Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
RENCANA PERTEMUAN


"siap jendral"kata


"Untuk keluarga kerajaan bintang yang melakukan melakukan kecurangan juga lakukan hal yang sama, tapi karena kalian baru kembali istirahatlah dulu beberapa hari, masalah Kerajaan bintang sudah selesai sekarang satu kerajaan lagi yang akan menjadi halangan kota tua ini yaitu kerajaan cahaya bagaimana menurut kalian"kata Mao


"Kerajaan cahaya bukan masalah jendral Mao"kata Era


"kenapa saudara Era berkata demikian"tanya Mao


"Maaf jendral kurang sopan, tapi aku sudah mengirim pengintai ke kerajaan cahaya untuk mencari informasi lengkap tentang kerajaan tersebut dan aku menemukan bahwa kerajaan cahaya sekarang Di pimpin hanya seorang ratu muda bukan raja dan ratu, aku mendengar setelah berperang beberapa tahun yang lalu bahwa raja dan ratu kerajaan cahaya bersama mempertahankan kerajaan mereka dari serangan musuh yang mereka tidak tau dari mana asalnya"kata Eder panjang lebarnya


"hahahaha aku tidak menyangka serangan mu berhasil membunuhnya Zuan"kata Si Liu tertawa keras dan si Liu masih berada di depan Mao


"Apa maksudmu paman"kata Mao terkejut saat si Liu menyebut Zuan


"Maaf jendral itu terjadi Satu tahun yang lalu, saya dengan Anak saya menyerang kerajaan Cahaya atas perintah Si Liu ini untuk menguasai kerajaan cahaya tapi karena serangan kami diam-diam hanya berhasil menewaskan beberapa orang saja, karena pertahanan Kerajaan cahaya sangat kuat dengan benteng tinggi yang mereka miliki dan aku tidak menyangka Raja dan ratu mereka terbunuh saat itu"kata Zuan menjelaskan pada Mao


"itu bukan salah paman Zuan dan saudara Xin itu semua karena suruhan pamanku ini, jadi Sebagai permintaan maafkan kepada Ratu yang sekarang memimpin tolong kirim surat kepadanya agar mau di ajak bertemu merundingkan kerja sama dengan kota tua bagaimanapun caranya"kata Mao


"Bagaimana kalo saya yang membuat surat itu jendral"kata Mira


"karena pemimpin perdagangan sudah membuat keputusan untuk membuat surat tersebut, ada masalah apa lagi yang perlu kita bicarakan , kalo tidak ada silahkan kalian kerjakan kerjaan masing-masing"kata Mao


Setelah Mao berkata seperti itu semuanya bubar satu persatu melakukan melakukan apa yang Mao perintahkan termasuk Dao yang menuju ruang harta untuk membuat hadiah bagi semua prajurit dan pemimpin pasukan termasuk


Sedangkan yang tersisa di ruangan itu hanya beberapa orang saja yang masih duduk berbincang satu sama lain, sedangkan Mao berpindah duduk di sebelah meja kerjanya melihat tumpukan berkas yang perlu di beri stempel persetujuan darinya


Sedangkan Roki,Zuan dan Xin sudah membawa si Liu keluar menuju markas selatan tempat mereka menjadi pemimpin pasukan


"Apa ada yang perlu kalian tanyakan lagi"kata Mao melihat beberapa orang masih ada disana


"Jendral apa tidak melupakan sesuatu"kata Dewi bertanya


karena Dewi yang bertanya Mao pun berpikir sambil memberi stempel pada kertas di atas meja kerja miliknya


"Mungkin maksudmu masalah Pasukan perempuan dan pemimpinnya"kata Mao setelah menemukan apa yang dia pikirkan


"benar"kata Dewi


"Bilang saja pada saudara Dao juga memberikan upah pada pasukan perempuan dan pemimpin mereka "kata Mao


"ayo saudari Lian kita ke ruang harta"kata Dewi mengajak Lian pergi sambil menarik tangan Lian


Setelah memberikan stempel ke semua berkas, Mao menyuruh Ketiga pemimpin yang di depannya untuk mengambil berkas tersebut


Setelah kepergian Ketiga pemimpin itu waktu siang sudah berlanjut sampai Mao berpikir apa yang akan dia kerjakan dan Mao memutuskan untuk berkeliling ke kota tua


Mao berkeliling sendiri di jalanan kota tua dengan berjalan-jalan sampai sore hari baru dia kembali ke kediaman jendral miliknya


"Keadaan kota tua sudah makin ramai berkat pemimpin pembangunan kota tua lainnya"kata Mao sambil berbaring di tempat tidurnya


Sampai malam hari Mao berbaring di tempat tidur sambil berpikir langkah apa yang akan dia kerjakan selanjutnya


Tanpa sadar Mao tertidur karena memikirkan banyak hal untuk mengembangkan kota tua menuju kota yang lebih maju


Selama satu bulan penuh Mao hanya mengerjakan apa yang di kerjakan seperti hari-hari sebelumnya, setelah melakukan pertemuan, Mao melakukan pertemuan dengan pemimpin pasukan dan pemimpin lainnya, Roki, Zuan, Xin ,dan Sean juga sudah menyelesaikan pekerjaannya Yang mengatur kembali raja yang berhak menjadi kerajaan bintang dan menghapus semua orang yang bersalah


"Ini sudah satu bulan berlalu dan Kita sudah menyelesaikan semua Kerjaan kita untuk membangun kota tua menjadi lebih maju, dan banyak orang yang sudah datang ke kota tua untuk menetap dan berdagang, liburan dan sebagainya, keadaan kota tua sekarang sudah sangat ramai dan kita harus tetap menjaga keamanan bagi setiap orang, jadi apa lagi yang akan kita lakukan"kata Mao duduk di singgasananya di ruang pertemuan itu


"Seperti yang aku usulkan di kertas sebelumnya jendral harus melakukan pertemuan dengan raja kelima kerajaan dalam hal perdamaian dan Jendral Mao yang menjadi Tengah dari perdamaian tersebut agar semuanya mau berdamai satu sama lain, dan kertas lainnya adalah undangan yang jendral Mao sudah Beri persetujuan"kata Bram


"Benar apa yang Kakek Bram katakan dalam surat itu sudah aku setujui, dan kapan pertemuan itu akan berlangsung"tanya Mao


"dua hari lagi jendral dan Istana pertemuan itu sudah selesai di bangun"kata Bram


"baiklah jika itu keputusan kakek Bram, dan buatkan surat perjanjian perdamaian untuk kelima kerajaan di sata pertemuan tersebut"kata Mao


"karena di ruang pertemuan itu hanya ada boleh di ikuti dua orang pelindung untuk masuk istana pertemuan sekarang jendral bisa menentukan Dua orang yang akan ikut"kata Bram


"mmmmm baiklah karena ini urusan negara, sudah pasti saudara Dao akan ikut, satu orang lagi aku ingin kalian yang menentukannya"kata Mao


Mendengar ucapan Mao mereka mulai berbicara satu sama lain untuk membicarakan siapa satu orang lagi yang akan ikut masuk melindungi Mao di istana pertemuan itu


"Kami sudah putuskan jendral, aku dan Kakek Zeng yang akan ikut ke pertemuan itu"kata Dao


"saudara Dao dan kakekku,mmmmm baiklah jika itu keputusan kalian, apa kakek tidak keberatan"kata Mao sambil bertanya pada Zeng Miu kakeknya dari keluarga ibunya


"Tentu jendral"kata Zeng Miu


"Baiklah, karena pertemuannya dua hari lagi aku ingin semua pemimpin pasukan agar menyiapkan pertahanan terkuat agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan dan kawal raja-raja yang akan datang ke pertemuan itu"kata Mao


"siap jendral"kata semua pemimpin pasukan yang ada di ruangan itu