Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
PENYUSUP


setelah kepergian Dao , Zeng dan yang lainnya Mao lanjut memberi stempel ke kertas tersebut dengan stempel yang sudah di siapkan oleh Ding, selama beberapa menit baru Mao selesai memeriksa dan memberi stempel berkas tanda setuju untuk membangun kota tua agar lebih baik


"Ini semua sudah aku baca, dan semuanya sangat bagus dengan ide dari kalian bertiga"kata Mao sambil berdiri


"Baiklah kami akan membawanya dan segera melaksanakannya"kata Ding maju mengambil seluruh berkas yang terkumpul


lalu Ding Mira dan Bram keluar dari ruang pertemuan itu bersama meninggalkan Mao Dewi dan Lian di ruang pertemuan tersebut


"Sepertinya kalian berdua tidak ada kerjaan sama sekali hari ini,apa kalian berdua tidak berlatih saja"kata Mao melihat Dewi dan Lian yang masih duduk di ruang pertemuan


"kami akan berlatih jika jendral mau melatih kami berdua"kata Dewi


"kenapa aku harus melatih kalian berdua, sedangkan di buku jurus itu sudah di jelaskan secara rinci cara menguasainya"kata Mao


"Tidak pokoknya jendral harus ikut kami berlatih atau hanya sekedar melihat saja, Nanti kalo tidak ikut jendral menghilang lagi tanpa memberitahu kami"kata Lian


"Baiklah, Ayo keluar"kata Mao pasrah menyetujui ajakan Dewi dan Lian


Mao,Dewi,dan Lian berjalan menuju lapangan di samping kediaman jendral ke tempat Dewi dan Lian berlatih sebelumnya, tidak lama sampai Mao duduk santai di bawah pohon melihat Dewi dan Lian yang sudah Mao sudah suruh berlatih


Sampai sore menjelang malam Mao melihat Dewi dan Liam berlatih sambil memikirkan sesuatu untuk membangun kota tua lebih maju lagi


"Kami sudah selesai, mari kita masuk ke rumah"kata Dewi menghampiri Mao bersama dengan Lian


"Aku hanya melihat kalian berdua berlatih selama setengah hari hahhhh"kata Mao lemas sambil berdiri


"Apa jendral tidak melakukan apa-apa saat kamu berlatih"tanya Mao


"tidak ada, sudah ayo kembali ke rumah"kata Mao berjalan duluan mengajak Dewi dan Lian


Mao dan Lian masuk ke dalam rumah ,mereka menuju ke kamar mereka masing-masing setelah masuk kedalam rumah


"aku sangat bosen sebagai jendral, tidak ada yang bisa aku lakukan semuanya sudah di kerjakan oleh semuanya"kata Mao berbaring di tempat tidurnya


Sambil berbaring Mao berpikir apa yang harusnya dia kerjakan untuk menghilangkan kebosanannya besok pagi, Mao berpikir sepanjang malam sampai tidur tanpa sadar


tokkk tokkk


Tokkk tokkk


Tokkk tokk


Tengah malam Mao terbangun oleh ketukan pintu kamarnya beberapa kali, mendengar ketukan pintu tersebut Mao berjalan membuka pintu tersebut dengan santai saja


wusss


wusss


Dua orang datang menyerang Mao pada tengah malam dengan pakaian tertutup menggunakan pedang panjang, untung saja Mao selalu siap menghadapi sesuatu yang tiba-tiba datang menyerangnya


Mao mundur Kedalam kamarnya karena serangan dua orang tersebut dengan cepat Mao mengambil pedang yang tergantung di Tiang tempat tidurnya dan mengeluarkan dari sarungnya untuk menangkis serangan dua orang tersebut


Sing sing sing


sing sing sing


Suara pedang saling menghantam di kamar Mao membangunkan semua orang yang sedang tertidur di kediaman jendral itu


"Aku tidak tau apa maksud kalian berdua menyerang ku"kata Mao sambil menangkis serangan dua orang tersebut


Bum bum


Bum bum


bum bum


Bum bum


Dalam sekejap mata Mao sudah melumpuhkan kedua penyerang tersebut menggunakan Tinjuan dan tendangan membuat kedua penyerang tersebut sampai pingsan


"maaf jendral atas ke kalian kami menjaga malam ini"kata seorang prajurit menghampiri Mao bersama prajurit satunya lagi


"tidak apa-apa, iket kaki mereka berdua dan bawa ke ruang tahanan di bawah"kata Mao menyuruh kedua prajurit tersebut


dengan segera ke dua prajurit itu mengikat kedua orang yang terkapar tersebut dengan cepat


"Ada apa jendral malam-malam begini"tanya Dao yang datang bersama dengan yang lainnya berkumpul di depan pintu kamar Mao


"tidak ada, hanya masalah kecil saja, bawa mereka berdua ketahanan dan jaga di tahanan itu"ucap Mao kepada kedua prajurit tersebut


"siap jendral"kata kedua prajurit itu membawa kedua orang yang yang pingsan itu pergi


"sudah besok pagi saja aku jelaskan kalian bisa kembali ke kamar masing-masing huaaanhhhh"kata Mao menutup pintu kamarnya sambil menguap masih merasa sangat mengantuk


Semuanya kembali ke kamar setelah Mao menutup pintu kamar tapi tidak dengan Dao yang penasaran dengan dua prajurit membawa dua orang lainnya itu, dan Dao menuju ruang tahanan untuk mencari tau kejadian tersebut


"Apa kalian berdua tau siapa mereka dan kenapa bisa tiba-tiba ada di kamar jendral"kata Mao menatap kedua prajurit yang berjaga di depan jeruji besi tersebut


"Maafkan kami wakil jendral ini semua kesalahan kami karena membiarkan kedua penyusup itu masuk ke kamar jendral pada tengah malam"kata Seorang prajurit


"Tidak apa, jadi maksudmu ada yang berani menyerang jendral tengah malam begini"kata Dao terkejut


"benar wakil jendral"kata seorang prajurit


"Mmmmm kalo mereka sudah bangun katakan padaku, aku akan mengintrogasi mereka kalo sudah bangun, dan kalian berdua berjaga di sini dengan baik akan aku tambahkan upah kalian"kata Mao berbalik


"siap wakil jendral"kata kedua prajurit itu senang


Setelah berkata seperti itu Dao kembali ke kamarnya untuk tidur kembali karena Waktu masih terasa sangat malam


Sampai pagi hari kedua prajurit tersebut tidak ada yang menghampiri Dao sampai terbangun pagi hari, berpikir tidak ada prajurit yang melaporkan tentang bangunnya dua tahanan itu Dao merasa khawatir dengan keselamatan ke dua prajurit yang menjaga tahanan tersebut, lalu Dao langsung menuju ruang tahanan tanpa pikir panjang


"Apa kalian berdua berjaga di sini semalaman, dan kedua tahanan itu belum sadarkan diri"kata Dao yang sudah ada di ruang tahanan tersebut


"Benar jendral Mereka belum terbangun dari semalam"kata seorang prajurit


"ini untuk kalian berdua, sebentar lagi aku akan kembali jadi jaga setelah pertemuan para pemimpin"kata Dao berbalik sambil melemparkan dua koin emas


"siap jendral"kata kedua orang itu bersemangat karena mendapatkan masing-masing satu koin emas hanya berjaga di depan ruang tahanan tersebut


sedangkan Mao sudah ada di ruang pertemuan bersama pemimpin pasukan dan yang lainnya setelah sarapan bersama


Tak lama Dao datang dan duduk di tempatnya biasa di ruang pertemuan tersebut


"saudara Dao kenapa aku tidak melihatmu di ruang makan pagi ini"tanya Mao melihat Dao baru datang dan duduk