
Dalam sekejap semuanya bubar kecuali yang Mao sebutkan namanya untuk ikut ke pertemuan untuk membicarakan masalah perang
"kenapa jendral tidak mengajak kami berdua"kata Dewi
"kalian diam saja di kediaman bersama wanita lainnya, sebenarnya bukan aku tidak mengizinkan wanita ikut perang ini tapi perang ini tidak akan terjadi jadi kalian diam saja di kediaman"kata Mao sambil berdiri di ikuti lima orang lainnya
Mao berjalan ke arah kuda miliknya karena mereka akan menggunakan kuda milik mereka masing masing ke pertemuan itu, sementara pemimpin pasukan semuanya sudah kembali ke markas dan mengumumkan untuk berkumpul di depan gerbang selatan kota tua
Mao dan lima orang lainnya menaiki kuda dengan santai menuju ke selatan dimana gerbang selatan itu berada
"jendral, apa mungkin perang ini akan damai"kata Dao yang duduk di atas kudanya
"percayalah saudara Dao aku lebih mengenal kedua jendral kerajaan bintang itu melebihi kedua orang tuaku"kata Mao
"baik jendral"kata Dao
"aku heran kenapa tidak ada penduduk di kota ini seperti biasanya di pagi hari"kata Mao
"Mereka sudah tau kalo kerjaan bintang sudah datang menyerang membawa seratus ribu pasukan jadi penduduk bersembunyi di dalam rumah mereka masing-masing"kata Roki
"Jadi seperti itu, Bagaimana kalian mendapatkan kuda yang bagus seperti ini hampir sama seperti kudaku"kata Mao
"maaf jendral ini menghabiskan gaji kami untuk membelinya beberapa waktu lalu, aku lihat kuda ini hampir sama dengan kuda jendral jadi kami memutuskan untuk membelinya bersama"kata Eder dengan sedih
"Kenapa kalian terlihat sedih, bukankah bagus kuda yang kalian dapatkan"kata Mao melihat kelima pemimpin pasukan itu
"Begini jendral, sebenarnya Kami bukan sedih karena membeli kuda ini tapi pedagang itu menipu kami, setelah beberapa waktu saudara Tian kembali dari berbelanja dan membawa kuda yang sama seperti milik kami dalam jumlah yang sudah kami tentukan untuk para pemimpin dan Prajurit yang bisa memakai kuda, harganya hanya lima koin emas saja"kata Dao
"Terus berapa kuda yang kau suruh saudara Tian untuk beli dan berapa harga kudamu ini sehingga membuat kalian terlihat sedih"tanya Mao
"aku menyuruhnya membeli kuda terbaik dengan harga lima koin emas dalam jumlah seratus lebih, untuk harga kuda kami Hampir tiga kali lipat dari harga kuda yang di beli oleh saudara Tian"kata Dao
"hahaha hahaha hahaha kalian menghabiskan Lima belas koin emas untuk satu kuda ini sedangkan saudara Tian mendapatkan seratus ekor dan harganya hanya lima koin emas"kata Mao tertawa terbahak bahak di atas kuda
"Anda salah jendral, kami membeli kuda ini dengan harga dua pulu koin emas"kata Era
"hahaha hahaha hahaha "tawa Mao semakin tidak bisa di tahan setelah mendengar ucapan Era
Sampai di gerbang selatan kota tua Mao masih menertawakan yang di ceritakan oleh kelima saudaranya
melihat kedatangan Mao prajurit yang menjaga gerbang selatan langsung membuka pintu gerbang
"ini untuk kalian karena berjaga dengan baik"kata Mao melemparkan dua koin emas untuk dua prajurit yang menjaga gerbang itu
"terima kasih jendral"kata kedua prajurit itu sebelum menutup pintu gerbang
Saat melewati gerbang Mao melihat pasukan sudah berbaris di depan gerbang tersebut yaitu semua pasukan yang di miliki Mao dan pasukan yang di miliki kerajaan Pedang dewa
'"salam jendral"kata semua prajurit itu serempak melihat Mao dan kelima pemimpinnya sedikit di belang Mao dengan menunggangi kuda
"Hari ini aku menyuruh kalian berkumpul untuk hanya sekedar berjaga-jaga saja kalo sampai perang pecah, dan bagi yang ingin kembali ke dalam kota saya persilahkan untuk kembali jika kalian takut dengan perang, hari ini aku akan menemui jendral kerajaan bintang untuk berbicara mengenai maksud kedatangan mereka ke kota milik kita, kalian bisa menunggu di sini karena hanya kami lima orang yang akan pergi,kalian mengerti"kata Mao
"siap mengerti jendral"kata seluruh prajurit yang ada disana
dan tidak ada yang meninggalkan tempat itu sama sekali
Melihat ada kuda yang di tunggangi tujuh orang dalam jarak sepuluh meter Mao memelankan jalan kudanya bersama lima orang lainnya
"Terima kasih karena kedua jendral telah memperkenankan diri untuk menemui ku sebelum terjadi perang"kata Mao masih duduk di atas kudanya
"pangeran Mao maaf atas ketidaksopanan saya dan anak saya"kata Zuan Xiang dan Xin Xiang langsung turun dari kudanya bersama Kelima orang yang mengikutinya memberi hormat kepada Mao
"Paman dan saudara Xin jangan seperti itu aku bukan pangeran dari kerajaan bintang lagi, silahkan kalian berduri"kata Mao sambil juga ikut turun dari kuda miliknya
"Pangeran semenjak Raja sebelumnya di ganti kami terpaksa datang menyerang kota tua karena paksaan raja si Liu"kata Zuan Xiang sambil berdiri bersama Xin dan kelima yang mengikutinya
"Aku sudah mendengar kabar itu paman, tapi apa paman tau kalo sekarang aku yang memiliki hak penuh atas kota tua dan tidak ada hubungannya sama kerajaan Pedang dewa karena raja rayen telah memberikan kota itu padaku"kata Mao
"ya aku sempat berpikir jendral dari kota tua yang di takuti di kerajaan Pedang dewa bernama Mao memimpin kota tua itu sekarang dan aku berpikir bahwa nama Mao itu hanya di miliki oleh pangeran Mao dari kerajaan bintang di seluruh negeri ini"kata Zuan Xiang
"iya itu aku sekarang paman dan saudara Xin, tapi bagaimana paman bisa mengatakan kalo namaku hanya di miliki di negeri ini dan tidak sama dengan nama orang lain seperti biasanya orang ada yang memiliki nama yang sama walaupun berasal dari keluarga berbeda"kata Mao sambil bertanya
"Sejarahnya sangat panjang pangeran kalo aku menjelaskannya"kata Zuan
"baiklah lain kali saja, sekarang apa jendral Zuan Xiang dan jendral Xin Xiang masih akan menyerang kota tua"tanya Mao
"Kami merasa tidak bisa mengambil keputusan pangeran"kata Zuan Xiang
"Baiklah aku akan membuktikan kalo pasukanku satu orang bisa menghabisi lima sampai sepuluh orang dalam waktu sekejap jadi tunjuk siapa perwakilan terkuat yang jandral Zuan miliki sekarang kecuali jendral Zuan sendiri"kata Mao
"Xin kamu jendral orang terkuatku jadi kamu harus maju"kata Zuan
"baik ayah"kata Xin maju ke depan
"Siapa yang akan menghadapi saudara Xin ku ini untuk memberinya sedikit hadiah pertemuan"kata Mao
"saya jendral "kata kelima pemimpin pasukan itu serempak
"Karena umur Saudara Xin ku itu tidak dua puluh Lima tahun, bagaimana menurutmu saudara Ben yang umurnya masih di dua puluh tiga tahun"kata Mao
"saya siap jendral"kata Ben sambil maju
"hei saudara Ben aku tidak pernah menyuruhmu untuk melukai saudaraku yang lainnya dengan pedangmu, ambilkan pedang kayu yang di gantungan kuda milikku dan berikan pada saudara Ben"kata Mao
setelah itu Roki yang tidak jauh mengambil pedang kayu yang Mao maksud lalu memberikannya kepada Ben, lalu Ben maju ke depan untuk menghadapi Xin
"sepertinya pangeran Mao meremehkan kekuatanku"kata Xin
"hahaha tidak saudara Xin, aku tidak meremehkan kekuatanmu, dia itu saudaraku juga pemimpin pasukan awal malam pasukan yang berada di bawah Pasukan tengah malam dan pasukan inti malam milikku, bagaimana menurut paman Zuan"kata Mao
"benar apa yang di katakan pangeran sebaiknya kamu menggunakan pedang aslimu jika tidak ingin terluka anakku"kata Zuan sambil mengamati Ben
"baik ayah"kata Xin lalu mengeluarkan pedang miliknya
Hitungan mundur di hitung oleh Mao dalam hitungan ketiga Xin menyerang dengan tehnik pedang terkuat miliknya tapi Ben mampu menepis tebasan pedang milik Xin dengan santai, dalam sekejap mata pedang kayu Ben terus menerus menepis serangan Xin di saat yang tepat Ben bergerak cepat dan pedang kayu itu sudah ada di leher Xin lalu Xin menyatakan menyerah
"bagaimana saudara Xin, kekuatan pemimpin pasukan milikku"kata Mao