
"baik jendral mulai besok saya akan membawa semua prajurit untuk berlatih bersama"kat Roki
"Bagaimana saudara ding pembangunannya bisa selesai kapan kira-kira"kata moa melihat Ding
"menurutku karena lokasinya yang bersih dan bahannya cukup cepat di dapat pembangunan empat markas prajurit bisa akan saya selesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan jendral"kata Ding
"Bagus aku tidak salah memilih saudara Ding, Baiklah ini sudah malam sebaiknya besok pagi kita lanjutkan untuk membicarakan masalah selanjutnya, kalian bisa pergi istirahat"kata Mao sambil berdiri berjalan menuju ke arah tangga
Mao berjalan ke kamarnya meninggalkan semua pemimpin Yang ada disana, semua pemimpin setelah cukup lama berbicara di ruangan pertemuan juga bubar menuju kamar mereka masing-masing
Mao berada di kamarnya sambil tiduran memikirkan apa yang akan dia lakukan dan rencanakan besok jadi Mao berpikir hingga tertidur tanpa sadar di atas ranjang miliknya
Tok tok tok
tok tok tok
Pagi hari Mao terbangun oleh ketokan pintu kamarnya, baru saja bangun Mao langsung menuju pintu kamar membuka pintu siapa yang mengetok pintu
"oh Kamu sayang ada apa"kata Mao menatap Lian yang ada di balik pintu setelah Mao membuka pintu kamarnya
"Ini sudah hampir siang apa kamu tidak mau mengatur apa yang akan di lakukan oleh semua pemimpin, Kakek,paman, bibi dan lainnya hari ini, mereka sudah menunggu di ruang pertemuan"kata Lian menatap Mao sedikit kesal
"maaf sayang jangan marah begitu, aku tidur kemalaman, tunggu sebentar aku mau mandi dan ganti pakaian"kata Mao
Mao menutup pintu kamar dan langsung menuju ke kamar mandi lalu berganti pakaian Yang sudah ada di lemari pakaian
"Ayo kita menuju ke ruang pertemuan sayang"kata Mao menatap Lian yang masih menunggu di depan pintu kamar Mao setelah Mao membuka pintu kamarnya
Mao dan Lian berjalan menuju ruang pertemuan bersama, setelah menuruni tangga mereka sampai di tempat pertemuan sudah banyak orang yang menunggu di sana
"maaf sebelumnya saya telat bangun kalian semua pasti sudah menunggu lama"kata Mao tidak duduk di singgasana jendral miliknya dan duduk di bawah tempat para pemimpin biasa duduk begitu juga dengan Dewi dan Lian yang selalu berdiri di belakang Mao juga duduk di bawah bersama yang lainnya
"Kenapa kamu tidak duduk di sana cucuku, bukan berarti aku ini kakek mu kamu harus ikut bersama kami duduk di bawah sini, Kamu tidak boleh merendahkan dirimu saat menjadi pemimpin walaupun di hadapan orang tuamu sekalipun karena sebuah negara atau kota yang kamu pimpin lebih besar, jika kamu ingin menghormati kami sebagai keluargamu Lakukan itu nanti di luar jangan di tempat kekuasaan mu berada"kata Zeng Miu sambil menunjuk singgasana Mao dan melihat ke arah Mao
"Benar kata kakek mu keponakanku tidak baik seperti ini"kata den Miu yang duduk di sebelah Zeng Miu
"Baiklah, aku akan menuruti kemauan kakek"kata Mao berjalan ke singgasana miliknya lalu duduk
"Seperti yang sudah kalian semua ketahui disini sudah ada kakek, paman-pamanku dan bibiku, Jadi aku perkenalkan sekali lagi mereka adalah keluarga dari ibuku dari desa hutan gelap orang-orang ahli pedang, kelincahan,tehnik dan Kekuatan dalam pertempuran Jadi setelah saudara Ding nanti membangun markas pasukan aku ingin selanjutnya saudara Ding membangun Akademi pedang dan panah, lalu setelah itu membangun markas perdagangan yang mengatur segala perdagangan di Kota tua dan sekarang aku kenalkan juga Mira sebagai pemimpin perdagangan dia yang akan mengatur segala jenis barang yang pantas keluar dan masuk di kota tua"kata Mao menunjuk sana sini
"Nama saya Mira, mohon kerja samanya"kata Mira sambil berdiri
"Jadi apa kerjaan kakek anda jendral"tanya Dao
semua yang ada disana sangat semangat dan ingin belajar tehnik pedang pada kakek, paman-paman dan bibinya Mao yang sudah terbukti bahwa desa hutan gelap dulu di kenal dengan desanya para asasin yang sangat ahli dalam menggunakan pedang dengan kecepatan
"Maaf jendral, Apa tidak ada tugas lain lagi"kata Roki
"mmmmmmm untuk saat ini belum ada karena kalian semua pemimpin sedang berlatih mengejar untuk mendapatkan yang akan ku berikan"kata Mao
"untukku kerjakan apa jendral, sebelum markas perdagangan itu di bangun"kata Mira dengan Memberanikan diri bertanya
"untukmu, Selama belum ada markas tolong kamu merencanakan semuanya tentang perdagangan agar berjalan lancar, kamu juga bisa kembali ke bar jika kamu mau"kata Mao
"aku akan tetap disini jendral, dan merencanakan semuanya"kata Mira menatap Mao dengan semangat
"baiklah jika itu keputusanmu, kakek ,paman-paman dan bibi juga bisa istirahat dulu sebelum ada Akademi, jika bosen silahkan berkeliling kota tua"kata Mao
"Sebenarnya kami juga berpikir begitu"kata Den paman Mao yang paling tua
"Baiklah jika sudah Pertemuan selesai, aku mau sarapan dulu ini sudah siang,silahkan kalian semua lanjutkan pekerjaan masing-masing"kata Mao sambil berdiri
Semua yang ada di ruang pertemuan itu melaksanakan apa yang akan mereka lakukan hari ini, Mao sendiri pergi ke ruang makan untuk sarapan karena matahari sudah sedikit naik saat dia terbangun dari tidurnya
Di ruang makan Mao sarapan sendiri karena yang lain sudah pada sarapan semuanya
"Mmmm dimana aku akan menemukan pemimpin pengembangan agar bisa menarik perhatian semua orang untuk tinggal di kota tua ini"kata Mao setelah sarapan sambil duduk santai
Tak lama beberapa pelayan sedang membersihkan piring dan alat makan lainnya di atas meja untuk di bawa ke dapur sambil sesekali melihat Mao yang kebingungan
"Mmmm bibi apa bibi kenal seseorang yang sudah lama tinggal di kota tua ini"kata Mao melihat seorang bibi yang sedang ingin membersihkan Peralatan makan di atas meja
"menurutku hanya ayahku yang sudah sangat lama tinggal di kota tua ini dari dulu, sampai aku di lahir kan di kota tua ini, jendral"kata pelayan yang terlihat umur sekitar empat puluhan menghentikan membersihkan sisa makanan di atas meja
"Siapa nama bibi dan ayah bibi mungkin aku bisa bertemu dengannya dan berapa umurnya"kata Mao
"Nama saya Inah dan ayah saya bernama Bram umurnya sekitar enam puluhan tapi masih kuat mengerjakan sesuatu"kata Inah seorang bibi pelayan itu
"apa bibi bisa mengantar aku ke rumah bibi, bertemu dengan tuan Bram"kata Mao memanggil ayah Inah dengan sebutan tuan Bram
"Bisa jendral, setelah menyelesaikan pekerjaan ini"kata Inah
"baiklah aku akan menunggu bibi di depan Pintu masuk rumah"kata Mao sambil berdiri dan berjalan ke luar rumah