Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MEPELAJARI BUKU TEHNIK PEDANG


Penjelasan


Buku tehnik pedang berisi Tiga jurus



Jurus tebasan kilat.


Jurus tebasan seribu pedang.


Jurus tebasan Hampa.



Setelah mau mengambil buku Tehnik pedang, Mao langsung mempelajari Jurus pertama serta gerakan gerakannya dan petunjuk-petunjuk di Dalam buku itu.


Waktu malam Mao istirahat dan ketika ada Matahari masuk kedalam gua dia belajar lagi jurus pertama itu,setiap hari kecepatan gerakan Mao bertambah pesat sepeti kilat yang ke sana sini dengan beberapa tebasan pedang,itu dilakukan Mao setiap hari tanpa makan dan minum, Mao merasa tidak lapar sama sekali dan hanya merasa lelah ketika malam telah tiba.


"Setelah aku hitung jumlah matahari itu masuk ke dalam gua baru 10 hari aku berlatih dan menguasai jurus pertama, selama 10 hari aku tidak makan tapi aku tidak merasa lapar sama sekali"gumam Mao sambil melihat-lihat bintang di waktu malam di lubang di atas gua itu.Mao pun tertidur.


Sengatan matahari kembali masuk ke dalam gua dan membangunkan Mao.


Mao mulai membaca buku itu tentang jurus kedua dan selesai membacanya saat matahari sudah mulai tak bisa menyinari kedalam gua itu lagi.


"sebaiknya besok aku mulai mempelajarinya karena sudah mulai gelap disini" gumam Mao dalam pikirannya dan mulai istirahat untuk tidur.


Keesokan harinya Mao mempelajari jurus Tebasan seribu pedang atau jurus kedua di dalam buku itu, Mao terus berlatih setiap hari dengan kecepatan tebasan yang ke sana sini tanpa terhitung berapa tebasan yang dia lakukan, itu yang Mao lakukan dalam beberapa hari, merasa tidak ada lagi gerakan dalam buku itu Mao istirahat pada malam harinya.


"Sudah berapa lama aku di sini aku tidak peduli, aku harus bisa menguasai ketiga jurus ini"kata Mau yang baru terbangun dari tidurnya.


Mao mulai membaca jurus tebasan hampa tapi ketika melihat gerakan yang memperagakan dalam buku itu Mao merasa sulit paham.


"Sepertinya sulit Untuk mempelajari buku ini hanya menggunakan kecepatan tangan, seolah pedang di keluarkan tapi pas pedang di masukkan ke sarungnya barang pada gambar ini hancur"kata Mao menunjuk sebuah buku.


Mao memahami artinya jadi pertama dia mencoba satu tebasan pedang dan langsung memasukkannya ke sarung pedang, setiap hari Mao selalu melakukan itu, satu tebasan pedang dan langsung memasukkannya ke sarung pedang, sampai akhirnya sudah berapa lama kecepatan tangan Mao seperti tak terlihat saat melakukan tebasan dan hanya terlihat Mao memasukkannya pedangnya ke dalam sarungnya.


"hahaha hahaha kenapa aku baru berpikir ternyata jurus tebasan hampa gabungan dari jurus pertama dan kedua dan hanya membutuhkan kecepatan tangan"kata Mao sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sudah 89 Cahaya yang aku hitung berarti hampir 3 bulan aku di sini, Sebaiknya aku tidur dan besok aku harus pergi ke kota terdekat"lanjutnya


Setelah berlatih cukup lama akhirnya Mao menguasai 3 jurus di dalam buku tehnik itu.Malam itu Mao tertidur seperti biasa dan hanya kedinginan di dalam gua saat pertama Mao di sana tanpa sadar Mao yang tidur setiap hari merasa semakin lama dia di sana hawanya semakin hangat dan setelah melatih jurus terakhir Mao kadang-kadang merasa kepanasan malam hari di dalam gua itu.