
Roki menunjukkan jalan menuju ke markas jendral kepada Mao, Beberapa menit menuju ke markas jendral baru mereka sampai, Mao melihat markas jendral itu hampir seperti sebuah istana. Roki menunjukkan seluruh area kamar,ruangan dan lapangan yang besar bisa menampung sekitar satu juta prajurit kurang lebih.
"Markas ini sungguh besar dan banyak kamar"kata Mao yang sudah duduk di singgasana jendral di aula pertemuan.
"benar jendral Mao"kata Roki yang duduk di bawah.
"Roki sekarang kamu menjadi wakil jendral di prajurit kerajaan yang ada di markas Utara, kamu yang memimpin anggota prajurit yang ada disana, bisa kamu laporkan jumlah musuh sekarang"kata Mao
"Setelah membunuh pangeran Lin Liu pasukan musuh sudah siap menyerang berjumlah sekitar seratus ribu dan mereka masih dalam perjalanan menuju kemari, itu yang di laporkan oleh pengintai kita"jawab Roki
"Perkiraan waktu mereka sampai kesini berapa lama Roki "kata Mao
"Menurut laporan sebulan lagi mereka akan sampai"kata Roki
"kita masih punya banyak waktu, kita tunggu ketua yang lain berkumpul baru merencanakan sesuatu"kata Mao
Mao,Roki dan Dao asik berbicara sambil menunggu atau persatu ketua Yang Mao sudah bagi, mereka berbincang sampai waktu siang baru semuanya terkumpul di ruang pertemuan.
"Pertama aku ingin mengatakan banyak hal karena kalian juga membawa pemimpin pedang dan panah kesini kebetulan sekali, saya akan mengganti pangkat kalian dalam kota ini, pertama jangan panggil saya pemimpin lagi panggil saya jendral Mao, Kedua Dao menjadi wakil saya dan panggil dia wakil jendral, ketiga Eder, Asdar, era, win, Alon, Ben,Tian ,sao dan Uda, kalian menjadi pemimpin pasukan masing-masing, dan kalian juga mempunyai pangkat Eder pemimpin pertama pasukan inti malam dan Asdar menjadi pemimpin kedua pasukan inti malam, begitu juga dengan era menjadi pemimpin pasukan tengah malam, win pemimpin kedua dan Alon pemimpin ketiga,begitu juga dengan Ben pemimpin pertama pasukan awal malam , Tian pemimpin kedua ,Sao pemimpin ketiga dan Uda pemimpin ke empat, sedangkan untuk enam orang lainnya seperti Liam menjadi Ketua pedang di inti malam dan dai ketua pemanah di inti malam, begitu juga dengan kai, lam,mang dan Ris, apa bisa di mengerti"kata Mao
"siap mengerti jendral"kata semua di ruangan itu serentak.
"Sekarang aku akan mengatakan rencana pertama kita bukan langsung berperang tapi bersiap, setiap pemimpin pasukan akan di beri dua tugas yaitu mempersiapkan peralatan perang yang belum ada di setiap markas dan sekarang aku hanya memikirkan dua hal dalam hal ini yaitu zirah untuk setiap anggota dan makanan,apa ada kebutuhan lainnya"kata Mao
"Maaf jendral apa kami boleh menambah anggota baru"kata Eder
"benar apa yang jendral katakan"kata Eder
"Setelah mendengar dari pemimpin pasukan Roki bahwa sebulan lagi mungkin pasukan musuh akan datang menyerang jadi kalian harus menyiapkan zirah dan banyak makanan dan obat untuk berperang, dan jangan lupa juga menambah anggota pasukan"kata Mao.
"siap pemimpin"kata semuanya serentak
"sekarang kalian ikut aku ke gudang harta"kata Mao sambil berjalan menuju gudang harta
Semuanya mengikuti Mao ke gudang harta yang Mao katakan dan tak lama mereka sampai di gudang harta itu.
"Dao berapa kira-kira yang kita butuhkan untuk membeli zirah perang dan makanan untuk seluruh anggota"tanya Mao.
"Untuk satu zirah perang membutuhkan dua koin emas dan pembuatannya biasanya bisa selesai selama satu Minggu untuk semua prajurit kita, Sedangkan jika di tambah prajurit milik pemimpin pasukan Roki membutuhkan lima belas hari baru selesai merata,sedangkan makanan untuk satu koin emas sudah bisa memberi makan sepuluh prajurit"jawab Dao.
"begini saja Ini dua buah kotak kalian bawa dan gunakan untuk kebutuhan pasukan dan menambah pasukan baru, kalo sampai aku mendengar sedikit saja di telingaku kalo aku memperlakukan pasukan dengan buruk kalian akan menanggung akibatnya, dalam satu bulan akan aku dengar laporan kalian di ruang pertemuan"kata Mao sambil menarik dua peti besar berisi koin emas.mungkin jika di gunakan untuk makan dan minum untuk seluruh pasukan itu tidak akan habis selama satu tahun
"siap jendral"jawab mereka serentak dengan sedikit ngeri dengan ancaman Mao.
"Kalian bawa dua peti besar ini dan simpan dimana kalian mau,jangan lupa kalian akan tinggal di markas jendral bersamaku jadi jangan ambil kamar di markas prajurit, apa bisa di mengerti"kata Mao
"siap mengerti jendral"kata mereka serempak kecuali Dao yang memang menjadi wakil jendral.
setelah waktu lama berlalu sore pun datang tanpa menyadari waktu mereka dan semuanya bubar enam belas orang itu membawa peti itu dengan berat ,mereka semua merasa heran bagaimana Mao menarik dua peti itu dengan mudahnya. sementara Mao hanya kembali berjalan ke kamar jendral miliknya setelah sampai di sana seperti sebelumnya ,kamar jendral itu membuat Mao terpana, karena peti di dalam kamar itu lebih banyak di bandingkan di ruang harta.