
Selama satu hari perjalanan melewati kota bambu dan Mao singgah di desa hutan hijau untuk menanyakan apa keputusan Ding untuk ikut dengannya ke kota tua dan Ding setuju untuk ikut dan di jadikan pemimpin pembangunan di kota tua.
Mao dan yang lainnya tidak langsung melanjutkan perjalanan ke kota tua dan menginap lagi di desa hutan hijau.
lalu keesokan paginya baru Mao dan yang lainnya menuju ke kota tua. Tidak banyak kendala yang Mao temui di jalanan menuju ke kota tua, dan dalam satu hari mereka sampai di kota tua.
melihat kedatangan Mao sore hari penjaga gerbang kota tua langsung membukakan gerbang.
"ini untuk kalian,belilah makanan yang enak"kata Mao sambil melempar tiga koin emas kepada ketiga penjaga gerbang itu.
"terima kasih jendral"jawab ketiga penjaga gerbang itu bersamaan.
lalu Mao masuk dan langsung menuju ke kediaman jendral miliknya tak butuh lama mereka sampai di depan gerbang kediaman itu lalu masuk ke dalam sambil membawa langsung gerobak-gerobak belanjaan mereka.
"Selamat datang jendral"kata Dao menghampiri Mao yang sudah di depan pintu rumah kediaman.
"Iya, saudara Dao, tolong urus dan simpan semua ini di gudang, sedangkan kalian berenam juga bisa langsung beristirahat, biar saudara Dao dan yang lainnya yang mengurus barang ini"kata Mao sambil berjalan masuk bersama dengan Lian dan dewi
"Siap jendral "kata mereka serempak lalu mengerjakan apa yang Mao perintahkan.
"wah kediaman ini sangat megah seperti kediaman kerajaan"kata Dewi melihat kediaman jendral berjalan masuk ke dalam Bersama dengan Mao dan Lian.
"Lian kamu tolong tunjukkan kamar untuk Dewi, aku akan pergi istirahat lebih awal"kata Mao meninggalkan Lian dan Dewi di ruangan itu, Mao menuju ke kamarnya di lantai dua.
"Ayo putri kita ke kamar anda"kata Lian mengajak Dewi
"iya baiklah ayo Dewi ke kamar kamu"kata Lian menarik tangan Dewi.
Dewi mengikuti Lian menuju lantai dua dan kamarnya berada dekat dengan kamar Mao dan kamar Lian juga dekat dengan kamar Mao.
di dalam kamar karena waktu sudah sore Mao berbaring dan ingin melepaskan lelahnya perjalanan yang dia lalui, banyak hal yang terpikirkan di benak Mao tentang bagaimana menghadapi serangan kerajaan bintang dalam setengah bulan lagi
sampai malam hari Mao membuat rencana di dalam kamarnya dan berbaring tidur tanpa sadar.
keesokan harinya Mao terbangun, setelah membersihkan diri Mao menuju ke ruang makan dan di sana semuanya sudah menunggu kedatangan Mao termasuk Lian dan Dewi.
"maaf membuat kalian menunggu lama,setelah ini kita ke aula pertemuan membicarakan sesuatu, jadi sebaiknya kita makan dulu"kata Mao sambil duduk di kursi tempatnya biasa makan.
Acara sarapan itu pun sunyi hanya terdengar suara sendok dan piring yang beradu.
setelah sarapan Mao mengajak semuanya ke ruang pertemuan, beberapa saat setelah mereka sampai Mao hanya terdiam dan sedang berpikir keras bagaimana menghadapi seratus ribu prajurit kerajaan bintang yang datang menyerang sedangkan pasukannya sekarang hanya berjumlah sekitar kurang lebih tiga puluh ribu.
"Bagaimana perkembangan pelatihannya saudara-saudaraku"kata Mao
"Berjalan lancar jendral"jawab Dao
"apa semuanya sudah melewati tahap satu"tanya Mao
"sudah semua jendral dan sekarang yang melewati kedua dan ketiga lebih banyak"kata Dao