Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
RENCANA MAO


"Aku sudah menyuruh paman dan saudaraku Xin untuk tinggal di kediaman jendral tapi mereka menolaknya, apa sebaiknya bibi saja yang bujuk mereka untuk tinggal di sini, mmmmmm ini"kata Mao sambil berpikir


"Iya benar itu hasil pajak yang dapat kami tarik semuanya selama satu bulan penuh dari semua penduduk yang ada di kota tua tanpa ada yang tertinggal satupun"kata Li Mei


"apa menurut jendral itu tidak berlebihan menurunkan pajak, itu saja tidak cukup untuk memberi kami upah di kelompok wanita"kata Li Wei


"Tidak, biar saja begini saja sudah cukup, ini terjadi karena Kekurangan penduduk saja kalo bukan karena kekurangan penduduk mungkin akan cukup untuk menggaji semua prajurit dan pemimpin pasukan"kata Mao


"Baiklah kalo tidak ada lagi yang perlu kami laporkan, kami pergi dulu"kata Li Mei berdiri mengajak dua pemimpin lainnya untuk pergi


setelah kepergian Tiga pemimpin wanita Mao Meninggalkan Ruang pertemuan menuju ke kamarnya


di dalam kamar Mao duduk berpikir sampai malam hari tertidur dengan nyaman tak banyak yang dia pikirkan


Keesokan paginya Mao terbangun, setelah sarapan baru Mao duduk santai di singgasana di ruang pertemuan sendiri belum ada orang sama sekali


setelah menunggu cukup lama satu persatu pemimpin pasukan datang dan duduk di ruang pertemuan


sampai waktu sedikit siang hari baru semua pemimpin pasukan dan yang lainnya sudah berkumpul di ruang pertemuan tersebut


"Baiklah karena semuanya sudah ada di sini jadi mari kita dengarkan Apa yang akan di sampaikan oleh saudara Roki terlebih dahulu"kata Mao membuka suara karena semuanya hanya diam menatap Mao yang santai


"Jendral, setelah perang Semua musuh sudah setuju bergabung dengan pasukan kita, total pasukan yang masih tersisa akibat perang masih sekitar seribu empat ratus orang lebih jadi sesuai yang jendral katakan kami sudah membaginya menjadi empat bagian yaitu Setiap kelompok pasukan mendapat tiga puluh lima ribu pasukan lebih"kata Roki


"berita yang cukup bagus, jendral Sean bagaimana menurutmu"kata Mao


"maaf pangeran, saya bukan jendral lagi saya hanya prajurit biasa"kata Sean


"Ok aku akan panggil anda paman saja, dan jangan panggil aku pangeran lagi karena aku bukan lagi bagian dari kerajaan bintang,saudara Roki, paman Zuan dan saudara Xin bagaimana menurut kalian kalo menambah satu pemimpin pasukan lagi di bawah kalian"kata Mao


"aku juga berpikir begitu jendral dari pada bakat saudaraku Sean ini tidak di gunakan sebaiknya di jadikan pemimpin saja karena taktik perangnya juga di atasku"kata Zuan


"Benar kata ayahku sebaiknya paman Sean di angkat menjadi pemimpin pasukan juga"kata Xin


"aku tidak keberatan, karena jumlah pasukan yang sudah sangat banyak, banyaknya pemimpin pasukan membuat semuanya menjadi lebih mudah"kata Roki


"Jika kalian setuju, maka sekarang paman Sean akan menjadi pemimpin pasukan ke empat di bawah saudaraku Xin"kata Mao


"Maaf jendral, karena jumlah pasukan di tempat kami di markas Utara sudah melebihi sepuluh ribu bisakah anda juga menambahkan pemimpin pasukan untuk kami, karena kami berdua sudah sangat cukup kewalahan mengurus sepuluh ribu orang lebih"kata Eder membuka suara setelah Mao bicara


"benar juga yang di katakan oleh saudara Eder, kalian hanya berdua di pasukan Utara,apakah ada yang ingin menjadi pemimpin pasukan"kata Mao bertanya pada semuanya


"biarkan paman Riu mu menjadi pemimpin pasukan di sebelah Utara"kata Zeng kakeknya Mao yang duduk bersama paman dan bibinya Mao setelah semuanya diam cukup lama


"Paman Riu anda memang dua tahun lebih muda dari saya dan semua orang tapi tehnik pedang yang paman Riu kuasai lebih kurang sama seperti pemimpin pasukan lainnya"kata Mao


"benar apa kata jendral, sebaiknya kamu belajar mulai sekarang, kalo kami berdua sudah cukup tua untuk menjadi pemimpin pasukan"kata Den Miu paman pertamanya Mao


"Baiklah"kata Riu Miu pasrah


"jadi untuk memenuhi kebutuhan dari saudara Eder, paman Miu akan menjadi pemimpin pasukan ke tiga di markas Utara"kata Mao


"terima kasih jendral"kata Eder sangat senang karena paman Mao sendiri yang menjadi pemimpin pasukan di Markas Utara tempatnya


"Karena tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, dalam beberapa bulan ke depan aku ingin pasukan kita menguasai kota kerajaan pedang dewa dalam hal tersebut aku ingin mengutus ke empat pemimpin bagian selatan untuk menguasai kota kerajaan bintang, dan berlatihlah lebih giat lagi, jika pemimpin pasukan selatan tidak bisa merebut kota kerajaan bintang aku terpaksa akan mengirim pemimpin pasukan lain"kata Mao


mendengar ucapan Mao membuat Roki, Zuan ,Xin dan Sean terkejut akan hal itu


"Apa itu mungkin jendral"kata Roki


"iya apa itu mungkin, sedangkan pasukan kerajaan bintang berjumlah setengah juta bersiap siaga di kota kerajaan bintang"kata Zuan


"Mmmmm bukan itu yang menjadi penghalang untuk menghadapi kerajaan bintang, dan satu lagi apa paman Zuan masih rela melihat penduduk yang tersiksa oleh raja sekarang yang memimpin kerajaan bintang, kita tidak perlu berperang aku hanya ingin raja kerajaan bintang di gantikan oleh orang lain"kata Mao


"baik kami pemimpin Markas selatan akan berusaha berlatih sebaik mungkin"kata Roki


"Ya aku juga siap"kata Sean


"aku juga"kata Zuan dan Xin bersamaan


"Tapi apa jendral tidak ingin menjadi raja kerajaan bintang"kata Roki


"tidak, karena aku ingin kota tua yang tepat berbatasan dengan kelima kerajaan ini di takuti oleh kelima kerajaan,kerjaan pedang dewa jangan urusi karena kerajaan pedang dewa sudah seperti pelindung bagi kita,yang harus kita waspadai adalah ke empat kerajaan lainnya, kalo mereka tidak ada yang mengirim diplomatis agar tidak menyerang kota tua, maka aku sendiri yang akan mengganti raja mereka dengan yang lebih baik, dan sebagai raja di kerajaan bintang nantinya apa kalian ada yang berminat"kata Mao panjang lebar di akhiri pertanyaan


"aku tetap akan berada di kota tua bersama jendral"kata Zuan


"aku juga"kata Xin


satu persatu menjawab akan tetap di kota tua bersama mao tidak ada yang ingin menjadi raja di kerajaan bintang nantinya termasuk Sean yang baru saja di angkat menjadi pemimpin pasukan selatan


"Baik jika semuanya di sini tidak ada yang mau, saudara Dao Carikan orang yang dapat di percaya untuk menjadi raja kerajaan bintang nantinya, dan jika dia berkhianat nantinya akan kita ganti lagi dengan raja yang baru"kata Mao


"siap jendral"kata dao