Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MENENTUKAN KEADAAN PERANG


Keesokan harinya Mao terbangun cukup pagi karena semalam dia tidur lebih awal dari sebelumnya, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang layak untuk seorang jendral perang tapi Mao masih tidak ingin menggunakan Jubah perang yang terbuat dari besi jadi dia hanya memakai pakaian putih layaknya raja-raja


Mao berjalan menuju ke ruang makan karena matahari sedikit lebih naik dan biasanya pelayan di kediaman sudah selesai menyiapkan Makanan di ruang makan


seperti yang Mao bayangkan dan makanan sedang di siapkan oleh beberapa wanita yang cukup tua sedang menyiapkan makanan di dalam ruang makan


"Jendral tumben pagi sekali anda kemari,maaf ini belum selesai kami siapkan tunggu sebentar"kata seorang wanita yang umurnya sekitar empat puluh tahun lebih yang melihat Mao berjalan ke arah ruang makan


"tidak apa-apa bibi, tidak perlu minta maaf juga karena bibi tidak salah apa-apa"kata Mao sambil duduk di kursi di tempat makan tersebut


Sedangkan para pelayan beberapa saat masih menyiapkan makanan untuk Mao dan selesai dalam waktu beberapa menit


"tunggu dulu bibik"kata Mao melihat ketiga bibi yang sudah mau pergi setelah menyiapkan makanan


"ada apa jendral"tanya pelayan yang bicara pertama kali pada Mao berbalik bersama dengan dua pelayan lainnya


"Ada yang ingin aku tanyakan pada bibi bertiga, kalo bisa makan dulu ikut bersama ku dan setelah makan baru kita bicara, silahkan duduk"kata Mao


Mendengar apa yang di ucapkan Mao mereka langsung duduk tapi tidak ingin ikut makan hanya melihat Mao makan sendiri


"Kenapa bibi tidak ikut makan"kata Mao setelah selesai makan


"tidak bisa jendral, ini juga kami siapkan untuk yang tinggal di kediaman ini jadi nanti mereka makan apa"kata seorang pelayan itu


"Baiklah jika itu keputusan bibi, nama bibik bertiga siapa"tanya Mao


"nama saya Xilin jendral, dan ini kedua saudara saya namanya Xulin dan Xelin"kata Xilin salah seorang pelayan yang dari awal berbicara kepada Mao


"Apa bibik bertiga betah kerja disini, kalo tidak bibi bertiga bisa pergi dari sini kalo tidak puas dengan bayaran yang sudah saya siapkan"kata Mao


"Kami betah jendral, dulu kami tidak betah karena jendral sebelumnya hanya mengupah kami beberapa ratus koin perak saja, tapi setelah ke datangan jendral kami mendapatkan upah yang cukup besar"kata Xilin


"ouh benarkah berapa wakil jendral Dao memberikan upah ke bibik bertiga "tanya Mao


"Kami sudah di kasih Lima koin emas untuk satu orang, karena juga kami menceritakan tentang upah kami Kepada wakil jendral sebelumnya"kata Xilin


"Baiklah jika bibi senang disini, terima kasih sudah menyiapkan makanan untuk kami"kata Mao


"Kalo tidak ada yang jendral perlukan kami akan kembali ke dapur"kata Xilin sambil berdiri mengajak dua saudaranya Xulin dan Xelin


setelah beberapa saat bibi Xilin, Xulin dan Xelin pergi, Dewi dan Lian datang keruang makan, tanpa basa basi mereka langsung duduk dan makan tanpa melihat ke arah Mao yang duduk di sampingnya


"Sepertinya aku ada salah pada mereka berdua, tidak seperti biasanya mereka mengacuhkanku"pikir Mao sambil melihat Dewi dan Lian sedang makan


"hah kenyang nya , aku ingin nambah tapi perutku sudah hampir melebih isinya"kata Dewi saat selesai makan dan bersandar di kursi tempat duduknya


"ada apa dengan kalian berdua bukannya menyapaku pagi-pagi malah langsung makan"kata Mao sedikit kesal


"hahahaha maaf aku kira tidak ada orang di sini jadi aku hanya memperhatikan makanan"kata Dewi


"iya aku juga"kata Lian


"dasar kalian"kata Mao yang sudah tau sebab kedua wanitanya menghiraukannya


"pagi jendral"kata Dao berjalan sambil duduk di kursi makan


"pagi, silahkan makan dulu, setelah semua pemimpin sarapan kita akan mengadakan pertemuan"kata Mao sambil berdiri dan berjalan ke ruang pertemuan


Dewi dan Lian mengikuti Mao di belakang menuju ke ruang pertemuan, setelah beberapa saat sampai Mao langsung duduk di singgasana jendral miliknya, begitu juga dengan Dewi dan Lian duduk tidak jauh dari Mao


"tumben sekali jendral besar Mao pagi-pagi sekali datang kemari, biasanya kami yang menunggu jendral"kata Lian berbisik ke Dewi tapi masih bisa di dengar oleh Mao


"iya dasar orang aneh"kata Dewi


"hei aku masih bisa mendengar kalian berdua, kenapa harus berbisik"kata Mao


"hahahaha aku kira kamu tidak mendengarnya"kata Lian


"memangnya kalian kira aku patung sedekat ini tidak bisa mendengar percakapan kalian"kata Mao


"hahaha


hahaha


hahaha"tawa Lian dan Dewi bersamaan


saat sedang asik berbicara bersama Lian dan Dewi satu persatu pemimpin datang setelah mereka sarapan di ruang makan, dalam waktu kurang lebih setengah jam baru semuanya berkumpul


"Apa kamu akan terus bicara bersama kami, sedangkan semua orang sudah hadir di ruangan ini"kata Dewi menghentikan Mao berbicara dan bercanda terus bersama mereka berdua


"Maaf-maaf, baiklah sebelumnya saya minta maaf karena terlalu asik dengan dua wanita ini jadi menghiraukan kehadiran kalian semua, pertama aku ingin menanyakan berapa jumlah pasukan semuanya sekarang, kedua bagaimana pertemuan kita hari ini dengan jendral zuan Xiang dan jendral Xin Xiang"kata Mao


"Jumlah pasukan kita sekarang semuanya Dua puluh lima ribu pasukan di bawah jendral langsung, dan pasukan kerjaan bintang sepuluh ribu, total semuanya menjadi tiga puluh lima ribu pasukan, sedangkan pasukan musuh dari hasil laporan kami mendengar jumlah mereka seratus ribu lebih datang menyerang ke kota tua jendral"kata Dao melaporkan setelah itu duduk


"Untuk pertemuan sudah di setujui jendral, karena pasukan kerajaan bintang sudah ada tidak jauh lagi dari kota tua sekitar lima meter mereka semalam bermalam disana, menurut laporan prajurit pengintai yang datang menemui kedua Jendral kerajaan bintang menyetujui pertemuan itu di tengah tengah hutan dengan jarak dua kilo meter setengah dari kota tua dan dua kilo meter setengah dari posisi pasukan kerajaan bintang saat ini, dan satu lagi jendral mereka hanya meminta lima orang untuk pertemuan itu tidak boleh lebih sama sekali"kata Roki melaporkan kepada Mao setelah itu duduk


"Menurut kesimpulan mungkin kalo mereka bergerak menuju kota tua mereka akan sampai dalam waktu Dua jam lebih kurang, pertama aku akan menentukan siapa yang akan aku bawa untuk pertemuan itu , yaitu saudara Dao, Roki, Eder,Era dan saudara Ben, sisanya kalian kalian semua pemimpin menyiapkan pasukan di depan pintu gerbang selatan tapi jangan bawa pasukan wanita biar mereka tetap di kediaman untuk berjaga jika terjadi sesuatu,apa bisa di mengerti"kata Mao


"siap mengerti"kata semua yang ada di ruangan pertemuan itu