
Rayen, Mao dan yang lainnya asik berbicara satu sama lain, satu persatu raja dan ratu dari kelima kerajaan datang satu persatu dengan jarak waktu beberapa menit
tepat jam sepuluh kurang beberapa menit semua sudah ada di ruang pertemuan itu dengan cepat semua wanita yang berdiri di dekat-dekat dinding itu menyajikan berbagai makanan yang sama di atas meja lalu mereka pergi ke luar dan pemimpin perempuan yang ada di pertemuan itu adalah Li Mei, Li Wei dan ayu sun yang mengarahkan perempuan tersebut
Dao di tunjuk sebagai pembawa acara tersebut karena hanya boleh ada mereka di dalam ruangan istana pertemuan itu
"Baiklah karena semuanya sudah ada di sini, Saya sebagai pembawa acara pertemuan pertama silahkan nikmati makanan di atas meja dengan santai sambil perkenalkan diri satu persatu, kita bisa mulai dari Raja rayen terus memutar ke arah kiri"kata Dao berdiri dan duduk kembali setelah berbicara
"baiklah nama saya Rayen Gusti dan kalian semua tau saya adalah Raja kerajaan pedang dewa, sekian terima kasih perhatiannya"kata rayen berdiri setelah berbicara lalu duduk kembali
"Nama saya Rin Bar,saya raja dari kerajaan bulan, Terima kasih atas undangan jendral Mao karena mengampuni kesalahan kami sebelumnya"kata Rin
"Nama saya Rion Bar,saya raja dari kerajaan matahari, terima kasih atas undangan jendral Mao Dan maaf atas kesalahan saya sebelumnya"kata Rion
"Nama saya Hayu cahaya, saya ratu sekaligus raja dari kerajaan cahaya, terima kasih atas undangan jendral"kata Hayu
"Nama saya Dewa Ming, saya raja baru dari kerajaan bintang, terima kasih atas undangan dan Segala yang sudah jendral berikan pada saya"kata Dewa
"Karena ke empat raja dan ratu sudah memperkenalkan diri, tiba saatnya saya memperkenalkan diri, nama saya Mao Liu ,jendral di kota tua yang di berikan hak penuh oleh raja rayen memimpin kota tua, untuk saudara Rin dan Rion maafkan atas kelakuan saudaraku ini sebelumnya telah melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan pada kalian, Maksud aku mengundang semua raja dan ratu sendiri ke Gedung pertemuan ini untuk membicarakan perdamaian dan tidak boleh berperang satu sama lain, atau menyerang kerajaan lainnya, untuk mengganti itu saya berniat semuanya membaca dulu berkas yang sudah saya siapkan untuk rencana perdamaian ini, saudara Mao silahkan bagikan"kata Mao sambil duduk menyuruh Dao membagikan Berkas perdamaian
lalu Dao berjalan membagikan berkas pada raja-raja dan ratu yang ikut dalam pertemuan itu, setelah membagikan berkas itu Dao kembali duduk di samping Mao, lalu Mao menyuruh semuanya membaca berkas itu secara detail
Selama satu jam lebih semuanya pokus membaca berkas dan membicarakannya sama bawahan mereka masing-masing sambil memakan makanan di atas meja dengan santai
"Aku setuju dengan berkas ini tidak ada penolakan dariku"kata Rayen
"aku juga setuju"kata Rin
"aku juga setuju"kata Rion
"Aku setuju juga dengan berkas ini, tapi bagaimana dengan surat lamaran yang jendral Mao kirim kepadaku satu bulan yang lalu"kata Hayu
"Aku sangat setuju dengan berkas ini jendral"kata Dewa
"Lamaran apa yang ratu Hayu maksud"tanya Rayen curiga
"Itu ada surat lamaran yang jendral Mao kirim ke kerajaanku satu bulan yang lalu"kata Hayu
"Bisakah kau menjelaskan apa yang di maksud oleh Ratu hayu itu jendral Mao"kata rayen menatap Mao
"oh itu, itu ulah salah satu dari tiga calon istriku yang membuatnya, jika Ratu Hayu menolaknya juga bukan masalah bagiku karena aku tidak Terlalu tau tentang surat itu tapi jika Ratu Hayu juga menerimanya aku juga tidak bisa berbuat apa-apa"kata Mao
"oh tidak bisa begitu jendral Mao, aku sudah mendengar bahwa kau juga menikahi putri Raja Rayen, aku juga akan menjodohkan mu dengan anakku"kata Rin tidak mau kalah
"Maaf jendral Mao, sebenarnya aku juga berniat menikahkan putriku bersama anda sejak awal"kata Dewa
Mendengar itu Mao mulai pusing karena semua raja menginginkan Mao menikahi putri mereka dan satu lagi ratu dari kerajaan cahaya juga belum memberi keputusan itu
"Aku yang lebih dulu di lamar, jadi aku akan menerima lamaran Jendral Mao tanpa ada penyesalan sedikitpun, untuk masalah kerajaan aku akan menyerahkannya pada pamanku"kata Hayu dengan malu
Di ruang pertemuan itu terus menerus memaksa Mao menikahi Putri mereka satu sama lain baru akan menandatangani berkas tersebut dan menyetujui perdamaian itu
"Baik jika itu keputusan kalian semua, akan aku terima anak kalian semua dan suruh saja datang ke kediamanku, dan silahkan tanda tangani berkas itu"kata Mao berdiri menghentikan keributan itu
mendengar itu semuanya setuju menandatangani berkas perdamaian karena Mao sudah mau menikahi putri-putri mereka masing masing
Setelah itu satu persatu raja mulai keluar dari ruangan itu dan kembali kerajaannya masing-masing karena sudah tidak ada urusan lagi setelah memberikan berkas perdamaian itu pada Mao
Semua raja kembali dengan senang karena putri mereka bisa menikahi jendral Mao yang sangat kuat itu, hanya tinggal hayu yang masih duduk tidak berdiri di ruang pertemuan itu, Mao yang melihat itu pun masih tetap diam bersama Dao dan Zeng
"Apa ratu Hayu tidak kembali ke kerajaan cahaya untuk mengatur segalanya"kata Mao
"Bisakah kalian semua keluar biarkan aku disini berbicara bersama jendral Mao"kata Hayu
Mendengar itu kedua jendral di sebelah Hayu berdiri dan pergi keluar begitu juga dengan Dao dan Zeng
"Apa yang ratu Hayu ingin bicarakan apa sepenting itu sehingga menyuruh semuanya keluar"kata Mao
"tidak ada"kata Hayu berdiri lalu berjalan ke arah Mao
Mao yang melihat itu hanya diam,Hayu berjalan menuju ke arah Mao
Cup
Hayu mencium pipi Mao
"Aku akan kembali ke kerajaan cahaya dan akan kembali ke sini dengan cepat, aku sudah mencintaimu saat pertama melihatmu, aku pamit dulu"kata Hayu lalu berjalan keluar meninggalkan Mao sendiri di ruangan itu
Mao bengong Serasa kejadian itu bukan hal yang nyata, orang secantik Ratu hayu mencium dirinya yang jabatannya hanya sebagai jendral di kota tua
Mao lalu mengusap wajahnya untuk menyadarkan dirinya dari lamunannya lalu keluar dari ruangan itu dengan masih manghayal-hayal kan banyak hal
Saat keluar dari ruangan itu Mao melihat Dao dan Zeng menunggu di luar berdiri bersama orang yang berjaga di istana pertemuan itu
Waktu sudah sore lalu mao kembali ke kediaman bersama dengan Dao sedangkan Zeng pergi ke akademi, karena waktu sudah sangat sore Mao langsung menuju ke kamarnya untuk berbaring sampai malam hari Mao berbaring memikirkan banyak hal di dalam ruangan itu sampai tertidur