Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MELIHAT LATIHAN


Setelah keluar dari kamar Lian, Mao masuk ke kamarnya sendiri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri Mao mengenakan pakaian dan keluar menuju ruangan pertemuan setelah makan di ruang makan.


"haaahhh apa yang akan aku lakukan hari ini, Lian mungkin sedang istirahat"kata Mao sendiri sambil duduk di kursi kebesarannya di ruang pertemuan itu.


"apa sebaiknya aku melihat hasil latihan mereka yang baru beberapa hari mulai latihan"gumam Mao dalam pikirannya saat selesai melamun kan sesuatu.


Lalu Mao berjalan keluar dari kediamannya menuju ke lapangan tempat arena latihan yang di bangun oleh Dao.


Setelah sampai tidak jauh dari lapangan latihan Dao dan pemimpin pasukan yang melihat kedatangan Mao langsung menghampirinya.


"Apa yang membawa jendral kemari"tanya Dao saat sudah sampai di depan Mao


"Tidak ada aku hanya ingin melihat latihan calon prajurit baru, tapi kelihatannya mereka baru tiga hari sudah banyak yang melewati tahap latihan ke tiga, memang mereka sangat semangat"kata Mao


"iya jendral sebelumnya sebagian dari mereka adalah prajurit yang di buang kerajaan jadi cepat mengerti tentang pelatihan ini"kata Eder


"ingat setelah sebelas hari lagi kalian harus menghentikan pelatihan dan membaginya sesuai kekuatan masing-masing"kata Mao.


"Maaf jendral tapi bolehkah saya dan pemimpin lainnya menerima latihan jendral langsung untuk meningkatkan kekuatan berpedang"kata Dao


"Mmmm boleh tapi kalian harus menunggu beberapa hari"kata Mao


"siap jendral"kata Dao


"Besok aku akan ke kerajaan Pedang dewa untuk beberapa hari jadi kalian harus tetap waspada di kota tua sampai aku kembali, dan sebutkan Jenis berpedang bagaimana yang kalian inginkan"kata Mao.


"menurut pribadi sebaiknya jendral saja yang tentukan"kata Dao


"baiklah, kalian bisa lanjutkan mengawasi latihan, aku hanya akan mengamati dari jauh"kata Mao


"siap jendral"kata Dao dan pemimpin pasukan lainnya.


"jendral sedang memikirkan apa"tanya seorang yang sudah ada di belakang Mao dia adalah Roki pemimpin pasukan kerajaan yang ada di sebelah selatan.


"sudah beberapa hari saudara Roki tidak mengunjungi kediamanku, aku berencana besok akan ke kerajaan Pedang dewa mengurus sesuatu, jadi sebaiknya sekarang saudara Roki katakan apa yang anda butuhkan"kata Mao.


"Maaf jendral melihat anda melatih banyak pasukan, bolehkah saya ikutkan serta prajurit kerajaan yang lain juga"kata Roki


"Bagaimana kalo begini saudara Roki, kita akan melatih prajurit kerajaan yang ada di bawah pimpinan mu setelah perang usai,karena waktu sudah tinggal beberapa hari lagi menuju perang"kata Mao


"itu ide yang bagus, saya setuju sama jendral"kata Roki


"apa ada hal lain lagi"tanya Mao


"ada satu lagi jendral, masalah makanan di Prajurit kerajaan sedang kekurangan"kata Roki


"Mmmm baiklah, saudara Dao mohon kemari"teriak mao cukup keras sampai terdengar kepada Dao


"ada apa jendral"kata Dao saat sudah menghampiri Mao


"ini kamu berikan makanan kepada saudara Roki yang kemarin dibawa oleh pemimpin pasukan lainnya,berikan setidaknya cukup untuk satu bulan"kata Mao


"Maaf sebelumnya saudara Roki berapa jumlah pasukan kerajaan di selatan"tanya Dao


"jumlah semuanya dari wanita sampai laki-laki, Totalnya dua puluh lima ribu lebih pasukan"jawab Roki


"wanita, mmmmm sebaiknya wanitanya bawa kemari aku tidak ingin ada wanita di Medan perang, tapi kalo tidak mau biarkan saja, dan satu lagi saudara Dao sebelum pergi bangun perumahan yang cukup untuk sepuluh ribu prajurit di samping markas milik wanita di belakang kediaman aku minta itu sudah selesai dalam lima hari saat aku kembali dari kerajaan Pedang dewa, silahkan ambil sebanyaknya koin emas di gudang harta agar pembangunannya cepat selesai dan untuk mengawasi jalannya pelatihan biar para pemimpin pasukan saja yang mengawasi"kata Mao


"siap jendral saya akan mulai merencanakannya hari ini, mari ikut saya saudara Roki ke gudang makanan"kata Dao sambil mengajak Roki pergi ke gudang makanan.


sedangkan Mao merasa sudah cukup lama di lapangan itu sampai sore baru dia kembali ke kamarnya dan sesekali melewati kamar Lian tapi Lian masih belum kelihatan di hadapan Mao jadi Mao membiarkan Lian beristirahat saja, sampai malam baru Mao tertidur di kamarnya.