
Mao menunggu bersama dengan seluruh anggota lainnya di pinggiran kota tua. sampai malam waktu berlalu Mao menunggu sepuluh orang itu untuk kembali.
"Pemimpin kenapa kita berhenti di sini"kata Liam yang sudah ada di depan Mao bersama lima orang lainnya.
"Maaf aku lupa, kalian ber enam sampaikan pada anggota semuanya kalo kita menunggu karena ketua kalian sedang pergi membeli senjata untuk kalian gunakan nanti dan beberapa makanan, mohon tunggu mereka kembali"kata Mao
"siap pemimpin"jawab enam orang itu serentak dan pergi menyampaikan apa yang Mao katakan.
Sampai malam gelap yang hanya di terangi bulan baru sepuluh orang itu kembali menghadap kepada Mao.
"Maafkan kami lama pemimpin, ini dua gerobak besar berisi sepuluh ribu senjata lebih dan satu gerobak berisi makanan penuh dan ini masih ada sisa koin emas"kata Dao
"Baiklah kalian bagikan semuanya kepada seluruh anggota dan jangan lupa membagikan makanan secara merata juga dan kita sebaiknya melanjutkan perjalanan besok pagi karena mereka juga belum istirahat dari sejak selesai latihan dan tolong Dao bantu mereka membagikannya"kata Mao sambil mengangkat peti emas dan memasukkannya ke dalam gerobak.
setelah itu sepuluh orang menuju anggota kelompok dan membagikan senjata dan makanan sesuai yang di perintahkan Mao. Mereka semua bermalam di pinggiran kota bambu dan berencana berangkat ke kota tua besok pagi.
Keesokan paginya setelah Mao bangun dan seluruh pasukan siap berangkat menuju ke kota tua, sebelumnya Dewi dan Liam kakaknya Dewi sudah kembali ke kerajaan Pedang dewa setelah melakukan pelatihan.
setelah melakukan perjalanan tiga hari dan bermalam di jalanan bersama anggota pagi hari Mao sudah ada di depan gerbang kota tua untuk masuk tapi di hadang oleh beberapa prajurit kerjaan yang ada di kota tua.
"maaf tuan kemana Anda akan membawa semua orang ini"kata seorang prajurit kepada Mao
"Panggilkan jendral Roki dan katakan saya Mao Liu sudah menunggunya di gerbang kota tua"kata Mao
"tunggu sebentar kami akan menghadap ke jendral Roki"kata seorang prajurit.
Li menunggu cukup lama bersama seluruh anggotanya di luar gerbang kota tua.
"Maaf jendral Mao atas ketidaksopanan prajurit kerajaan karena dalam menyambut Anda"kata Roki yang sudah ada di depan Mao
"Apakah penempatan seluruh anggotaku bisa di tampung di dalam kota tua ini"kata Mao
"sebutkan jumlah kamar di setiap markas itu"kata Mao.
"setiap markas prajurit di empat mata angin sepuluh ribu kamar lebih tapi di markas selatan yang berbatasan langsung dengan kerjaan bintang dan bulan sudah penuh karena siaga menghadapi perang"kata Roki.
"Baiklah karena ketiga markas prajurit kosong maka aku akan memakai semuanya, dan katakan jika ada prajurit yang mau masuk ke markas ketiga markas maka mereka harus meminta izin padaku kalo tidak kepalanya akan lepas dari badannya berpapun jumlah mereka aku tidak akan segan"kata Mao
"siap jendral"kata Roki dengan gemetaran karena Roki sendiri tau kekuatan Mao seperti apa dalam memakai pedang.
"Dao panggil seluruh ketua kehadapanku segera"kata Mao.
"siap pemimpin"kata Dao dan pergi
tak berselang lama Dao kembali bersama sembilan ketua lainnya.
"Sekarang kalian semua sudah resmi menjadi prajurit kerajaan Pedang dewa di bawah perintahku, jadi aku akan mengatur segalanya, pertama prajurit Inti malam akan menempati area Utara , Eder dan Asdar bawa anggotamu ke markas Utara dan kamu prajurit lama tunjukkan jalannya pada dua orang ini, Eder dan Asdar, Jangan lupa ke markas jendral untuk mengadakan pertemuan"kata Mao sambil menyuruh Eder dan Asdar mengikuti salah satu prajurit kerajaan yang sudah ada di sana.
"siap pemimpin"kata Eder dan Asdar bersamaan lalu membawa seluruh anggota bersamanya.
"kedua Prajurit tengah malam akan menempati area timur, era win dan Alon kalian bawa anggota kalian dan kamu tunjukkan jalannya, jangan lupa ke markas jendral"kata Mao
"siap pemimpin"kata era win dan Alon bersamaan dan pergi mengikuti prajurit yang menunjukkan jalan.
"Ketiga prajurit awal malam akan menempati area barat, Ben Tian Sao dan Uda kalian bawa anggota kalian dan kamu tunjukkan jalannya dan jangan lupa ke markas jendral"kata Mao lagi
"siap pemimpin"kata empat orang itu yang namanya di sebut sambil mengikuti prajurit yang menunjukkan jalan ke markas tersebut.
"sekarang jendral Roki mari antar kami berdua ke markas jendral"kata Mao sambil mengajak Dao yang ada di dekatnya.