
Mao menunggu tidak jauh dari markas pasukan tengah malam, Mao menunggu kai dan lam membawa wanita yang sebelumnya Mao bicarakan, setelah beberapa waktu kai dan lam kembali membawa sekitar sembilan orang wanita bersama mereka.
"ini jendral semua wanita di markas tengah malam dan mereka semua bersedia ikut bersama jendral"kata kai
"apa mereka punya keluarga di markas ini"tanya Mao
"ada sebagian yang punya hubungan keluarga, sebagian lagi belum ada dan semuanya belum menikah jendral"jawab kai
semua wanita hanya diam sambil memperhatikan apa yang Mao dan kai bicarakan, setelah cukup lama berbincang Mao membawa sembilan wanita itu bersamanya, di perjalanan Mao membawa begitu banyak wanita membuat semua orang iri karena membawa banyak wanita cantik.
di tengah perjalanan Mao bersama dengan sembilan wanita itu menuju ke Utara,Mao melihat beberapa orang di jalanan sedang menunggu ke datangan Mao.
"Hahaha anak muda sebaiknya jika kamu ingin tetap hidup, serahkan semua hartamu dan biarkan sebagian wanita mu itu bersama kami"kata salah seorang dari lima laki-laki yang wajahnya sedikit bekas luka.
"maaf tuan, Aku tidak bisa karena mereka ada di bawah perlindunganku"kata Mao dengan merendah
sedangkan sembilan wanita itu tidak takut karena mereka sudah di latih dan mereka termasuk pengguna panah dan pedang yang handal setelah di latih Mao.sembilan wanita itu menatap tajam ke arah kelima perampok itu.
"Hahaha anak muda kamu belum tau aku si Jarot perampok terkenal di kota ini"kata orang yang terus bicara menyebut namanya.
"Kalian urus mereka, dan jangan sisakan bekas sedikitpun"kata Mao dengan suara rendah.
"Maaf jendral apa yang akan kita lakukan pada tubuh perampok ini"kata seorang wanita yang menghadap kepada Mao
"Kubur atau buang saja, aku akan tunggu disini"kata Mao sedikit heran kenapa dia bisa melatih wanita sebagai prajuritnya yang tanpa rasa takut dan kekuatannya sangat di luar nalar.
setelah itu sembilan wanita itu pergi membawa mayat Jarot dan empat anak buahnya,tak lama sembilan wanita itu kembali ke tempat di mana Mao masih menunggu.
"ayo kita lanjut ke Utara, dan menemui saudari kalian"kata Mao sambil berjalan
"siap jendral"kata sembilan wanita itu tegas.
Mao berjalan dan di ikuti sembilan wanita di belakangnya, selama di perjalanan Mao tidak banyak bicara dan hanya merenung di perjalanan menuju ke utara.di Utara adalah markas inti malam yang pemimpin pasukannya adalah Eder dan Asdar sedangkan ketua pedang dan panahnya Liam dan Dai.
Tak butuh waktu lama sekitar setengah jam Mao dan sembilan wanita sampai di markas inti malam, melihat kedatangan Mao dan beberapa wanita Liam dan Dai langsung berlari menuju ke arah Mao.
"Jendral apa yang membawa anda ke markas kami"tanya Liam
"Kumpulkan wanita yang ingin ikut denganku tinggal di perumahan dekat kediaman jendral, jangan di paksa jika tidak mau"kata Mao
"siap jendral"kata Liam dan Dai bersamaan dan tidak menanyakan alasan Mao karena apa yang di rencanakan Mao Sudah pasti demi ke baikan mereka.