Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
BERKELILING 3


Mao menunggu Liam dan Dai, Mao duduk bersama sembilan wanita di lapangan tidak jauh dari markas inti malam, Mao maupun sembilan wanita yang bersamanya tidak ada yang berbicara, Mao berpikir lama sambil merenung dan sembilan wanita tidak ada yang berani berbicara kepada Mao dan hanya memandang Mao dengan penasaran.


"Kalo ada yang ingin kalian tanyakan, tanyakan saja"kata Mao menghentikan keheningan


"Tidak ada jendral"kata sembilan wanita itu bersamaan.


"Baiklah kalo tidak ada, mereka sudah datang kemari, sebaiknya kita langsung menuju ke barat tempat terakhir"kata Mao sambil berdiri.


Tak lama Liam dan dan membawa Sebelas wanita bersamanya menuju ke Mao


"apa mereka semua wanita di markas inti malam"Tanya Mao saat Liam dan Dai sudah di depannya bersama sebelas wanita di belakang Liam dan Dai


"Ini semuanya mau ikut bersama dengan jendral, karena mereka tidak nyaman tinggal di markas inti karena kebanyakan laki-laki"kata Liam


"baiklah, kalian berdua kapan kembali ke kediaman dan kenapa masih disini"tanya Mao


"Maaf jendral tidak ada yang mengatur penjagaan dan tugas di sekitar sini kalo kami ke kediaman"kata Liam


"terserah kalian saja"kata Mao dan berjalan menuju ke arah barat


Mao berjalan ke arah barat bersama dengan dua puluh wanita di belakangnya, Mao meras semakin terintimidasi karena cuma dia yang laki-laki disana, walaupun sebagai pemimpin Mao juga merasa bisa tertekan jika melihat begitu banyak wanita.


Tak lama berjalan sekitar tiga puluh menit Mao dan dua puluh wanita sampai di markas barat tempat prajurit awal malam berada, disana Mao paling banyak menemukan wanita sekitar sembilan belas orang. karena pasukan awal malam memang paling banyak di antara dua markas lainnya.


setelah itu Mao kembali ke kediaman bersama tiga puluh sembilan wanita di belakangnya, perjalanan tiga puluh menit lebih baru mereka sampai di depan kediaman jendral milik Mao.


"Aku membawa kalian ke sini karena agar kalian tidak mendapatkan perlakuan tidak pantas di antara laki-laki di markas, di belakang kediaman ini ada perumahan untuk prajurit penjaga tapi sekarang sudah tidak di gunakan lagi jadi kalian bisa tinggal di sana, Dan maaf aku tidak bisa mengenal nama kalian satu persatu karena kalian berjumlah banyak, begini saja kalian diskusikan siapa yang menjadi pemimpin kalian, dan wakil pemimpin kalian itu yang akan mengurus keuangan kalian saat di gaji nanti, Dan kalian tentukan nama kelompok kalian, apa bisa di mengerti"kata Mao Dengan suara keras dan setelah itu Mao duduk menunggu


wanita-wanita itu mulai berbicara satu sama lain dan menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin kelompok dan wakil pemimpin kelompok mereka.


"Maaf pemimpin kami memilih tiga menjadi atasan kelompok kami, sebagai pemimpin satu, pemimpin dua dan pemimpin tiga, itu menurut dari kesepakan yang kami sudah dapat dari diskusi"kata seorang wanita dari salah satu tiga wanita yang di hadapan Mao


"perkenalkan diri kalian dan pemimpin keberapa"kata Mao


"Saya Li Mei sebagai pemimpin satu"kata perempuan yang bicara kepada Mao sebelumnya


"saya Li wei sebagai pemimpin kedua"kata perempuan sebelahnya Li Mei


"saya Lian sebagai pemimpin ketiga"kata perempuan sebelahnya Li Wei.


"Baik, Li Mei, Li Wei dan Lian Bagaimana dengan nama kelompok kalian"tanya Mao lagi setelah mengetahui nama mereka.


"Nama kelompok kami setelah mendapat dari hasil diskusi kami memutuskan nama kelompok kami Bunga Berduri"kata Li Mei


"Baiklah Kalian bertiga bisa mengajak, Anggota kelompok kalian ke belakang kediaman jendral karena ini sudah sore kalian bisa istirahat disana, dan jika kalian bertiga mau , bisa tinggal di kediaman ini masih banyak kamar kosong"kata Mao


"siap jendral"kata Li Mei Li Wei dan Lian bersamaan dan lalu pergi mengajak seluruh wanita menuju ke belakang kediaman seperti yang mau suruh ke mereka.


sedangkan Mao karena sudah sore Mao melihat sekeliling lapangan karena Dao sedang membangun arena latihan di lapangan tersebut bersama puluhan prajurit.


"bagaimana saudara Dao, rencana pembangunannya berjalan dengan baik"tanya Mao yang sudah ada di dekat Dao


"iya jendral"kata Dao


"baiklah, jangan lupa suruh mereka istirahat jika sudah malam"kata Mao sambil berjalan kembali ke kediaman.


Mao menuju ke ruang makan karena dari pagi dia belum makan sedikitpun karena mengurus pasukannya ,setelah makan Mao manuju ke kamarnya dan berbaring, tanpa Mao sadari waktu sudah malam, dan Mao pun tertidur tanpa sadar.