
Pagi hari setelah bangun Mao dan Dao pergi ke ruang makan untuk sarapan, setelah sarapan Mao dan Dao duduk santai di ruang pertemuan, mereka duduk tanpa bicara hingga beberapa waktu.
"Apa yang jendral Mao pikirkan"tanya Dao menghilangkan keheningan di ruangan itu.
"Menurut saudara Dao dimana kita akan membangun arena latihan prajurit di kota tua ini, Setelah Lima pemimpin pasukan kembali membawa banyak calon prajurit nantinya"Kata Mao sambil merenung.
"Saya sendiri mempunyai dua saran atas itu, pertama membangunnya di setiap markas pasukan,kedua membangunnya di lapangan dekat kediaman jendral,yang saya lebih sarankan sebaiknya kita membangun di lapangan dekat kediaman jendral, karena setelah latihan baru kita bagi menurut kekuatan mereka masing-masing"kata Dao
"Baiklah saran kedua lebih cocok karena lapangan disini biar ada kegunaannya, bisakah saudara Dao mengerjakannya, dan minta tolong kepada prajurit di markas manapun"Kata Mao
"siap jendral"kata Dao dan berdiri
"Tunggu"kata Mao
"ada apa jendral"tanya Dao berbalik
"berapa jumlah wanita di seluruh markas...?"tanya Mao
"Dari hasil terakhir setelah latihan di markas gagak terbang tidak banyak wanita jendral, hanya sekitar dua puluh lebih orang"jawab Dao.
"Mmmmmmmm baiklah aku akan berkeliling melihat ke adaan mereka di sana, ku kerjakan saja apa yang akan kamu kerjakan"kata Mao
"siap jendral"kata Dao dan pergi setelah itu
Mao berjalan di jalanan kota tua yang sudah sangat sepi akibat perang , sedikit orang yang memilih menetap di kota tua karena tempat kelahirannya atau memang sudah tidak mampu berpindah tempat karena usia.
Sesekali Mao bertemu seseorang di jalanan dan setiap orang terlihat ramah menyapa Mao.Mao terus berjalan ke arah timur sampai ke ujung timur kota tua dan Mao melihat markas besar prajurit yang bisa menampung sekitar sepuluh ribu prajurit, Mao melihat prajuritnya sedang berlatih dengan pedang-pedang mereka, melihat kedatangan Mao dari jauh Kai dan Lam dua ketua pedang dan panah menghampiri Mao.
"Ada urusan apa Jendral datang ke markas kami"Tanya kai saat sudah ada di depan Mao
"Aku kira kalian berdua ikut bersama era win dan Alon melaksanakan tugas"kata Mao
"Ketiga pemimpin pasukan menyuruh kami menetap karena tidak ada yang mengatur di markas Tengah malam, begitu juga di ke dua markas lainnya, jendral"kata Kai
"terus kenapa tidak ada ketua pedang dan panah balik ke kediaman dan memilih untuk tetap di markas masing-masing "gumam Mao dalam pikirannya.
"Maaf jendral kami tidak sempat kembali ke kediaman karena disini tidak ada yang mengaturnya nanti,"kata kai
"Baiklah terserah kalian saja mau tinggal di mana tapi kediamanku selalu terbuka buat kalian, maksud kedatanganku kemari adalah mengajak wanita yang mau tinggal di markas prajurit pengawal di belakang kediamanku, aku tidak mau karena wanita merusak kekuatan kalian, dan jika memang sudah punya keluarga aku tidak akan memaksa untuk ikut bersamaku"kata Mao
"ide yang bagus jendral karena kami pun merasa khawatir dengan keadaan wanita di markas kami, karena mereka hanya sedikit, dari pada terjadi sesuatu lebih baik tinggal di sekitaran jendral saja"kata Lam
"Ya sudah atur saja bagaimana baiknya, aku akan menunggu di sini kalian umumkan saja pada bawahan kalian"kata Mao
"siap pemimpin"kata kai dan lam bersamaan dan pergi.