
pagi hari.....
setelah beberapa hari di kota tua Mao berencana kembali ke markas gagak terbang.
Mao keluar dari kamar saat sudah sedikit lebih siang dan di lantai bawah Mao menuruni tangga, Saat sampai di bawah Mao melihat 5 prajurit berseragam yang sedang duduk di dapan meja tempat minuman di siapkan sambil menggoda Ria yang menyiapkan minuman.
Mao duduk tak terlalu jauh di dekat lima prajurit itu.
"Apa ada yang tuan butuhkan"tanya Ria menghampiri Mao.
"Siapkan aku minuman seperti biasa"kata Mao.
"anak muda berani sekali kamu menggangguku aku sedang ingin bersama gadis itu, apa kau tidak tau siapa aku" kata seorang yang melihat Mao dilayani oleh Ria
"Aku tau siapa kalian, kalian prajurit kerajaan bintang, dan kenapa prajurit kerajaan bintang bisa masuk ke kota tua saat dalam keadaan perang begini"kata Mao yang sudah mengenali pakaian lengkap prajurit itu.
"hahaha anak muda, kau belum tau, kami bebas masuk ke dalam kota ini walaupun kami dari kerajaan bintang, karena kami utusan untuk membuat kota ini menyerah agar berhenti melawan, jika prajurit disini membunuh kami maka kami akan menghancurkan kota ini"kata seorang dengan sombongnya sambil menatap Mao dengan tajam.
Ria yang mendengar ucapan itu menjadi takut akan terjadi sesuatu kepada Mao, tapi Ria melihat Mao yang tenang menghadapi prajurit kerajaan bintang.
"Anak muda pergilah sebelum aku membunuhmu"kata seorang dari prajurit itu menatap Mao.
"hahahaha apakah semua orang di kerajaan Bintang sudah lupa dengan wajahku sehingga berani menantang ku"kata Mao sambil tertawa keras dan semua orang yang ada di dalam bar itu merasa kasian jika Mao terbunuh oleh prajurit kerjaan bintan.
"Siapa kamu aku tidak takut denganmu"kata salah satu prajurit kerjaan bintang sambil berdiri memegang pedangnya.
"Baiklah Aku Mao Liu, pewaris sah kerajaan bintang dan kalian prajurit sialan telah mengkhianati orang tuaku dan rela mengusirku untuk membantu pamanku yang sialan itu merebut tahta kerajaan bintang saat orang tuaku telah tiada"kata Mao.
"kamu hanya pangeran buangan jadi aku tidak perlu takut padamu"kata seorang prajurit yang sudah mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengacungkan pedangnya kepada Mao
Mao yang melihat itu dengan cepat bergerak tanpa di lihat pergerakannya dan menebas leher prajurit yang mengacungkan pedang padanya, kepada prajurit itu terpisah dari badannya.
melihat kejadian itu empat prajurit lainnya merasa tegang dengan kekuatan pedang Mao dan mmberniat untuk kabur.
"kalian tidak akan bisa kabur dari sini, jika itu yang kalian pikirkan"kata Mao sambil berbalik melihat empat orang yang duduk di kursi.
"Maafkan kami pangeran, kami hanya mengikuti perintah raja Si Liu dan pangeran Lin Liu"kata seorang prajurit sambil berlutut di ikuti tiga orang lainnya.
"Bawa kepala orang ini, kepada Si Liu dan Lin Liu, katakan padanya untuk berhenti menyerang kota tua, dan katakan kalo tidak aku Mao Liu akan memenggal kepala mereka semua anggota kerajaan bintang"kata Mao Liu menyuruh prajurit itu untuk keluar.
Mao kembali ke tempat duduk dan melihat Ria yang tercengang melihat Mao.
"Hei....hei.....hei.....kenapa kamu melamun"kata Mao sambil melambaikan tangannya ke depan muka Ria
"Tidak,,,,, pangeran Mao, maaf sebelumnya telah memanggil anda dengan tidak sopan"kata Ria.
"Tidak,,,,,jangan panggil aku pangeran, karena aku bukan pangeran kerajaan lagi"kata Mao.
"Baiklah tuan apa ada hal lain yang anda butuhkan"tanya Ria dengan wajah memerah.
Ria masih sangat muda hampir tua satu atau dua tahun dari Mao.
"dimana ada tempat membeli kuda di dekat sini"tanya Mao
"Anda bisa pergi ke perdagangan di pusat kota tua, yang tidak jauh dari sini"kata Ria .
"apa ada orang yang bisa menuntunku ke sana "tanya Mao.
"Saya bisa tuan,"kata seorang menghampiri Mao.
"Tuan jendral, sebaiknya anda menjaga kesehatan"kata Ria menatap seorang yang terlihat sudah tua.
Mendengar ucapan Ria, Mao termenung dengan apa yang di ucapkan Ria.
"Maaf sebelumnya tuan, saya Roki jendral sementara untuk mengatasi kota tua dalam peperangan ini"kata orang yang tadi mendekati Mao.
"Hahaha kebetulan sekali jendral Roki ada di sini, apa surat dari kerajaan sudah anda terima"tanya Mao
"sudah tuan dan orang yang akan menjadi jendral selanjutnya bernama Mao Liu, saya tidak menyangka tuan jendral ada disini"kata Roki sambil duduk di dekat Mao.
"tidak apa-apa, aku hanya sedang mencari kuda untuk kembali ke markas ku jadi aku ingin membawa anak buah ku kemari"kata Mao
"mari saya antar tuan jendral"kata Roki.
setelah itu Mao keluar dengan Roki sedangkan Ria kembali terkejut dengan pembicaraan Mao dan Roki, begitu juga semua orang yang ada di bar itu.