanya.
"siap jendral"kata Roki sambil memberi hormat.
Setelah itu Mao memacu kudanya dengan cepat dan keluar dari kota tua untuk menuju markas gagak terbang, sedangkan roki langsung menyelesaikan apa yang Mao katakan padanya dan malam itu Roki mengurus semua prajurit untuk lebih memperketat pertahanan di kota tua.
Mao semalaman penuh tanpa henti memaksa kuda yang baru saja dia beli untuk cepat menuju markas gagak terbang, setelah semalaman pagi menjelang Mao sudah sampai di kota bambu. Mao tidak istirahat dan langsung keluar menuju markas gagak terbang dengan cepat beberapa menit Mao sampai di markas gagak terbang dan melihat begitu banyak orang yang mulai berlatih pagi hari,Mao menuju ke kursi tempat dia sebelumnya di lapangan latihan itu dan melihat anak buahnya sudah ada yang berusaha melewati tahap ke Lima dari latihan itu.