Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
BERKELILING KOTA TUA


Mao bangun pagi hari dan duduk di kamar miliknya memikirkan rencananya hari ini, Mao melihat ke arah jendela dan melihat beberapa orang pagi hari memaksakan apa yang akan mereka kerjakan.


"Sebaiknya aku Berkeliling kota tua hari ini"kata Mao sambil masih melihat keluar jendela


Lalu Mao ke luar kamar menuju aula pertemuan, Mao duduk di singgasana tempat biasa jendral duduk.


Mao berencana menunggu para pemimpin pasukannya berkumpul di aula pertemuan.


setelah cukup lama menunggu semua pemimpin pasukan berkumpul di aula pertemuan.


"Apa rencana kalian hari ini, apa kalian siap untuk melaksanakan tugas semalam yang sudah kita Rencanakan, aku berharap pada kalian semua bisa menyelesaikannya dengan waktu secepat mungkin karena waktu kita hanya sebulan menghadapi pasukan kerajaan bintang"kata Mao panjang lebar menatap semua pemimpin pasukan yang dia miliki.


"Siap jendral"ucap mereka serempak yang ada di ruangan itu.


Setelah mengajak semuanya sarapan di ruang makan Mao menyuruh setiap pemimpin pasukan menyelesaikan tugasnya masing masing, sedangkan Mao bersama dengan Dao berjalan-jalan melihat sekeliling kota tua.


"saudara Dao menurutmu seberapa besar kota tua ini"tanya Mao saat berjalan-jalan bersama Dao.


"Dari hasil data yang saya lihat di peta, besar kota tua hampir setengah kota kerajaan Pedang dewa, jendral"jawab Dao


"Apa menurut saudara Dao, kota ini cocok untuk kita membangun kekuatan besar disini"tanya Mao lagi.


"menurut pribadi saya sendiri, kota ini cocok untuk membangun kekuatan besar disini, dan sekaligus kita bisa menyuplai barang dari ke lima kerajaan yang ada di benua ini"jawab Dao


"Baiklah, jika itu menurut saudara Dao bagus, aku juga berpikir demikian, tapi jika tiga kerajaan lainnya nanti mengibarkan bendera perang kita juga harus siap"kata Mao


"benar kata jendral, sekarang kelima kerajaan setidaknya satu kerajaan memiliki hampir lima ratus ribu prajurit, jadi bagaimana kalo kita juga menambah prajurit"kata Dao


"Jangan terburu-buru saudara Dao, menurutku kita sekarang punya sepuluh ribu prajurit tapi kekuatan satu orang setara dengan lima orang, jadi kekuatan lebih baik dari pada punya prajurit banyak tapi hanya sekedar tidak berguna"kata Mao


"benar jendral, kalo bukan karena latihan jendral kami semua tidak akan sekuat itu"kata Dao


Lalu Mao mengajak Dao masuk ke sebuah bar yang dimana bar itu tampak sepi karena Perang.


"siapa namamu,,,, tolong Siapkan kami bir dan makanan terbaik bar milikmu"kata Dao.


"Nama saya Mira tuan,baik tuan"kata Mira sambil berjalan menuju ruang belakang bar tempat menyiapkan berbagai minuman dan makanan.


Sedangkan Mao sedang asik dengan Dao berbincang di satu meja, sementara Mira menyiapkan makanan di ruang belakang.tak lama Mira kembali membawa Banyak makanan dan beberapa botol bir dan gelas secara bolak balik.


"Apa di bar mu tidak ada yang datang ke sini"tanya Mao


"kalo siang begini belum ada tuan, dan malam pun paling hanya beberapa orang"jawab Mira


"Apa yang terjadi...?"tanya Mao yang sebenarnya sudah tau tapi mengorek informasi lebih dalam memungkin bagi Mao membangun kota tua lagi suatu saat nanti.


"Semenjak perang, semua orang banyak yang sudah mengungsikan diri ke kota dekat kerajaan tuan"jawab Mira


"duduk lah dulu, aku tidak akan macam-macam, terus kenapa kamu tidak mengungsikan diri"tanya Mao lagi.


"Sebenarnya saya ingin tapi saya sudah tidak punya siapa-siapa tuan dan Saya dengar juga ada jendral bernama Mao yang akan menggantikan jendral yang terbunuh di perang itu, dan yang saya tau jendral Mao itu yang sudah mengubah kelompok gagak malam menjadi gagak terbang dan membangun kekuatan Gagak terbang sangat di takuti di seluruh benua ini dan saya dengar dia sangat baik tuan"kata Mira sambil duduk dan berbicara panjang lebar


"hahahaha hahaha hahaha "tawa Dao lepas saat mendengar itu.sedangkan Mao asik minum bir dan makan makanan yang ada di meja.


"kenapa tuan tertawa dan siapa tuan"tanya Mira kepada Dao.


"Ouh saya, saya Dao"kata Dao sambil mulai minum bir.


"Benarkah, berarti jendral Mao sudah datang di kota ini, kalian berdua berarti anak buah Mao"kata Mira sambil terkejut.


"Hahhhhh kamu salah, dia jendral Mao yang kamu sebut tadi"Kata Dao


"Maaf jendral atas kelancaran saya"kata Mira yang hendak berlutut.


"Kamu tidak perlu berlutut,"kata Mao sambil memegang tangan Mira yang hendak berlutut.