
sedangkan satu persatu dari pemimpin dan yang lainnya pergi untuk melaksanakan apa yang akan mereka kerjakan sementara Dewi, Lian, Dao, Xun dan ketiga pemimpin pembangunan,perdagangan dan pengembangan kota masih duduk di kursi tempat mereka berada
"ada apa dengan kalian tidak Pergi untuk melakukan tugas dan kerjakan apa yang kalian kerjakan"kata Mao menatap orang yang masih di ruang pertemuan itu sambil membaca dan menandatangani kertas di atas meja
"Kami masih menunggu kertas yang jendral tanda tangani agar kerjaan dapat berlanjut"kata Mira
"Aku tidak punya kerjaan lagi, latihan sudah selesai, bagaimana saudari dewi"kata Lian yang masih juga duduk di sana
"aku juga jendral hanya jendral yang menyuruhku jadi aku tidak tau apa yang harus ku kerjakan"kata Dao
"aku sudah selesai memasak tadi pagi jadi hanya duduk diam saja menunggu memasak untuk siang dan sore waktu makan bagi semua orang"kata xun Xiang
"Terserah kalian saja kalian mau kemana, aku sedang sibuk, oh ya saudara Dao bukannya kamu akan pergi memberi koin emas kepada ketiga pemimpin panah , dan satu lagi pada bibi ayu yang juga termasuk pemimpin di pasukan wanita, dia harus mendapatkan seimbang karena pemimpin lain mendapatkan buku jadi berikan juga jumlah koin yang sama kepada bibi ayu seperti yang di berikan kepada ketiga pemimpin panah"kata Mao menatap Dao
"Iya aku lupa jendral, tapi berapa yang aman kita berikan"kata Dao sambil bertanya
"jika di lihat dari harga buku jurus di kerajaan pedang dewa hampir dua puluh koin emas jadi berikan saja dua puluh koin emas dan lebihkan seberapa yang saudara Dao inginkan"kata Mao kembali membaca kertas di atas meja tentang persetujuan pembangunan kota tua
"Baik jendral kalo begitu saya pergi dulu"kata Dao sambil berdiri
Mao terus pokus kepada kertas di atas meja sampai melewati waktu siang baru dia selesai menandatangani semuanya
"ini sudah semua aku periksa, jadi tolong pembangunannya di lakukan dengan rapi, jangan memulai pembangunan baru jika pembangunan sebelumnya belum selesai"kata Mao sambil berdiri
"Baik jendral"kata mira,Ding dan Bram secara bersama sambil mengambil berkas di atas meja dekat Mao
Mao berjalan ke luar kediaman di ikuti oleh Dewi, Lian dan Xun di belakangnya, Mao sendiri tidak menyadari ketiganya mengikuti dirinya keluar kediaman
"Mmmmm ada apa dengan kalian bertiga mengikuti ku terus menerus bukankah kalian ada kerjaan masing-masing"kata Mao berbalik badan menatap ketiga wanita di depannya
"Aku hanya ingin jalan-jalan ke luar kakak Mao tapi tidak berani sendirian"kata xun Xiang adik perempuan dari Xin Xiang dan anak dari Zuan Xiang dan ayu sun
"adik kecil itu hanya alasanmu saja kamu mau terus bersama jendral Mao saja kan"kata Dewi menatap Xun
"sudah jangan bilang seperti itu aku sudah menganggap xun sebagai adikku sendiri, dan kalian berdua kenapa tidak pergi melatih buku jurus yang kalian miliki"kata Mao
"Apa bisa jendral melatih kami dengan buku jurus yang kami miliki ini"kata Lian dengan malu
"apa kalian tidak bisa berlatih sendiri"kata Mao
"tentu bisa, tapi jika mengikuti arahan jendral mungkin akan lebih cepat melatihnya"kata lian
"Hahaha benar yang adik kecil katakan, karena kami adalah calon istri jendral Mao weeeekkkk"kata Dewi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Xun
mendengar itu Xun berlari masuk ke kediaman, melihat itu Mao , Dewi dan Lian menjadi heran karena tidak mungkin Xun kecil menyukai Mao
"sudah kalian berdua ikut aku ke lapangan sebelah kediaman nanti kalian bisa berlatih di sana"kata Mao sambil berjalan ke samping kediaman menuju lapangan yang ada di sana
Mao berjalan menuju lapangan tersebut di ikuti Dewi dan Lian di belakangnya sampai di sebuah pohon lalu Mao duduk di bawahnya
"kalian berdua cepatlah berlatih dari jurus di buku itu dan kalo bisa menggunakan pedang yang kalian berdua miliki"kata Mao saat duduk di bawah pohon tersebut sambil melihat Dewi dan Lian yang berdiri di depannya
"Baik"kata Lian dan Dewi juga duduk di depan Mao dan mengeluarkan buku jurus milik mereka dan mulai membacanya
Lian dan Dewi langsung mengerti dan melakukan gerakan yang di buku jurus yang mereka miliki
Mao sendiri tau bahwa di buku jurus milik Dewi dan Lian hampir sama yaitu jurus pedang Bunga dan jurus pedang Ratu pedang
yang di mana kedua jurus di buku milik lian dan Dewi hampir gerakannya sama tapi berbeda dengan serangannya yang di mana jika serangan dari jurus pedang Bunga menggunakan keindahan gerakan sebagai serangan sedangkan jurus pedang Ratu pedang menggunakan kekuatan penuh sebagai serangan dan kelincahan gerakannya
"salam jendral, lapor ada pemberitahuan dari pemimpin Roki bahwa pasukan kerajaan bintang sudah sampai setengah jalan untuk menyerang kota tua"kata seorang prajurit menghampiri Mao dengan kuda dan prajurit tersebut langsung turun dan memberi hormat kepada mao, yang tidak lain dia adalah bawahan langsung yang di utus Roki, dan Mao yang duduk langsung berdiri karena kedatangan prajurit tersebut dari arah sampingnya
"apa saudara Roki yang mengirim mu kemari "kata Mao saat sudah berdiri
"benar jendral dan mengenai jumlah pasukan musuh hanya pemimpin Roki yang tau"kata prajurit tersebut
"baiklah kamu bisa pergi lebih dulu nanti aku akan menyusul ke markas selatan"kata Mao
"baik jendral"kata prajurit tersebut menaiki kuda dan kembali memacu kudanya dengan cepat kembali ke Markas selatan
"siapa orang itu"kata Lian setelah selesai melatih gerakan dari buku jurus dan menghampiri Li
"oh hanya prajurit biasa dan Roki ada kepentingan ingin memanggilku ke markas selatan, jadi kalian berdua bisa melanjutkan latihan dulu, aku akan pergi ke markas selatan"kata Mao berbohong tidak mau membuat Dewi dan Lian khawatir
"Apa kami tidak boleh ikut"kata Dewi
"kalian harus berlatih dan aku akan kembali dengan cepat setelah selesai bicara bersama saudara Roki"kata Mao berjalan meninggalkan ke duanya menuju dekat kediaman dimana kuda besar tinggi miliknya yang ada di sana
Mao melihat kudanya yang sedang makan rumput Mao menunggu hingga kuda tersebut selesai makan baru Mao melepaskan ikatan talinya dan Mao menaiki kuda tersebut menuju ke arah selatan di mana markas prajurit berada
Dalam perjalanan Mao memacu kudanya cukup kencang berlari di Jalanan kota tua menuju ke arah selatan kota tua