Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
KEPUTUSAN MAO


"Aku hanya pergi melihat Keadaan di penjara, apakah kedua penyusup itu sudah bangun apa belum tapi ternyata sampai sana aku melihat mereka belum bangun"kata Dao


"apa penyusup, penyusup dari mana, dan siapa yang berani menyusup ke kediaman jendral"kata Deng kakeknya Dao


"iya siapa yang berani sekali menyusup ke dalam kediaman jendral dan apa yang dia lakukan sampai berani sekali"kata Eder


sebagian besar pemimpin yang tidak tidur di kediaman jendral semalam bertanya dengan terkejut mendengar ada penyusup yang berani memasuki kediaman jendral, sedangkan mereka yang sudah tau hanya diam saja


"sudah jangan bertanya-tanya lagi akan aku jelaskan, semalam tepat sekitar jam tengah malam dua orang mengetuk pintu kamarku, pertama aku kira mereka salah satu dari pemimpin pasukan dan yang lainnya tapi ternyata setelah membuka pintu kedua penyusup itu menyerang ku dengan pedangnya, Tentu aku yang tidak siap hanya bisa menangkis beberapa serangannya saja, tapi mereka tidak aku bunuh untuk mencari tau siapa dalang di balik dua penyusup yang datang tadi malam"kata Mao menceritakan kejadian semalam sambil duduk di singgasana


"Bisakah saya di tugaskan untuk menginterogasinya jendral untuk mengetahui siapa yang menyuruh penyusup tersebut ke kediaman"kata Eder


"Hahaha selain saudara Dao aku tidak akan memberikan izin kepada kalian mendekatinya, karena aku tau selain saudara Dao pasti kalian ingin menyiksanya"kata Mao


"Tidak jendral,saya hanya ingin memberinya sedikit Pelajaran"kata Eder


"Baiklah siapa saja boleh menginterogasinya, tapi jangan sampai membunuh atau menyakitinya karena siapa tau mereka hanya suruhan"kata Mao


"Siap jendral"kata Eder hendak berdiri


"Mau kemana saudara Eder bukankah kita akan membicarakan rencana hari ini"kata Asdar


"tentu aku akan langsung ke penjara"kata Eder


"tunggu dulu saudara Eder Ada hal penting yang perlu aku sampaikan"kata Ben


Mendengar dari pemimpin pasukan yang berbicara Eder pun duduk kembali tidak jadi berangkat ke penjara


"Silahkan saudara Ben ada hal penting apa yang hendak di bicarakan"kata Mao


"Baiklah Tolong pada saudara Uda sampaikan apa yang di temukan saat bertugas memeriksa kerajaan bulan dan kerajaan matahari"kata Ben


"baik saya akan mulai, Kemarin sore seorang Prajurit kita yang bertugas mengintai pergerakan kerajaan bulan dan matahari mati terbunuh oleh Beberapa pasukan dari kerajaan bulan dan matahari, Dan yang berhasil lolos menyampaikan bahwa dua kerajaan tersebut ingin menyerang kota tua untuk menguasainya dan menurut prajurit yang mengintai bahwa pasukan kerajaan bintang dan kerajaan bintang langsung di pimpin oleh rajanya masing-masing, kedua kerajaan tersebut bergabung dan berniat untuk menyerang kota tua"kata Uda sambil berdiri setelah kata-katanya selesai Uda duduk kembali


"Menurut jumlah pasukan kedua kerajaan tersebut berapa saudara Uda"tanya Eder


"Sekitar lima ratus ribu lebih, dua ratus lima puluh ribu lebih dari kerajaan bulan dan begitu juga dengan kerajaan matahari"jawab Uda


"Jumlah yang sangat banyak, Sebaiknya kita membicarakan ini secara matang untuk menghadapi musuh yang datang"kata Dao


"Benar, dengan jumlah seperti itu, mungkin sudah bisa menguasai sebuah kerajaan tapi kenapa semua kerajaan sangat menginginkan kota tua ini"kata Mao


"Sepertinya Kedua kerajaan itu tidak bisa di anggap remeh cucuku, prajurit mereka hampir sama terlatih nya seperti prajurit kita di kota tua"kata zeng kakeknya Mao


"bagaimana Kakek Miu bisa tau"tanya Era yang ada di dekatnya


"ouh itu Sebelum kesini, aku dan anak-anakku Mengajar sebagian prajurit di kerjaan bulan dan matahari beberapa bulan"Kata zeng


sementara Mao mengamati pembicaraan yang terjadi di ruang pertemuan tersebut dengan teliti


"Bagaimana menurut jendral"tanya Eder


"Jika kedua kerajaan tersebut kita terpaksa harus maju dan aku yang akan memimpin perang kali ini, apa kakek tau nama kedua raja tersebut dan berapa jumlah jendral pasukan yang mereka punya"kata Mao sambil bertanya pada Zeng


"Aku sedikit tau, raja kerajaan bulan bernama raja Rin dan raja kerajaan matahari bernama Rion, untuk jendral yang di miliki oleh mereka sekitar Lima sampai enam jendral di satu kerajaan tersebut"kata Zeng


"Tentu aku tau rajanya pasti sangat kuat sehingga bisa menjadi raja, tapi jendral mereka juga tidak bisa di anggap remeh jendral"kata Dewi sedikit khawatir


"Tenang saja, Karena jendral di markas selatan sedang tidak ada Apa sepuluh pemimpin pasukan siap menghadapi jendral musuh bila terjadi perang"kata Mao


"siap jendral"kata sepuluh pemimpin pasukan yang ada di sana secara serentak


"Apa jendral tidak akan mengajakku lagi ke perang ini, tanganku sudah gatal"kata Dao dengan penuh harap


"apa aku boleh ikut"kata Zeng


"Ayah sebaiknya tinggal di akademi saja bersama Disa, aku dan adik Run yang akan ikut"kata Den Miu pamannya Mao


"Benar kakek tidak perlu ikut, biar kami saja yang menyelesaikannya sebaiknya juga bibi Disa menemani kakek di akademi saja"kata Mao


"Baiklah jika itu keputusanmu"kata Zeng


"saudara Uda kapan kiranya pasukan kedua kerajaan itu akan sampai tidak jauh dari kota tua"tanya Mao


"Besok mereka sudah sampai sekitar kurang lebih Satu kilo meter dari kota, karena jarak yang tak terlalu jauh antara kota tua dan kedua kerajaan tersebut"kata Uda


"Baiklah karena aku yang memimpin jadi aku yang akan menentukan bagaimana kita menghadapinya, pertama pemimpin pasukan di Utara dan Timur Sisakan minimal seribu pasukan untuk tetap berjaga di markas dan sisanya bawa ke markas barat, sedangkan untuk Pasukan selatan saudara Dao Akan memimpin pasukan selatan karena pemimpin pasukan mereka sedang melakukan tugas, saudara Dao pergi ke markas selatan dan lakukan hal yang sama yaitu sisakan seribu pasukan di markas selatan untuk menjaga markas, Kedua sore ini kita sudah berkumpul di Markas barat untuk membicarakan rencana selanjutnya, kalian bisa pergi dulu aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan"kata Mao berpindah duduk di meja yang sudah menumpuk berkas untuk di beri persetujuannya


Setelah Mao berkata seperti itu semuanya bubar kecuali beberapa orang yang memang tidak ikut perang tersebut seperti Dewi, Lian, Ding, Mira dan Bram sedangkan kakeknya Mao bersama dengan paman dan bibinya kembali ke akademi


"Apa kami tidak boleh ikut lagi dalam perang ini, pasukan wanita juga Mungkin ingin ikut"kata Lian


"iya aku juga sangat ingin ikut"kata Dewi


mendengar itu Mao hanya diam tidak menanggapinya sama sekali dan pokus menyelesaikan membaca berkas dan memberinya persetujuan


"Apakah jendral tidak mendengarkan kamu"kata Lian Karena Mao cukup lama terdiam


"aku mendengarkan kalian, tapi sudah jadi ketetapan dan peraturanku, perempuan tidak boleh ikut berperang"kata Mao


"kenapa"tanya Lian