
setelah memacu kudanya cukup lama Mao sampai di markas selatan kota tua tapi tidak menemukan siapa-siapa, Mao melihat ke arah seratus meter lebih dimana markas baru berada di sana Mao melihat sebuah bendera dan Mao berpikir bahwa kalo semua pasukan sudah pindah ke tempat markas baru yang ada di selatan
Mao lalu memacu kudanya menuju ke arah markas baru tersebut tak lama sampai Mao melihat markas tersebut sangat indah seperti sebuah kediaman dengan tembok besar yang mengelilinginya
Melihat jendral Mao datang, seorang prajurit yang menjaga gerbang langsung membuka pintu tersebut, Mao langsung memasuki Gerbang tersebut setelah prajurit penjaga memberikan hormat kepadanya
Mao memacu kudanya pelan dan memasuki Gerbang itu dan Mao melihat di tengah-tengah Markas itu ada sebuah rumah yang terlihat khusus baru Mao menuju ke tengah markas tersebut
melihat ke datangan Mao Roki langsung menghampiri Mao dan Roki menunjukkan jalan kepada Mao, ternyata di tengah markas itu adalah tempat Bagi pemimpin pasukan dan jendral yang sedang berkunjung
Mao turun dari kudanya sambil mengikat tadi kudanya di tempat yang sudah di sediakan untuk menaruh kuda
Mao mengikuti Roki dari belakang dan sampai di sebuah tempat yang mengarah ke arah selatan dengan tempat duduk dan singgasana yang ada disana
"Aku tidak melihat dimana semua pasukan berada"tanya Mao setelah duduk di singgasana yang Roki tunjukkan
"ini adalah tempat pertemuan terbuka bagi pemimpin pasukan dan juga buat jendral, sementara pasukan sedang berlatih di lapangan di balik rumah rumah ini"kata Roki
"mmm di sini cuma ada kita berempat dan tidak ada yang lain, jadi bagaimana tentang kedatangan Pasukan kerajaan Bintang yang datang menyerang"kata Mao sambil bertanya
"Tentang itu, menurut pengintai yang sudah ada bertugas di perbatasan bahwa sekarang ini pasukan kerajaan bintang di pimpin oleh dua jendral untuk menyerang kota tua"kata Roki
"Apakah jumlahnya banyak"tanya Mao
"kedua jendral tersebut membawa sama-sama seratus ribu pasukan kurang lebih, jadi totalnya mereka ada dua ratus ribu pasukan yang sedang berjalan ke arah kota tua"kata Roki
"apa paman Roki dan saudara Xin tidak tau siapa jendral yang memimpin pasukan kerajaan bintang tersebut"tanya Mao
"Menurut ciri ciri yang di sebutkan pengintai mereka adalah jendral Baek dan jendral Sean dua jendral peringkat pertama dan kedua di kerajaan bintang, dan Mereka terkenal sangat menyukai peperangan"kata Zuan
"oh jendral sialan yang dulu juga mengusirku dari kerajaan bintang bersekongkol bersama pamanku, jadi menurut kekuatan sebelumnya pamanku berada di bawah ayahku tapi kedua jendral itu sangat brutal dalam mengayunkan pedangnya dan jarang sekali Kalah dalam peperangan"kata Mao mengingat ke jadian dulu
"benar kata jendral mereka sangat haus darah dalam pertempuran, dan mereka juga tidak mendukung Ayah jendral saat mempertahankan kota di Utara sehingga Ayah jendral dulu yang pergi mempertahankannya bersama ibu jendral, dan aku tau itu setelah menyelidiki kematian ayah dan ibu jendral sebelumya, seandainya aku tau itu aku akan pergi membantunya tapi waktu itu sudah terlambat"kata Zuan sambil menyesal
"itu bukan salah paman tapi itu adalah memang jalan hidup yang harus di lalui masing masing, paman tidak usah merasa bersalah atas kejadian yang sudah berlalu, dan sekarang apa paman bisa menghadapi salah satu dari jendral itu"kata Mao sambil bertanya
"sekarang aku sudah yakin bisa membunuh lebih dari mereka"kata Zuan
"kalo saudara Xin bagaimana"tanya Mao yang melihat Xin hanya diam
"aku Juga yakin bisa seimbang dengan salah satu dari mereka tapi tidak tau siapa yang akan menang atau kalah"kata Xin
"begini saja, saudara Roki dan paman Zuan akan menghadapi dua jendral itu jika kalian tidak mampu aku sendiri yang akan turun tangan"kata Mao
"tidak perlu jendral turun tangan, cukup kami berdua saja,tapi bagaimana dengan pasukan kita disini hanya ada sepuluh ribu orang sedangkan lawannya Hampir Berkali lipat"kata Roki
"tidak perlu khawatir akan itu, Saudara Roki silahkan suruh utusan untuk meminta pasukan pada Ke tiga pemimpin markas untuk menghadapi perang ini, minta masing masing markas empat ribu pasukan dan sisanya biar tinggal menjaga markas mereka"kata Mao
"baik jendral akan saya laksanakan segera"kata Roki berdiri dan setelah itu berjalan mencari prajurit untuk di utus menuju ke tiga markas pasukan
"Apa jendral akan ikut perang ini"kata Xin
"lebih baik jendral tetap melihat perkembangan kami saja, biar kamu yang mengatasi semua ini"kata Zuan percaya diri
"Ayah ini dua ratus ribu pasukan,sedangkan pasukan kita hanya dua puluh ribu lebih pasukan"kata Xin
"hahahaha nak jangan khawatir rata-rata satu prajurit biasa di kota tua ini setelah di latih oleh jendral Mao mampu membunuh belasan prajurit biasa yang belum mendapatkan latihan dari jendral Mao, jadi kamu jangan khawatir tentang tingkat kekuatan kita anakku"kata Zuan melihat Xin
"dari mana ayah yakin tentang itu"kata Xin
"aku pernah berlatih tanding salah satu Dari pasukan biasa dari Pasukan yang di pimpin jendral sebelumnya dan aku kalah, apa lagi kalo aku Melawan sendiri pemimpin pasukan yang di pilih oleh jendral Mao, ayahmu ini tidak ada apa-apanya "kata Zuan
mendengar itu Xin terkejut karena ayahnya yang terkenal kuat tidak bisa di bandingkan dengan prajurit yang berada di ketiga markas yang Mao punya sudah lebih dulu sebelum berada di kota tua
"sudah saudara Xin percayakan saja pada setrategi ayahmu dan saudara Roki, aku yakin kalian pasti memenangkan pertempuran ini"kata Mao
Mao,Zuan dan Xin asik berbincang di tempat pertemuan terbuka itu, sesaat Roki sudah kembali dan melaporkan bahwa sudah mengutus seseorang untuk meminta pasukan ke ketiga markas lainnya
tak lama juga Sembilan pemimpin pasukan sudah ada datang di depan Mao yang sedang asik berbincang di sana bersama yang lainnya
"aku hanya meminta pasukan kalian kenapa pemimpin pasukan ada disini"kata Mao melihat sembilan pemimpin pasukan yang sudah ada di depannya
"maaf jendral kami mendengar bahwa jendral sedang ada di markas selatan ini jadi kami kemari"kata Eder pemimpin pertama pasukan inti malam yang ada di markas utara
"benar jendral saya juga ada di sini karena mendengar jendral ada di markas selatan"kata Era pemimpin pertama pasukan tengah malam yang ada di markas timur
"saya juga demikian"kata Ben pemimpin pertama pasukan awal malam yang ada di barat
"itu hanya alasan kalian saja, bilang saja kalian semua ingin ikut bertempur"kata Mao
"siap kami akan ikut bertempur melaksanakan perintah"kata sembilan orang itu serempak memotong kata-kata Mao
"terserah kalian saja, tapi aku sudah bilang hanya meminta empat ribu pasukan ke arah selatan agar markas kalian tidak ada yang kosong"kata Mao
"Kami semua sudah membicarakan dan melaksanakannya jendral, hanya empat ribu yang mengarah ke markas selatan sekarang, dan sisanya masih di markas masing-masing dan semuanya sudah akan ada di markas selatan dalam dua jam"kata Eder
"baiklah kalo sudah seperti itu, sekarang Berapa lama waktu sampai pasukan kerajaan bintang ke kota tua saudara Roki"kata Mao
"menurut perhitungan sekitar satu sampai dua hari mereka sudah kelihatan dari kota tua jendral"kata Roki
"oh begitu, karena ini adalah markas selatan jadi untuk serangan dan rencananya harus di pimpin oleh pemimpin pasukan di markas selatan, apa di antara kalian ada yang keberatan"kata Mao
"siap tidak jendral"kata semuanya serempak
"baiklah saudara Roki, paman Zuan dan saudara Xin silahkan bagaimana cara kalian akan melawan dua ratus ribu orang itu dengan pasukan kita yang hanya dua puluh ribu lebih, silahkan jelaskan kepada pemimpin yang lainnya agar mengarahkan pasukannya masing-masing, jika ada korban jiwa di pasukan kalian yang kalian pimpin Berarti membutuhkan latihan yang lebih keras lagi"kata Mao
"baik jendral aku akan mulai dari rencana perang, Pertama Kami yang pasukan selatan akan menjadi Pancingan dengan sepuluh ribu pasukan yang berhadapan langsung dengan Pasukan kerajaan bintang, sedangkan pemimpin Eder dan pemimpin Era akan bersembunyi sementara di sebelah kanan dan kiri bukit untuk menyerang pasukan musuh dari arah kiri dan kanan, sedangkan pasukan pemimpin Ben akan memutar dari belakang Untuk menghadang agar tidak ada yang lolos atau melarikan diri dari perang nantinya, Untuk aba-aba nya waktu ketiga pemimpin muncul menyerang pasukan musuh adalah ketiga di mulainya pertempuran antara pasukan kami dengan pasukan musuh, bagaimana menurut kalian itu yang kami bertiga pemimpin pasukan selatan rencanakan"kata Roki
"rencana yang bagus aku setuju dengan rencana tersebut, aku akan mengambil Bukit bagian kanan untuk bersembunyi"kata eder