
"belum ada jendral"kata Bram yang paling tua disana
"Ini sudah hampir satu Minggu lebih saudara Roki,Xin dan Zuan belum ada kabar sama sekali"kata Mao
"Mungkin mereka sedang di perjalanan jendral"kata Xun xiang datang menimpali pertanyaan Mao
"eh adik Xun ada apa datang kemari"tanya Mao melihat Xun xiang berjalan ke arah ruang pertemuan
"Tidak ada jendral, ini sudah malam apa jendral tidak makan malam"kata Xun xiang sambil duduk di ruang pertemuan
"Baiklah, semua apa kalian tidak makan, aku akan keruang makan untuk makan sebelum istirahat"kata Mao berjalan ke ruang makan sendirian
Mao berjalan di ikuti oleh semua yang ada di ruang pertemuan itu untuk ikut makan juga
Sesampai di ruang makan banyak makanan yang sudah Xun siapkan dan Mao langsung duduk bersama yang lainnya menyantap makanan tersebut
Setelah makan baru Mao menuju ke kamarnya untuk istirahat, sesampai di kamarnya Mao tertidur karena tidak banyak hal yang dia pikirkan
Keesokan paginya Mao terbangun, setelah membersihkan diri Mao pergi ke ruang makan, di ruang makan sudah banyak pemimpin menunggu pelayan untuk menyiapkan makanan untuk sarapan pagi
Semua orang Yang ada di ruang makan melihat kedatangan Mao serempak memberi salam, Mao pun duduk setelah sampai di ruang makan tersebut
Tak lama Mao duduk mendengar pembicaraan pemimpin pasukan dan pemimpin lainnya makanan sudah siap di sajikan, setelah itu Mao menyuruh semuanya makan dan setelah itu mengajaknya ke ruang pertemuan
"Bagaimana dengan pasukan kita kemarin"tanya Mao sambil duduk di singgasananya di ruang pertemuan itu
"Untuk semua pasukan sudah kembali ke markas masing-masing, dan untuk korban di peperangan tidak ada mereka hanya luka-luka kecil saja"kata Dao menjawab Mao sebagai wakil jendral
"Karena saudara Dao yang mengurus masalah kekayaan di sini jadi aku minta saudara Dao memberikan hadiah kepada prajurit dan kepada pemimpin pasukan, tolong sama ratakan antara yang ikut perang dan tidak sama sekali"kata Mao
"Siap jendral nanti saya akan berikan catatan untuk jendral setujui"kata Mao
"untuk masalah saudara Roki, Xin dan paman Zuan mereka belum kembali ke kediaman sudah satu Minggu lebih, jadi langkah apa yang akan kita ambil jika dalam beberapa hari mereka belum juga kembali"kata Mao
Baru saja Mao selesai bicara, dari pintu depan terlihat tiga orang dengan satu orang yang di ikat tangannya di pegang oleh Xin
"Salam jendral kami sudah kembali"kata Roki sebagai pemimpin pasukan pertama di markas selatan datang ke hadapan Mao
"Aku baru saja akan merencanakan sesuatu kalo Saudara Roki ,Xin dan paman Zuan tidak kembali, silahkan duduk di tempat masing-masing"kata Mao
"siap jendral"kata Ketiga orang yang baru datang itu meninggalkan orang yang dibawanya di depan Mao
"Selamat datang paman Si Liu di kediamanku"kata Mao dengan sopan karena orang yang di depannya sekarang adalah adik ayahnya dari kerajaan Bintang yang menjadi raja saat ini setelah kematian Orang tua Mao
"iya ini aku paman, orang yang paman buang dulu, orang yang paman hina, dan orang yang paman Hajar"kata Mao mengeluarkan semua isi hatinya atas apa yang Di Liu lakukan padanya dulu saat berada di kerajaan bintang
"Oh jadi benar kau jendral Mao yang terkenal itu, kenapa kamu menangkapku dengan cara seperti ini"kata Si Liu ngotot tidak merasa bersalah sedikitpun
"Apa paman tau apa yang telah paman perbuat pada penduduk kerajaan bintang, kenapa paman sampai harus bertanya padaku sedangkan paman tau"kata Mao
"hahaha aku sebagai raja kerajaan bintang berhak melakukan apapun, lepaskan aku sekarang kerajaan matahari dan bulan sudah akan datang kemari menyerang untuk mengambil alih kota tua"kata Si Liu dengan tertawa
"Apa yang paman katakan benar Kerajaan matahari dan bulan datang kemari untuk menyerang, tapi mereka sudah kami kalahkan dalam perang kemarin, yang perlu saya tau dari mana paman mendapatkan informasi kalo kerajaan matahari dan bulan akan menyerang kemari"kata Mao
"Hahaha apa kamu bodoh, Kerajaan bulan dan matahari bekerja sama dengan kerajaan Bintan untuk menguasai kota tua bersama"kata si Liu masih tertawa dengan mberbicara dengan Mao
"oh jadi begitu, pantas kedua kerajaan itu tidak bisa memenangkan perang karena hasutan dari paman"kata Mao
"Hasutan hahaha apa kamu bercanda, tidak ada hasutan semua semua kerajaan ingin mengambil alih kota tua dari kerajaan Pedang dewa karena kota tua merupakan pusat perdagangan yang dekat dengan seluruh kerajaan"kata si Liu
"Tapi mereka telah tunduk padaku, dan sekarang apakah paman akan tunduk juga pada aturanku atau tidak"kata Mao tegas
"Hahahaha kamu bocah Baru mengenal dunia ini berani mengancam ku"kata si Liu masih dengan tertawa dengan sombongnya walaupun tangannya terikat
"Oh jadi paman tidak mau tunduk pada ku, baiklah siapa pemimpin pasukan disini yang ingin mengatur ulang siapa yang akan menjadi raja dan keluarga kerajaan yang pantas untuk menjadi raja kerajaan bintang"teriak Mao cukup keras
"Maaf jendral kalo lancang, Ada satu keluarga kerajaan di kerajaan bintang yang pantas untuk mengambil alih kerajaan tersebut, dan keluarga mereka juga terikat dengan keluarga anda dan satu-satunya keluarga kerajaan yang baik kepada orang tua anda saat menjadi raja"kata Zuan
"oh benarkah siapa keluarga itu paman Zuan"tanya Mao
"Keluarga Ming jendral, dia adalah paman jauhmu yang bertemu langsung ikatan keluarga dengan keluarga anda dari jauh"kata Zuan
"Apa kamu bilang Zuan, apa kamu ingin menjadikan Pengemis keluarga Ming itu menjadi raja"kata Si Liu menolak untuk di turunkan tahtanya
"Baiklah karena paman Zuan dan yang lainnya tidak mau mengambil alih kerajaan bintang jadi saya memutuskan untuk mengangkat keluarga Ming menjadi raja kerajaan bintang, karena saudara Roki, Xin dan paman Zuan pemimpin markas selatan jadi kalian yang berhak mengatur siapa orang yang pantas dan tidak pantas berada di kerajaan bintang"kata Mao
"siap jendral"kata Zuan, Roki dan Xin bersamaan
"tunggu,saudara Sean kemana aku tidak melihatnya sama sekali saat kalian datang"kata Mao
"itu jendral, saat kami kembali kami bercerita bagaimana kami bisa sekuat itu kepada saudara Sean dan setelah kembali saudara Sean langsung menuju lapangan latihan tempat arena pelatihan itu berada"kata Zuan
"Biarlah dia berlatih, Sekarang aku serahkan masalah pamanku Si Liu ini kepada saudara Roki,Xin,Sean dan Paman Zuan, aku tidak peduli apa yang ingin kalian lakukan kepada pamanku ini asal jangan membunuhnya"kata Mao
"Apa kamu bilang"kata Si Liu terkejut mendengar kata-kata Mao dari awal sampai akhir berbincang dengan yang lainnya