Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
PERJALANAN


Mao,Lian dan enam orang pemimpin pedang dan panah Kelihatan meninggalkan kota tua berencana untuk menuju ke Kerajaan pedang dewa, di perjalanan Mao dan Lian menaiki satu kuda berdua,sedangkan Pemimpin yang Mao bawa memandu gerobak yang di tarik oleh kuda.


"Berapa lama perjalanan kita ke kota tua"tanya Lian yang duduk di atas kuda bersama dengan Mao


"Kalo kita berjalan mungkin butuh waktu tiga hari, tapi kalo menggunakan kuda mungkin sekitar dua hari"jawab Mao


"apa kita tidak istirahat dulu ini sudah siang kasihan mereka mungkin belum sarapan"kata Lian.


"Sepertinya tidak ada makanan yang kita bawa, Mungkin dua atau tiga jam lagi kita akan sampai di perkampungan pertengahan antara kota bambu dan kota tua"kata Mao.


"Tenang saja, semuanya sudah aku siapkan ,sebaiknya kita istirahat dulu"kata Lian.


"baiklah di sana"kata Mao sambil menunjuk pohon besar tidak jauh di depan mereka.


Mao memberhentikan kuda dan menurunkan Lian,melihat Mao berhenti ,Dai yang berada pada tepat di belakang Mao turun juga menuju ke arah Mao.


"Maaf jendral kenapa kita berhenti"kata Dai yang sudah ada di depan Mao.


"sebaiknya kita istirahat dulu disini untuk makan,Perjalanan juga sangat jauh.panggil semuanya dan kita makan disini"kata Mao sambil duduk di bawah pohon besar yang ada di pinggir jalan itu.


sedangkan Lian pergi ke gerobak untuk mengambil makanan.


"Baik jendral"kata Dai sambil berbalik untuk memanggil kawannya yang lain.


setelah beberapa lama Lian sudah membawa makanan dengan kotak yang cukup besar dan Dai juga sudah datang bersama Liam ,kai,lam,mang dan ris. Mereka mulai makan di bawah pohon besar di pinggir jalan itu.


"Menurut kalian berapa lama kita akan sampai ke desa di terdekat"tanya Mao.


"Menurut saya tinggal tiga atau empat jam lagi jendral, karena saya pernah beristirahat di sini sebelum ke kota Bambu"kata Ris


"Sebenarnya saudara Ris berasal dari mana"tanya Mao


"Sebenarnya saya dari salah satu kota yang tidak jauh dari kota tua yaitu kota bunga dan kota itu masuk ke kerajaan bintang, dan di sana saya lahir"Jawab Ris


Mao menatap ris dengan berpikir dan menunduk, banyak hal yang Mao pikirkan masalah kerajaan bintang.


"kenapa saudara ris meninggalkan kota bunga, bukankah kita itu sangat indah dengan bangunan dan pepohonan yang mengelilinginya"tanya Kai


"Benar kota itu sangat indah dan nyaman seperti yang saudara Kai katakan tapi tiga tahun yang lalu kota itu sangat nyaman dan pajak rendah bagi setiap orang, tapi setelah Raja sebelumnya mati terbunuh di Medan perang rajanya berganti tahta turun ke tangan adiknya, setelah adiknya itu naik tahta, semua barang di permainkan oleh perdagangan milik kerjaan dengan harga mahal dan pajak mencapai satu koin emas per bulan bagi yang ingin tetap tinggal di kota itu,dan aku dengar Anak dari raja sebelumnya atau keponakan dari raja kerajaan bintang sekarang sudah di buang olehnya,menurutku Kenapa seorang paman bisa membuang keponakannya sendiri Setega itu dan"kata Ris terhenti melihat wajah Mao memerah dan wajah kawannya yang lain juga memerah termasuk Lian, Karena mereka tau bahwa jendral Mao lah anak yang di buang itu.


"Sudah cukup saudara Ris"kata Dai menepuk bahu ris dan dai membisikkan siapa Mao sebenarnya, ris sendiri terkaget mendengar itu.


"Tidak apa, silahkan lanjutkan dan apa yang terjadi selanjutnya"kata Mao.


"Dan selanjutnya kerjaan bintang menetapkan Hukum baru di seluruh Penduduk kerajaan bintang, yaitu harus mengikuti latihan prajurit baik anak atau orang tua di paksa untuk menjadi prajurit, dari latihan itu banyak anak-anak dan orang tua yang mati dalam latihan, karena latihan berat yang harus di jalani"kata Ris


"Terima kasih saudara Ris atas informasinya, dengan ini aku tidak akan segan membunuh keluarga kerajaan bintang,ini sudah siang sebaiknya kita melanjutkan perjalanan"kata Mao berdiri dan mengajak Lian untuk naik ke kuda.


Mao,Lian dan Ke enam pemimpin itu melanjutkan perjalanan, mereka menempuh dua jam lebih sampai sore hari baru mereka tepat di desa yang mungkin setengah perjalanan menuju kota bambu.


"Aku butuh penginapan, tempat makan,dan menitipkan kuda-kuda dan gerobak-gerobak ini"kata Mao


"Oh ya saya lupa nama saya Ding kepala desa hutan hijau ini,jika boleh saya yang mengarahkan tuan-tuan"kata Ding lalu mengajak Mao.


setelah menitipkan kuda di tempat penitipan, Mao di ajak ke penginapan yang cukup besar di desa itu.


"penginapan ini cukup besar, ini punya siapa kepala desa Ding"tanya Mao.


"ini milik desa tuan, dan ini sumber penghasilan kami untuk membangun desa yang aku rencanakan saat aku jadi kepala desa, hanya satu-satunya ini penginapan di desa ini, saya sengaja menyuruh penduduk membangunnya di sini supaya dekat jalan, dan orang yang melewati desa hutan hijau bisa beristirahat di sini, mari masuk tuan"kata Ding cukup panjang setelah itu mengajak Mao masuk.


setelah Mao,Lin Dan pemimpin lainnya masuk dan mendaftar diri mendapatkan kunci kamar, kemudian mereka terpana oleh penginapan itu setelah masuk ke dalam, dari luar tampak biasa tapi di dalam nya sungguh di luar dugaan hanya ada halaman kecil di tengah dan di kelilingi kamar-kamar.


"wahhhn


wahhhh


wahhhhh


wahhhhh


Kata Mao Lian dan pemimpin lainnya bergantian setelah melihat penginapan itu.


"Maaf saudara Ding, apa bangunan ini kamu yang menggambarnya agar berbentuk begini"tanya Mao


"iya tuan, saat muda dulu saya pergi belajar ke sebuah kota cara membangun rumah, setelah mendengar kedua orang tua saya meninggal baru beberapa bulan saya kembali ke sini"Jawab Ding.


"Mmmmmm bagaimana kalo saudara Ding bekerja untuk saya sebagai pemimpin bangunan di kota yang saya kelola tentu saudara Ding akan mendapatkan upah,tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun"kata Mao.


"saya sangat ingin tuan, tapi saya juga harus membangun desa ini"kata Ding


"itu tidak jadi masalah, kota tua tidak jauh dari sini"kata Mao


"kota tua, bukannya kota itu sedang perang sekarang dan kekurangan makanan akibat perang dan banyak orang yang meninggalkan kota itu"kata Ding


"Saudara Ding jangan khawatir jendral kami bukan sembarangan jendral yang mau menawarkan pekerjaan sembarangan"kata Lian untuk meyakinkan Ding.


"maaf tuan jendral sebelumnya saya tidak sopan, karena tidak tau jendral adalah pemimpin kita itu, dan apakah ini jendral Mao yang di kabarkan itu"kata Ding dengan sedikit kaget dan memberi hormat kepada Mao.


"Yap benar ini jendral Mao kami yang di kabarkan itu"kata kai


"Baiklah saya setuju mengikuti tuan, karena desa ini juga termasuk dalam kota tua tapi saya butuh dua atau tiga hari untuk pergi ke kota tua"kata Ding.


"Jangan khawatir kami akan pergi ke kerajaan Pedang dewa, jadi kami mungkin akan kembali nanti tiga atau empat hari lagi"kata Lian


"sudah sebaiknya kita istirahat dulu ini sudah sangat malam"kata Mao mengajak semuanya


Ding menunjukkan jalan kepada Mao Lian dan pemimpin lainnya, setelah memasuki kamar masing-masing Mao di dalam kamar berpikir sejenak sebelum tidur.