
Pertempuran Antara Rek dan ketiga pemimpin pasukan bintang terjadi di tengah-tengah Yang di saksikan oleh dua jendral dari kerajaan bintang, dua pemimpin dari pasukan kita tua dan Dua prajurit lainnya
Pertempuran Rek membuah kan Hasil pedangnya mengenai Tangan salah satu dari ketiga pemimpin pasukan kerjaan bintang yang dia hadapi itu membuat keuntungan baginya
Dalam beberapa menit lagi Pedang Rek mengenai perut salah satu dari ketiga pemimpin pasukan kerajaan bintang hingga tertembus sambil Rek menangkis dan menghindari dua serangan pemimpin lainnya
setelah mencabut pedang dari perut pemimpin pasukan tersebut Rek dengan cepat Melawan dua pemimpin yang tersisa, dalam beberapa waktu berlalu Rek berhasil membunuh kedua pemimpin lainnya ada yang tertusuk di dada dan kepalanya terpisah dari kepalanya
Melihat kejadian itu Jendral Baek Dengan segera mengangkat pedangnya sambil memberikan instruksi ke dua ratus ribu pasukannya untuk menyerang sedangkan dirinya dengan cepat kembali ke pasukannya
"serang"teriak Roki mengangkat pedangnya sambil menyuruh semua pasukannya menyerang
melihat Roki mengangkat pedangnya, Pemimpin pasukan lainnya melihat itu mulai menyuruh prajuritnya untuk menyerang juga
Melihat Pasukan musuhnya dari segala arah jendral Baek dan jendral Sean memerintahkan pasukan untuk menyerang juga ke arah segala penjuru pasukan musuhnya
"Ah sial kita sudah terkepung tidak ada jalan kembali"kata jendral Baek juga mengeluarkan pedang dari sarungnya untuk menghadapi serangan yang datang dari arah depannya
sekuat apa jendral Baek dan jendral Sean masih belum mampu melukai seorang prajurit dari prajurit musuhnya
Sedangkan sudah banyak prajuritnya yang sudah mati terbunuh
"Serang jangan sisakan satu orang pun untuk berhasil kabur"teriak Roki ikut menyerang musuh di depannya tebasan demi tebasan Roki dari atas kudanya mampu memenggal kepala musuhnya dengan cepat
begitu juga dengan pemimpin pasukan lainnya Yang sudah membunuh hampir puluhan orang persatu orang pemimpin
"Sebaiknya kita mencari keberadaan jendral Baek dan jendral Sean agar tidak banyak korban lagi"kata Zuan berteriak di tengah peperangan kepada Roki
"benar Kata saudara Zuan, Kalian buka kan jalan menuju ke tengah"kata Roki
seperti yang di intruksikan Roki semua prajurit membukakan jalan untuknya dan Zuan menuju tengah tapi pertahanan pasukan kerajaan bintang masih saja mereka belum berhasil menembusnya
pertempuran itu terus terjadi dalam satu hari tanpa ada satupun yang Istirahat sampai malam hari
di malam hari baru Roki dan Zuan berhasil menembus ke dalam pertahanan pasukan kerajaan bintang dengan di ikuti prajurit Yang membukakan jalan sebelumnya
"Jendral Baek dan jendral Sean, sebaiknya kalian berdua menyerah, atau semua pasukan kalian akan aku makamkan disini"kata Roki
"Hahahaha Pasukan ku tidak akan kalah, kalian semua terus serang mereka"kata Jendral Baek masih percaya diri akan kemenangannya
"Kamu memang meminta kematian mu, jendral Baek"kata Roki turun dari kudanya membawa pedang di tangannya
"Aku tidak peduli"kata Baek menyerang Roki dengan pedangnya saat sudah turun dari kuda miliknya
Roki menghadapi Baek sedangkan Zuan menghadapi Sean
"Jendral Sean sebaiknya kamu menyerah dari pada harus mati disini"kata Zuan
Zuan dan Sean sama-sama turun dari kudanya dan menyerang satu sama lain
pertempuran dua jendral dan dua pemimpin berlangsung di tengah pasukan yang sedang saling menyerang
pertempuran tersebut membuat semua yang sedang bertempur satu sama lain menjauh karena keganasan suara pedang yang terjadi di dekat mereka, salah sedikit bisa saja mereka menjadi mangsa dari pertempuran yang terjadi antara dua jendral dan dua pemimpin tersebut
"Jendral Sean, aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu tentang jendral Mao, dia adalah Mao Liu anak dari raja sebelumnya, Jadi aku harap kau mengerti"kata Zuan yang terus menerus menangkis serangan Sean
"Aku tidak peduli dengannya"kata Sean terus menyerang Zuan dengan ganas
Zuan hanya menangkis tidak mau melawan dan membunuh Sean karena Sean terkenal cukup baik di bandingkan Baek yang selalu Menghianati ayahnya Mao saat memimpin dulu
Dalam pertempuran itu Sudah banyak pasukan kerajaan bintang yang terbunuh sedangkan pasukan dari kota tua hanya terlihat kelelahan karena sampai malam hari pertempuran itu belum selesai dan masih banyak prajurit kerajaan bintang yang masih bertahan
sampai pagi hari, Baru semua orang yang ada disana sudah sangat lelah karena pertempuran itu Mereka saling terus menyerang tapi kelihatan sudah tidak banyak tenaga yang tersisa
Tapi para pemimpin pasukan dari kota tua masih sangat ganas menyerang semua pasukan musuh walaupun sudah satu hari perang itu berlangsung
"Hentikan Pertempuran"kata Roki mengangkat kepala Baek yang sudah di penggalnya
melihat itu semua pasukan kerajaan bintang meletakkan senjata mereka di tanah karena jendral mereka sudah Terpenggal kepalanya
Sean yang melihat itu juga meletakkan senjatanya di tanah sedangkan Zuan hanya diam memandang Sean
Seseorang datang dengan kuda besar miliknya dengan sangat cepat menerobos semua prajurit yang ada disana dengan cepat kuda tersebut sudah ada di tengah-tengah seluruh pasukan, Mao datang dengan cepat dan turun dari kudanya
"Salam jendral"ucap semua pemimpin dan semua prajurit yang mengenali Mao
"hentikan mengacungkan pedang kalian ke orang karena mereka telah meletakkan senjata mereka di tengah"ucap Mao cukup keras Sehingga semua prajurit yang mendengar itu menyarungkan pedangnya di pinggang masing-masing
"Jendral maaf aku membunuhnya karena dia tidak ingin menyerah"kata Roki melihat ke arah Baek yang sudah terpisah badan dan kepalanya
"Tidak apa-apa saudara Roki, jendral Sean bangunlah bawa pasukan mu kembali ke kerajaan bintang jika mereka ingin Mengikuti mu bawa mereka, tapi jika mereka tidak ingin ikut dan bergabung dengan pasukan ku tentu aku akan memperlakukan mereka semua sama"kata Mao menatap Sean
"pangeran, semua ini adalah suruhan dari raja si Liu, kalian semua aku akan bertanya langsung, Aku akan bergabung di bawah pangeran Mao atau menjadi prajurit biasa tidak masalah bagiku, bagi kalian semua yang ingin kembali kerajaan bintang silahkan kembali dan yang ingin mengikuti ku silahkan bergabung dengan pangeran Mao"teriak Sean dengan keras setelah berdiri
Setelah mendengar ucapan Sean semua prajurit dari kerajaan bintang terdiam mengira jika mereka kabur mereka akan di bunuh
"dengarkan bagi semua yang ingin kembali ke kerajaan bintang jangan menyentuh mereka sedikitpun,biarkan mereka kembali"teriak Zuan dengan keras
mendengar itu Semua pasukan bintang masih saja diam dan tidak bicara sama sekali
"semua pemimpin tolong urus semuanya, jika ingin bergabung seperti biasa perlakukan mereka semua dengan sama dan bagi semuanya menjadi empat bagian, aku akan kembali duluan ke kota tua"kata Mao menaiki Kudanya dan memacu kudanya dengan kencang meninggalkan area peperangan tersebut