Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
KEMBALINYA PEMIMPIN PASUKAN


Setelah beberapa hari Mao melaksanakan perencanaan pekerjaan yang di rencanakan untuknya sebagai jendral oleh Lian, setelah setengah bulan pemimpin kembali ke kota tua dengan membawa banyak barang dan banyak calon anggota baru. sedangkan Dao sudah lebih dulu menyelesaikan pembangunan arena latihan.


pagi yang cerah setelah bangun tidur dan sarapan Mao menuju ke ruang pertemuan bersama dengan Dao dan pemimpin pasukan lainnya.


"Silahkan kalian melaporkan bagaimana hasil kerja kalian kepada jendral"kata Lian yang duduk paling dekat dengan Mao


"Siapa wanita ini jendral"tanya Eder


"ouh maaf saya lupa memperkenalkan diri, saya Lian bertugas mengurus pekerjaan yang akan di lakukan jendral Mao"kata Lian


"sudah jangan berdebat dia adalah bawahan yang mengatur kerjaku, aku mulai menyukainya"kata Mao


"maksud jendral apa"kata Dao


"maksudku aku mulai menyukai tentang kebisaannya merencanakan apa yang akan aku kerjakan"kata Mao


"sudah jangan banyak bicara lebih baik kita melapor saja, jendral kami berhasil membuat sepuluh ribu pakaian perang, berbagai makanan dan barangnya ada di depan, sedangkan kami berhasil membawa tujuh ribu calon prajurit baru dan menerima tawaran kami seperti yang jendral katakan tentang gaji dan kerjaan kita, laporan selesai"kata Eder melapor sebagai pemimpin pertama pasukan dari pasukan inti malam


"kami membawa Lima belas ribu pakaian perang, berbagai makanan dan Delapan ribu calon prajurit baru, laporan selesai"kata Era melapor sebagai pemimpin pertama pasukan dari pasukan tengah malam


"kami berhasil membawa dua puluh ribu pakaian perang, berbagai makanan dan sepuluh ribu calon prajurit baru,laporan selesai"kata Ben melapor sebagai pemimpin pertama pasukan di awal malam.


"Ok sekarang jumlah pakaian perang kita sebanyak empat puluh lima ribu pakaian perang dan dua puluh lima ribu calon prajurit baru, saudara Dao bagaimana Arena latihannya bisa menampung sebanyak itu jumlah prajurit baru"kata Li sambil bertanya kepada Dao.


"baiklah pertama aku akan menyerahkan pelatihan dua puluh lima ribu calon prajurit baru kepada pemimpin pasukan yang membawanya ,terserah kalian mau bagaimana melatihnya dan menganggapnya sebagai pasukan yang berhak ikut masuk ke dalam anggota kalian, tapi sebelum melatih itu pemimpin pasukan harus membagi pakaian perang lebih dulu atau kalian bisa menyuruh pemimpin pedang dan panah milik kalian untuk membagikannya ke prajurit kalian masing-masing dan sisanya tolong taruh di gudang senjata, dao tolong kamu tunjukkan gudang senjata, dan gudang makanan agar mereka tau"kata Mao panjang lebar.


"siap jendral"kata Dao


"Bagaimana dengan sisa koin emas itu jendral sebagian saja tidak habis kita pakai"tanya Eder.


"begini saja, simpan dulu di tempat ini, setelah pelatihan prajurit baru kalian kembali ke sini baru kita akan membagikan gaji untuk setiap orang"kata Mao.


"Berapa waktu pelatihan itu jendral"tanya Era.


"Karena dua puluh hari lagi waktu tersisa, jadi gunakan lima belas hari untuk pelatihan itu, dan lima hari sisanya kita gunakan untuk melihat musuh sudah sampai mana, sekarang kalian kerjakan apa yang akan kalian lakukan jangan sampai mengecewakanku"kata Mao


"siap jendral"kata mereka di ruangan itu serempak dan mulai bubar satu persatu dan hanya tinggal Mao dan Lian sebagai perencana kerja Mao di ruangan pertemuan itu.


"ini masih pagi rencana apa hari ini Lian"kata Mao


"hari ini waktunya mengunjungi, markas inti malam, besok markas tengah malam dan Lusa markas awal malam, untuk memberikan pembicaraan khusus agar tidak jenuh kepada seluruh prajurit"kata Lian.


"baiklah mari kita berangkat dan memberikan sedikit semangat kepada seluruh prajurit"kata Mao turun dari singgasana jendral miliknya.


Mao dan Lian berjalan menuju markas inti malam yang ada di Utara untuk memberikan semangat kepada seluruh prajuritnya dan terus menyuruh prajurit agar tetap berlatih mempersiapkan Perang yang akan datang.