Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MEMBELI KUDA


Setelah Roki dan Mao berjalan cukup lama mereka sampai di depan gedung tinggi, Roki menjelas kan kepada Mao kalo itu gedung perdagangan, melihat kedatangan Roki dua penjaga menghampiri Roki.


"Maaf tuan Roki, apa hari ini anda akan ikut pelelangan barang"tanya salah satu penjaga itu.


"Pelelangan, aku lupa hari ini adalah hari pelelangan barang di gedung perdagangan, Maafkan saya tuan jendral"kata Roki.


"Memang apa saja yang di lelang di gedung perdagangan ini"tanya Mao.


"Banyak tuan jendral, seperti pedang, hewan dan berbagai peralatan perang yang sudah terjamin kekuatannya, ada juga obat-obatan"kata Roki menjelaskan kepada Mao.


"Aku sedikit lebih tertarik, tapi apa bisa kita mengikuti acara itu"kata Mao sambil bertanya.


"Bisa tuan jendral"kata Roki


setelah itu Roki mengajak Mao masuk kedalam area yang di mana di depan area itu terdapat sebuah panggung dengan di tutupi bagian belakangnya dengan kain lebar.


"maaf tuan jendral mengajakmu hanya duduk di sini, karena kamar VIP sudah penuh oleh para keluarga-keluarga kaya"kata Roki yang duduk di samping Mao yang berada di tempat duduk orang biasa.


"Tidak apa-apa"kata Mao


setelah beberapa saat dan ruangan itu penuh dengan orang-orang yang ingin membeli barang lelang.


Dari balik tirai muncul seorang wanita yang cantik dan berpakaian sangat seksi.


"Baiklah para hadirin yang sudah hadir, hari ini adalah hari pelelangan mingguan di kota tua, banyak barang yang akan mengejutkan kalian semua, karena setiap barang termasuk dalam barang langka, untuk barang lelang hari ini kita hanya punya tiga puluh tiga barang langka, untuk mempersingkat waktu, barang pertama adalah guci langka dari dinasti Han "kata pembawa acara yang cantik itu setelah itu tirai di buka dan barang pertama adalah sebuah guci di dalam kaca yang bentuknya sangat kuno.


penawaran berlangsung Sampai beberapa barang-barang dengan kualitas yang sangat langka terjual,namun belum menarik perhatian Mao terhadap barang barang itu.


sedangkan Roki sudah membeli pedang yang dia dapatkan dari pelelangan itu.


"jendral Mao apa tidak ada barang di sini yang kamu sukai,,,,atau jendral tidak ada modal?, aku bisa membantu jendral membelinya jika mau"kata Roki sambil bertanya dengan sedikit takut.


"barang-barang itu semuanya bagus tapi belum aku butuhkan, masalah uang jangan khawatir aku orang yang sangat mampu"kata Mao sambil memperhatikan pelelangan itu berlanjut, Roki tidak tau kalo di balik baju Mao terdapat tiga kantong koin emas yang satu kantong berisi sebanyak dua puluh sampai tiga puluh koin emas, itu cukup untuk membangun segala macam kekuatan.


"Baiklah, untuk barang utama ada tiga pada pelelangan hari ini, barang pertama Sebuah obat penyembuh luka yang bisa menyembuhkan segala luka baik dalam maupun luar obat ini terbilang cukup langka dan obat ini di Ramu oleh master obat yang sudah meninggal berapa ratus tahun yang lalu, untuk penawaran di barang utama ini mulai dari satu koin emas"kata pembawa acara pelelangan itu sambil menunjuk barang yang keluar dari tirai dan sebuah botol seukuran dua telapak tangan di balik tirai itu.


"Dua koin emas"teriak salah satu tamu VIP


"Tiga koin emas"teriak lagi salah satu tamu VIP di atas panggung


"empat koin emas


"lima koin emas


"enam koin emas


tujuh koin emas


penawaran masih berlanjut sampai 13 koin emas


"apa sudah tidak ada lagi yang ingin menawar kalo begitu kita akan tutup di harga....."kata pembawa acara itu terhenti


"dua puluh koin emas"teriak seorang yang ada di bawah yang tidak termasuk tamu VIP yaitu Mao


"apa jendral Mao yakin dengan itu"kata Roki melihat Mao


"Dua puluh koin emas, apa ada lagi yang ingin menawar lagi, kalo tidak ada kita akan tutup di harga dua puluh koin emas"kata pembawa acara itu dengan gembira


setelah itu Mao menerima botol obat itu dan membayar dengan dua puluh koin emas, itu membuat Roki terkejut melihat dari mana Mao mendapatkan uang sebanyak itu.


"barang utama ke dua saat ini adalah kuda yang sangat langka dan hanya ada dalam seribu tahun sekali, ini kuda tertinggi dan terkuat dalam sejarah dari setiap segi kemampuan dan dari segi kecepatan mempunyai kecepatan dua kali lipat dari kuda biasa ,penawaran di mulai dari harga 5 koin emas"kata pembawa acara di atas panggung itu sambil membuka tirai


semua orang di sana sangat takjub karena kuda itu tinggi dan tidak terlalu kurus dan gemuk termasuk Mao yang melihat kuda itu menginginkan kuda itu menjadi miliknya, pedang dewa kematian Mao bergerak-gerak seolah kuda itu pasangannya.


"mmmm sepertinya aku harus membeli kuda itu"kata Mao saat melihat pedang dewa kematian di pinggangnya bergerak gerak.


"Sepuluh koin emas"kata salah satu tamu VIP


"lima belas koin emas


"dua puluh koin emas


"dua puluh Lima koin emas


"tiga puluh koin emas


penawaran itu berlanjut hingga menyentuh 40 koin emas


"lima puluh koin emas"teriak Mao


"lima puluh lima koin emas"teriak seseorang dari tamu VIP


"Enam puluh koin emas"kata Mao


"Enam puluh enam koin emas, rakyat biasa bisakah kamu melawanku seorang putra mahkota ini"kata seorang sambil melihat ke arah Mao.


sedangkan Mao sudah tau siapa itu dia adalah Lin Liu putra pamannya.


"hahahaha sejak kapan kerajaan Bintang mempunyai putra mahkota seperti dirimu yang tidak berguna"kata Mao sambil berbalik menatap Lin Liu.


Lin Liu yang melihat Mao juga terkejut dengan Mao yang ada di tempat itu.


"hahahaha pangeran buangan masih berani menantang ku"kata Lin Liu


"kita buktikan saja, aku menawar kuda itu dengan harga seratus koin emas"kata Mao sambil berteriak.


mendengar itu Lin Liu melihat ke bawahannya.


"pangeran Lin sebaiknya jangan menawar lagi karena anggaran yang kita bawa hanya tersisa 70 koin emas"kata salah satu bawahan Lin Liu


setelah itu Lin Liu kembali duduk dan hanya menatap Mao dari atas dengan geram.


sedangkan Mao sudah menyelesaikan transaksinya untuk membeli kuda itu ternyata koin yang Mao bawa lebih banyak dari yang di perkirakan oleh Roki dan Roki terbuat terkejut.