
"hem"Dehem Zeng melihat Mao pokus menatap Mira dan juga Mira pokus menatap Mao
"eh iya maaf sebelumnya tuan-tuan dan nyonya ini siapa"kata Mira menghentikan pandangannya pada Mao
"Ini kakek ,paman dan bibiku Aku bertemu mereka di jalanan"kata Mao
"maaf tuan saya tidak sopan sebelumnya"kata Mira menundukkan kepalanya
"tidak perlu seperti itu, kami juga sama sepertimu hanya orang biasa"kata Zeng Miu
"iya"kata den dan yang lainnya
"Mira, Tolong siapkan beberapa makanan dan minuman buat kakek paman dan bibi"kata Mao tidak lagi menyebutkan kata ku di akhir kalimatnya
"baik tunggu sebentar"kata Mira pergi ke pintu belakang dengan segera
"Kakek paman dan bibi sebelumnya pergi kemana sebelum kesini"tanya Mao
"sudah banyak yang kami lalui sampai kesini, dan di jalanan mendengar ada jendral yang baik di kota tua jadi kami memutuskan untuk kesini"kata Zeng Miu
"siapa sangka itu dirimu keponakan"kata den Miu
Zeng Miu dan yang lainnya bercerita tentang perjalananya hingga sampai ke kota tua begitu juga dengan Mao menceritakan bagaiman dia bisa sampai ke kota tua dan apa saja yang telah dia lakukan tidak ada yang Mao tutupi dalam masalah itu menceritakan semuanya dengan detail sampai malam hari mereka di bar itu bercerita dengan penuh tanda tanya dan tawa bersama
"ngomong-ngomong kakek paman dan bibi sekarang tinggal dimana"tanya Mao setelah semuanya berhenti bercerita
"Kami berpindah pindah mencari tempat yang nyaman untuk tinggal"kata Zeng Miu
"Bagaimana kalo kakek tinggal di kediamanku, aku ingat dulu kakek suka mengajar pedang kepada orang-orang pada saat aku berkunjung ke rumah kakek, dan sebentar lagi aku ingin membangun dua akademi untuk anak yang mau belajar pedang dan panah"kata Mao
"apa itu tidak akan merepotkan mu cucuku"kata Zeng tapi paman dan bibi Mao sangat senang atas ajakan Mao
"Tidak kek, aku akan sangat senang apabila kakek ingin tinggal di sana bersama paman dan bibi juga"kata Mao
"benar kata jendral dari pada kakek paman dan bibi berkeliling lebih baik tinggal bersama jendral Mao"kata Mira
"Nah kan calon cucu kakek pun setuju untuk kakek paman dan bibi tinggal"kata Mao melihat ke arah mira sambil menggoda
"tidak, aku hanya memberi saran"kata Mira dengan gugup
"baiklah jika kami tidak merepotkan kamu kakek akan ikut tapi kakek mohon beri kakek kerjaan biar tidak bosen"kata Zeng
"Aku juga"kata paman dan bibi Mao bersamaan
"tentu aku akan beri kerjaan dan akan mendapat upah, Mira ayo berangkat dan kunci bar ini, karena ini juga sudah sepi"kata Mao sambil berdiri dan mengajak Mira juga
setelah itu Mao berjalan bersama Mira, Zeng dan lainnya menuju kediaman jendral milik Mao dengan berjalan kaki
Mereka berjalan bersama di jalanan kota tua sambil berbincang bincang membicarakan banyak hal sambil tertawa juga
"kemana saja jendral pergi hingga malam hari ini, kami semua menghawatirkan keselamatan jendral, dan siapa mereka"kata Dao melihat Mao memasuki gerbang dengan beberapa orang
"Ouh kebetulan kalian semua pemimpin pasukan ada di sini, ini kenalin kakek paman-paman bibi dan Satu lagi Mira sebagai pemimpin perdagangan"kata Mao
"maafkan ketidak sopanan saya tuan-tuan, dan nyonya Liu"kata Dao sambil menundukkan kepalanya
"hahaha hahaha kamu salah saudara Dao ini kakek dari keluarga ibuku dan marga keluarga ibuku bukan Liu tapi Miu"kata Mao sambil tertawa keras
"ouh maaf sekali lagi tuan-tuan,dan nyonya Miu atas ketidaktahuan saya"kata Dao
"Selamat datang tuan-tuan dan nyonya Miu"kata Dewi dan Lian bersamaan maju ke depan
"Kalian bisa berkenalan nanti ini sudah malam, Dewi dan Lian tunjukkan kamar mana yang akan di tempati kakek, paman dan bibi dan satu lagi kamar untuk Mira"kata Mao sambil memandang Dewi dan Lian
"baik"kata Lian dan Dewi bersamaan sambil mengajak Zeng dan yang lainnya
Setelah kepergian Dewi ,Lian , Zeng,Mira dan yang lainnya, Mao mengajak semua pemimpin untuk menuju ruang pertemuan
"Sepertinya ada hal yang perlu kalian semua sampaikan pada ku sehingga menungguku di depan gerbang"kata Mao sambil duduk singgasana jendral miliknya
"Tadi sore ada pembawa surat, dan surat itu menyatakan bahwa jendral Zuan dan keluarganya sedang di kejar oleh prajurit kerajaan karena ketahuan ingin meninggalkan kerjaan bintang"kata Dao
"apakah mereka tertangkap"kata Mao sambil terkejut
"belum jendral, mereka masih bersembunyi di sekitaran kota Mawar merah menghindari prajurit yang terus mencari mereka"kata Dao
"mmmm siapa pemimpin yang ingin pergi menyelamatkannya"kata Mao melihat semua pemimpin yang ada disana
"saya"ucap seluruh pemimpin yang di sana bersamaan sambil mengangkat tangan kecuali ding yang memang sebagai pemimpin pembangunan saja
"Begini saja, Saudara Asdar, win dan saudara Tian aku serahkan penyelamatan kepada kalian bertiga, karena aku tidak ingin mengerahkan pemimpin utama pasukan untuk pergi ke sana karena keadaan yang mulai muncul sekarang, ketiga pemimpin silahkan bawa beberapa prajurit pedang dan panah untuk berjaga-jaga bila keadaan musuh terlihat banyak, kalian juga boleh membawa seluruh pemimpin panah dan pedang untuk ikut"kata Mao
"siap jendral kami akan berangkat sekarang, mari saudara win dan Tian kita berangkat"kata Asdar sambil berdiri
"silahkan"kata Mao
setelah itu ketiga pemimpin pasukan itu pergi mengajak enam orang pemimpin panah dan pedang yang ada di sana untuk pergi
"Berapa lama kira-kira Saudara Asdar dan yang lainnya sampai ke kota itu"tanya Mao
"kalo menurutku yang sudah pernah ke kota itu sekitaran lima atau empat jam mereka sudah sampai jendral"kata Roki yang ada disana
"Bagus berarti besok siang mereka sudah ada di sini,jadi tumben sekali saudara Roki ada disini"kata Mao
"Jendral Mao semua prajurit ingin bergabung bersamamu dan tidak ingin kembali ke kota kerajaan pedang dewa, jadi maksud kedatangan saya adalah apa sepuluh ribu orang itu jendral Mao akan menerimanya termasuk saya"kata Roki
"Oh tentu, tapi mereka akan tetap menjadi bagian dari prajurit pertahanan bagian selatan, dan sudah aku rencanakan bahwa sepuluh ribu rumah sudah akan di bangun untuk prajurit sedikit lebih jauh dari kota tua sekitar seratus meter lebih, dan pelatihan sebelumnya yang aku janjikan silahkan saudara Roki meminta salah satu pemimpin dari punyaku untuk mempraktikkan pelatihan tersebut"kata Mao