Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
TIGA PEMIMPIN WANITA


Mao kembali langsung menuju kediaman jendral miliknya dan melihat sudah ada Dewi,Lian,Dao,Ding,Mira dan Bram yang menunggu Mao di ruang pertemuan, setelah masuk Mao melihat Ke enam orang tersebut sedang asik berbincang satu sama lain, Mao langsung duduk di samping singgasana yang memiliki kursi Dan meja di sebelahnya yang dimana tempat berkas-berkas yang membutuhkan persetujuannya Untuk di tanda tangani agar langsung di kerjakan oleh ke tiga pemimpin yang Mao angkat sebagai pemimpin membangun kota tua


"Pagi-pagi sekali aku melihat jendral pergi, dan siang ini baru kembali, kemana dia pergi pagi sekali"kata Dao berbicara dengan lima orang lainnya yang di sana


"aku juga tidak tau paman sepertinya jendral sedang ada masalah"kata Dewi


"Sepertinya dia sedang Ada urusan mendadak, baru pagi tadi pertama kali aku mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban dan setelah membuka kamarnya orangnya tidak ada"kata Lian


Mao sendiri mendengar ucapan Orang yang duduk di bawahnya yang terus penasaran kemana dia pergi pagi pagi sekali


"Kenapa kalian semua tidak menanyakannya langsung dan terus menduga-duga sesuatu yang tidak jelas"kata Mao terdengar oleh ke enam orang yang duduk sambil berbincang tentang dirinya


"Jadi kemana jendral pagi ini tumben sekali aku tidak melihat mu di kamar"kata Lian Menatap Mao


"Mmmm sepertinya tidak perlu aku jelaskan karena kalian tidak perlu tau"kata Mao cuek sambil memeriksa isi berkas tentang banyaknya rencana dari ketiga pemimpin yang akan memajukan kota tua


"percuma aku bertanya, kalo jendral sendiri tidak mau menjawabnya"kata Lian


"benar kata saudari Lian,kenapa jendral menyuruhnya bertanya tapi tidak menjawabnya"kata Dewi


"ini sudah selesai, semua rencana Kalian sangat bagus untuk mengembangkan kota tua"kata Mao berdiri berpindah duduk di singgasana miliknya


"pagi sekali aku pergi ke tempat terjadinya perang, aku khawatir dengan pasukan yang sedang berperang tapi ke khawatiran ku sampai sana hilang setelah melihat jendral dari kerajaan bintang sudah mati terbunuh dan masih ada satu jendral lagi yang hidup"kata Mao setelah duduk di singgasananya dengan santai


"bagaimana keadaan pasukan kita jendral apa ada yang menjadi korban"tanya Dao


"aku tidak tau pasti ,karena aku sendiri hanya Kesana sebentar melihat kalo kemenangan sudah di pihak kita, lebih baik kita menunggu kabar dari pemimpin pasukan untuk menjelaskannya besok atau lusa"kata Mao


"Aku yakin pasti kita akan menang"kata Dao


"kakek Bram,Mira dan saudara Ding bagaimana pembangunannya berjalan lancar atau tidak, dan bagaimana tentang Cara menarik perhatian agar orang mau tinggal di kota tua ini lagi"tanya Mao


"Pembangunan berjalan lancar jendral, tapi orang yang mau tinggal di kota tua sekarang masih Belum pasti apakah ada yang mau atau tidak, tapi di berkas yang jendral tanda tangani beberapa bangunan untuk menarik perhatian agar orang mau tinggal di kota tua, seperti membangun Tempat wisata di pinggiran kota, membangun tempat bermain dan sebagainya"kata Bram


"Dan tolong usahakan agar pertanian di kota kita akan maju pesat"kata Mao


"Bagaimana kalo kita membaginya menjadi dua bagian jendral, di Utara dan barat sebagai tempat menanam padi dan sayur-sayuran dan di bagian timur dan selatan sebagai tempat Untuk menanam buah buahan"kata Bram


"apa ada alasan untuk itu kakek Bram"tanya Mao.


"Itu ide yang bagus kakek Bram jadi rencananya kapan akan di mulai, kalo itu bisa menarik orang yang ingin tinggal di kota tua"kata Mao


"satu bulan lagi setelah membangun markas, area pasar dan beberapa rumah, mungkin Bisa saya ajukan untuk mencari cara agar ada orang yang mau menjadi petani di kota tua"kata Bram


"baiklah itu masih rencana, jika dengan itu masih belum bisa menarik orang untuk tinggal di kota tua, kita akan Lebih banyak lagi menggunakan jalur perdagangan untuk menarik orang, sedangkan untuk pembangunan bagaimana Saudara ding"kata Mao


"siap jendral"kata Mira


"Masalah pembangunan, Saya berencana membuat sebuah perumahan yang di berikan nama jendral, dan setiap perumahan akan ada banyak kamar seperti sebuah gedung di kota-kota kerajaan yang sudah sangat maju dalam pembangunan"kata Ding


"Bagus lah ini sudah siang jadi kalian bisa lanjutkan kerjaan kalian, dan saudara Dao tolong berikan Upah dan Biaya pembangunan yang mereka butuhkan"kata Mao


"Baik jendral, mari ketiga pemimpin ikut saya untuk mengambil berapa banyak Koin yang anda butuhkan"kata Dao sambil berdiri


Dao mengajak ke tiga pemimpin yang bertujuan membangun kota tua menjadi lebih baik, sedang kan Mao ,Dewi dan Lian masih tetap berada di ruang pertemuan itu


"Jadi setelah Kalian juga tidak melakukan latihan, bukankah kalian belum menyelesaikan buku jurus yang aku kasih"kata Mao menatap Lian dan Dewi setelah cukup lama diam


"kami akan pergi berlatih, tapi jendral sendiri akan mengerjakan apa tanpa kamu"kata Lian


"Oh itu aku hanya akan berkeliling kota saja, lebih baik kalian berlatih saja jangan hiraukan aku"kata Mao


"baiklah kami pergi dulu, ayo saudara Lian"kata Dewi berdiri menarik tangan Lian pergi meninggalkan ruang pertemuan itu


Setelah kepergian Dewi dan Lian, Mao pergi keluar berkeliling ke adaan kota tua yang saat ini sedang di bangun oleh Bram dan Ding dan menurut Mao kota itu tampak indah jika jalanan ,rumah dan markas tersusun rapi


sampai sore hari tiba baru Mao kembali ke kediamannya setelah berkeliling kota tua sendirian, banyak orang yang menghormati Mao karena jasanya dalam mempertahankan kota tua, dan membangun kota tua lebih baik dari sebelumnya


"Apa yang akan aku lakukan besok jika terus seperti ini hanya jalan-jalan saja, sedangkan bawahan ku sudah hampir bisa menyelesaikan semuanya"kata Mao duduk di singgasana di ruang pertemuan


Baru saja berpikir begitu datang tiga orang wanita yang duanya masih muda dan satu lagi yang sudah Cukup tua tapi masih terlihat cantik, mereka Bertiga adalah Li Mei ,Li Wei dan ayu yang bertugas menarik pajak dari penduduk kota tua


"Salam jendral"ucap ketiga wanita itu langsung duduk di kursi yang tidak jauh dari Mao


"Ada urusan apa Dengan ketiga pemimpin wanita datang kemari, Bagaimana pekerjaan anda bibi ayu"Tanya Mao


"Saya sangat senang jendral tapi saya sering tidak bertemu suami dan anak saya, dan maksud kedatanganku ini menyerahkan laporan bulanan pajak dari kota tua"kata Ayu berjalan menyerahkan kertas hasil penarikan pajak di kota tua