Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MILIKKU


"ini sudah hampir malam jendral, sebaiknya kita kembali"kata Lian sambil memegang pinggulnya yang sakit Lian tidak mampu berdiri karena sakit di area *********** karena di masuki pedang Mao yang panjang dan besar.


"Apa kamu bisa berdiri,maaf ini pertama bagiku jadi aku sedikit kasar"kata Mao sambil mengenakan bajunya.


"Aku bukan tidak bisa berdiri tapi tidak bisa bergerak jendral"kata Lian menggenggam bajunya.


lalu Mao memakaikan Lian bajunya dan menggendong Lian dari depan dan membawanya kembali ke kediaman jendral, di jalanan Mao di anggap romantis oleh orang-orang yang melihatnya.


"Bisa turunkan aku, aku mau berjalan sendiri saja aku sangat malu"kata Lian berbisik di dekat telinga Mao.


"Apa kamu bisa berjalan"tanya Mao.


"tidak"kata Lian


"kediaman juga tidak jauh lagi jadi aku akan mengantarmu ke kamar"kata Mao


tak lama mereka sampai di depan kediaman dan banyak orang yang sudah menunggu ke datangan Mao dari semua pemimpin pasukan dan dua wanita yaitu Li Mei dan Li Wei yang bertugas menarik pajak.


"kenapa dengan Lian jendral"tanya Dao yang sudah melihat Mao menggendong Lian sudah di depan pintu masuk kediaman.


"tadi dia hanya terjatuh dan kakinya terasa sakit jadi aku menggendongnya, kalian semua bisa istirahat kita akan melakukan pertemuan besok pagi saja"kata Mao


mendengar itu semuanya bubar dan Mao berjalan ke kamar Lian yang ada di atas dan Mao langsung masuk menidurkan Lian di atas kasur. Mao mencium kening Lian yang dari tadi pura-pura tidur.


Tapi tiba tiba mata Lian terbuka dan Mao melihat mata Lian dan Lian menarik tangan Mao.


"apa kamu ingin lagi"tanya Mao kepada Lian


"tidak pergi sana, aku sudah sakit begini kamu bilang ingin lagi"kata Lian sambil menarik selimutnya.


"baiklah aku akan pergi, kapan kita akan menikah"kata Mao sambil berjalan menutup pintu kamar milik Lian


dan Mao kembali ke kamar miliknya.


pagi hari Mao terbangun dan tidak seperti biasanya dia terbangun sendiri kalo Lian tidak membangunkannya.


Mao penasaran dan menuju kamar Lian karena Mao khawatir Lian kenapa-kenapa.


Mao langsung masuk ke kamar Lian tanpa mengetok pintu dan Mao melihat di kasur Lian sudah tidak ada.


"apa yang jendral lakukan, aku sedang mandi tadi"kata Lian keluar dari kamar mandi dengan aura cantik hang memancar.


"Tidak ada, aku khawatir apa kamu baik-baik saja"kata Mao


"aku baik-baik saja"kata Lian sambil berjalan masih sedikit mengangkang dan duduk di tempat tidurnya.


kemudian Mao menghampirinya. sambil mencium kening Lian. dan Mao ingin pergi segera pergi tapi tangannya di tarik oleh Lian.


Mao pun langsung menatap Lian dan mencium bibir Lian, Lian mendorong kepala Mao agar menjauh darinya.tapi Mao tetap maju dan kembali mencium bibir Lian, Lian pun mulai menikmati kembali ciuman Mao, dan mereka tanpa sadar sudah saling meraba satu sama lain, Mao memainkan dua gunung Lian dengan tangannya dan mereka masih berciuman tanpa sadar mereka sudah membuka baju masing-masing dan merasa ingin melakukan hal kemarin yang mereka lakukan.


semua baju Mao dan Lian terbuka dan tidak meninggalkan satu helai pun Lian dan mulai lagi menaikan hubungan di atas kamar sampai siang dengan Mao sampai mereka merasa sudah puas satu sama lain.


"Mmmm aku ingin lagi dan lagi"kata Mao sambil memeluk lian


"aku sudah capek nanti lagi, apa kamu tidak ada pertemuan"kata Lian saat masih memeluk Mao.


"Pertemuan apa jam segini, mungkin pemimpin pasukan sudah melaksanakan tugas mereka masing-masing"kata Mao


"Sudah kamu keluar aku mau mandi dulu"kata lian bangun dari tidurnya.


"Kapan kita akan menikah"tanya Mao sambil masih berbaring di tempat tidur.


"aku sudah jadi milikmu, dan terserah kamu""kata Lian sambil menutup pintu kamar mandi


sementara Mao berdiri, memasang pakaiannya dan keluar dari kamar Lian.