
keesokan harinya Mao setelah pertemuan, Banyak kertas yang sudah ada di atas meja yang sudah di siapkan di sebelah singgasana jendral
Mao melihat isi kertas tersebut dan mulai membacanya satu persatu dengan teliti dan menandatangi berkas tersebut setelah Mao membacanya
Mao membaca kertas yang meminta izin dari ketiga pemimpin untuk pengembangan, pembangunan dan perdagangan tentang rencana dan membeli barang untuk membangun kota tua
Mao cukup sibuk menandatangani kertas tersebut sampai siang hari, Baru setelah menandatangani kertas penyetujuan Mao berkeliling kota tua hingga sore hari dan menjelang malam Mao baru kembali ke kamarnya
selama satu bulan penuh Mao hanya melakukan pertemuan, penandatangan kertas izin dan keliling kota tua untuk mengecek hasil pembangunan
Pagi hari setelah Mao terbangun dari tidurnya Mao menuju ke ruang makan untuk sarapan, di ruang makan sudah banyak orang yang duduk menunggu makanan untuk di sajikan, setelah semua makanan siap Mao mulai sarapan dengan semua pemimpin dan yang lainnya baru setelah itu menuju ke ruang pertemuan
"hari ini sudah satu bulan penuh jadi waktu untuk membicarakan bagaimana kelanjutan dari pembangunan kota tua dan tugas lainnya"kata Mao
"Untuk pembangunan markas baru untuk prajurit sudah selesai dan tinggal memindahkan seluruh prajurit ketempat markas baru jendral"kata Ding sebagai pemimpin pembangunan kota
"untuk Pembelian saja yang kita dapat lakukan selama sebulan penuh jadi barang sudah tersimpan di gudang jendral"kata Mira sebagai pemimpin perdagangan kota
"untuk pembangunan markas sudah selesai, Sekarang kami sudah setengah jalan membangun Markas pembangunan,markas perdagangan, markas pengembangan dan juga Akademi pedang dan panah"kata Bram sebagai pemimpin pengembangan kota
"untuk masalah itu sudah cukup bagus saya lihat selama satu bulan, dan satu hal yang kalian lupa membangun markas pajak kota seperti kota kerajaan yang lain agar ada uang untuk membangun kota tua menjadi kota maju"kata Mao
"Benar jendral, sebelumnya saya juga ingin mengajukan izin pembangunan markas pajak untuk menarik pajak tapi karena jendral sudah punya sendiri akan tiga pemimpin dari wanita yang mengurus pajak jadi saya mengurungkan niat itu"kata Bram
"Baiklah , sebaiknya kita bangun saja markas pajak agar terkendali dan kakek Bram silahkan tentukan lokasinya, bagaimana tentang pajak sendiri sekarang apa berjalan lancar"kata Mao
"Untuk pajak sendiri sekarang masih lancar jendral"kata Li Mei sebagai pemimpin pertama yang mengurusi pajak di kota tua
"Bagus kalo begitu, Karena akademi pedang dan panah sudah mau selesai di bangun jadi kakek dan paman-pamanku dan bibi juga bisa nanti mulai pindah tugas ke akademi pedang untuk mengajarkan prajurit dan anak-anak yang ingin belajar pedang dan panah, Bagaimana Perkembangan pelatihan prajurit Bagian selatan saudara Roki"kata Mao
"untuk saat ini kamu sudah selesai berlatih bersama jendral dan hasilnya sangat memuaskan"kata Roki
"Baiklah berarti hari ini silahkan para pemimpin pasukan memindahkan para prajurit untuk menempati markas baru, walaupun sedikit jauh dari kota tapi tetap akan mendapatkan upah sebagai prajurit, hari ini adalah hari yang aku janjikan tentang buku jurus berpedang jadi aku akan memilih dua puluh orang yang berhak mendapatkan buku ini"kata Mao sambil mengeluarkan buku di balik kursi singgasananya yang berbungkus kain dan Mao meletakkan bungkusan buku itu di depannya
"Baik karena kakek sudah berkata begitu, aku akan memilih dua puluh orang secara bertahap, pertama saudaraku Dao silahkan maju ke depan dan ambil buku yang kau ingin kan"kata Mao sambil membuka bungkusan buku itu dan menyusunnya dengan rapi satu persatu dengan cepat
"baik jendral"kata Dao berjalan ke depan Mao
Dao melihat judul di sampul buku itu satu persatu dan setelah itu memilih buku jurus berpedang yang Dao inginkan lalu kembali ke tempat duduknya
"pilihan yang bagus saudara Dao, selanjutnya sembilan pemimpin pasukan utama Saudara Eder, Asdar,era,win,Alon,Ben,Tian,Sao dan saudara Uda silahkan memilih buku yang kalian inginkan"kata Mao
kesembilan pemimpin utama tersebut maju Dengan bersama dengan penuh kesenangan di hati mereka, tak beberapa lama kesembilan pemimpin tersebut sudah memilih Buku yang mereka inginkan dan kembali ke tempat duduk masing-masing
"Selanjutnya tiga pemimpin pedang silahkan maju,sementara pemimpin panah akan di berikan koin emas sebagai gantinya karena buku ini hanya tentang cara berpedang saja, jadi saudara Dao tolong berikan koin emas yang lebih kepada pemimpin panah yang juga sudah ikut berlatih"kata Mao
"baik jendral nanti akan saya berikan"kata Dao
Ketiga pemimpin pedang maju ke depan ke arah Mao, mereka adalah Liam, kau dan mang. setelah mengambil buku yang mereka pilih ketiga pemimpin pedang Kembali ke tempat duduknya
"Selanjutnya dua pemimpin wanita Li Mei dan Li Wei, dan juga pemimpin perencanaan kerjaku Lian dan satu lagi putri raja kerjaan bintang Dewi silahkan kalian maju ke depan untuk mengambil buku yang kalian inginkan"kata Mao
setelah itu ke empat wanita yang Mao sebutkan maju mengambil buku berpedang yang mereka inginkan dan setelah itu kembali ke tempat duduk
"Terakhir saudara Roki, paman Zuan dan saudara Xin silahkan maju ke depan mengambil sisa tiga buku yang kalian inginkan, tapi saya heran kenapa ketiga buku yang bertuliskan Jurus pedang air, jurus pedang menusuk, dan jurus pedang tubuh ini tidak ada yang memilihnya di antara kalian"kata Mao sambil memperhatikan buku jurus di depannya dan menatap Roki,Zuan dan Xin berjalan maju mengambil buku
setelah mengambil buku jurus mereka kembali ke tempat duduk masing-masing
"memang kenapa dengan ketiga buku yang jendral sebutkan tadi"tanya Dao yang tidak jauh dari Mao
"Apa kalian ingin tau kenapa"kata Mao membuat semuanya penasaran
"Kami ingin tau kenapa jendral"kata mereka semua yang mengambil buku tersebut serempak
"hahahaha baik akan aku jelaskan dari yang aku lihat saja kalo salah silahkan koreksi, pertama tentang ketiga buku yang aku sebutkan tadi yaitu jurus pedang air,jurus pedang menusuk dan jurus pedang tubuh, buku jurus pedang air biasanya sangat susah di latih karena membutuhkan Kelenturan tubuh tapi jika sudah di latih dengan Serius mustahil musuh bisa mengenai orang yang memakai jurus pedang air karena kelenturan tubuhnya bisa membuat seolah pedang mengenai pengguna tapi tidak sama sekali jika di serang musuh,buku pedang menusuk itu tergantung dari kecepatan tangan seseorang jika pemiliknya melatihnya dengan kecepatan tangan menusuk pedang dan kelincahan gerakan bisa menusuk ribuan pedang pada beberapa musuh dengan cepat, sedangkan untuk buku jurus pedang tubuh mengandalkan kekebalan tubuh Karena bisa saja orang yang memiliki buku itu bisa melatih tubuhnya sekuat baja dan pedang biasa tidak mampu menembus tubuhnya kecuali pedang pusaka yang mampu menembus segala sesuatu, mungkin itu saja yang aku jelaskan sampai siang ini karena waktu kalian sudah tidak banyak untuk melanjutkan kerjaan masing-masing, silahkan kalian kerjakan apa yang ingin di kerjakan"kata Mao sambil berdiri dan duduk kembali di kursi meja yang sudah banyak kertas di atasnya