Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
TUGAS


Pagi hari Mao terbangun cukup pagi, setelah membersihkan dirinya di kamar mandi Mao keluar menuju ruang makan, karena masih sangat pagi Mao tidak melihat pelayan sudah menyiapkan makanan, dan Mao hanya duduk di kursi ruang makan tersebut.


"tumben jendral pagi sekali ke dapur, apa jendral lapar"kata seorang wanita berjalan mendekati Mao dia adalah Lian.


"Aku tidak lapar, kalo aku lapar sudah menerkammu dari tadi pagi, Dan kenapa pagi sekali kamu ke ruang makan"kata Mao menatap Lian


"Anda salah jendral, aku setiap pagi ke ruang makan dulu untuk sarapan agar bisa membangunkan Anda yang pemalas,Rencana hari ini Bagaimana kalo kita ke luar kota"kata Lian sambil berjalan ke dapur.


"Aku berencana hari ini ke kerajaan Pedang dewa, apa kamu akan ikut denganku nona manis"kata Mao sambil menggoda Lian


"jangan menggodaku pagi-pagi lebih baik kita sarapan, tunggu aku akan buatkan sarapan"kata Lian berjalan masuk ke dapur.


sedangkan Mao duduk menunggu Lian menyiapkan makanan. Mao menunggu cukup lama baru Lian keluar membawa makanan keluar dari dapur.


setelah itu Mao dan Lian sarapan bersama.


satu persatu bawahan Mao datang dan duduk di aula pertemuan termasuk Roki yang biasanya tidak datang ke pertemuan juga ikut bergabung di aula pertemuan.


"Karena kalian semua sudah di sini, maaf untuk pagi kemarin karena tidak ada pertemuan karena ada hal khusus yang aku kerjakan, jadi hari ini seperti biasa pagi sebelumnya aku akan membagi tugas, pertama saudara Dao akan membangun perumahan di dekat perumahan wanita di belakang kediamanku, kedua pemimpin pasukan akan termasuk saudara Roki silahkan awasi jalannya pelatihan,ketiga Hari ini aku berencana ke Kerajaan pedang dewa dan mungkin tidak kembali dengan waktu cepat jadi tolong jaga keamanan kota tua selama aku tidak ada,dan satu lagi kebetulan ke enam pemimpin pedang dan pemimpin pemanah ada disini aku akan pergi bersama mereka untuk mencari bahan makanan, apa bisa di mengerti, silahkan kalian sarapan jika belum sarapan baru melaksanakan tugas masing-masing"kata Mao


"siap jendral"kata semua Yanga ada di ruangan itu serempak. lalu satu persatu dari mereka pergi dari ruangan pertemuan itu kecuali enam orang pemimpin pedang dan pemanah yaitu Liam, dai, kai,lam,mang dan ris.dan juga satu lagi Lian yang ada di dekat Mao


"Sekarang kalian bagi tugas dua orang mengikuti ku keruang harta dan empat sisanya Siapkan gerobak yang akan kita bawa ke kerajaan Pedang dewa setidaknya enam sesuai jumlah kalian dan aku akan menunggangi kudaku sendiri, ayo kita kerjakan"kata Mao


Lalu Mao bersama dengan Lian , Liam dan Dai menuju ruang harta,sedangkan kai dai mang dan ris menyiapkan gerobak kuda seperti yang Mao perintahkan.


Tak lama Mao sudah mengambil peti besar untuk di bawa menuju ke kerajaan Pedang dewa , menyuruh Liam dan Dai mengangkat peti besar berisi koin itu ke luar dari kediaman. sedangkan kai dai mang dan ris sudah menyiapkan enam gerobak dan kuda milik Mao tidak jauh pintu masuk kediaman.


Mao menyuruh Liam dan Dai memasukkan peti besar itu ke dalam gerobak lalu Mao mengajak Lian menaiki satu kuda bersamanya dan Mao memerintahkan agar mereka berjalan ber iring-iringan.