Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
MENUJU KOTA TUA


"Sementara menunggu mereka kembali melapor, di antara kalian siapa yang akan memimpin setiap tahap itu dan kalian bisa menamakan kelompok itu menurut kalian yang di setujui oleh semua anggota, karena menyebutnya setiap tahap akan terus memusingkan bukan"kata Mao kepada sepuluh orang bawahannya langsung.


"Kami tidak bisa menentukan, apa sebaiknya pemimpin saja yang mengaturnya"kata Mao karena melihat semuanya diam.


"Baiklah kalo kalian tidak keberatan,pertama karena anggota yang melewati tahap pelatihan ke tiga mungkin empat ribu orang mungkin aku akan menyuruh Ben, Tian ,Sao dan Uda ,yang melewati tahap pelatihan ke empat tiga ribu orang lebih jadi era ,win dan Alon sudah cukup sedangkan untuk yang melewati tahap ke Lima hanya dua ribu lebih mungkin Eder dan Asdar, sedangkan Dao akan aku angkat menjadi wakil pemimpin, apa kalian bisa mengerti"kata Mao


"siap mengerti"kata sepuluh orang itu


"sekarang sekalian kalian yang sudah saya tunjuk menjadi ketua menentukan nama anggota kalian masing-masing"kata Mao


setelah itu sembilan orang menuju ke arah anggota sedangkan Mao dan Dao menunggu semuanya selesai dan melapor. setelah menunggu semuanya kembali menghadap Mao melaporkan jumlah anggota yang pandai berperang dan memanah.


Liam menjadi pemimpin kelompok seribu empat ratus lebih yang pandai menggunakan pedang,Dai seribu lebih memimpin anggota pemanah, kai dua ribu lebih anggota pedang , lam seribu empat ratus lebih anggota pemanah, mang tiga ribu lebih anggota pedang dan ris seribu lebih anggota panah. mereka melaporkan kepada Mao seluruh anggotanya.


"Pemimpin anggota yang melewati tahap ke Lima menunjuk anda menentukan nama anggotanya"kata Eder


"Begitu juga dengan anggota yang melewati tahap keempat"kata era


"sama begitu juga dengan anggota yang melewati tahap ke Lima"kata Ben.


"mmmmmmmm,,,, baiklah aku akan beri nama anggota kalian, Eder dan Asdar nama anggota kalian karena melewati tahap ke Lima latihan kita akan menyebutnya kelompok INTI MALAM sedangkan era win dan Alon nama anggota kalian karena berada di tengah menjadi kelompok TENGAH MALAM dan kelompok Ben Tian Sao dan Uda kita akan menyebutnya kelompok AWAL MALAM, bagaimana menurut kalian"kata Mao.


"siap pemimpin"kata mereka serempak


"ouh ya Liam dan Dai menjadi pemimpin anggota pedang dan panah berdasarkan jumlahnya, ini ketua kalian Eder dan Asdar yang akan mengatur kerja kalian nanti, begitu juga anggota yang lain kalian memiliki ketua yang akan mengatur kerja kalian,sekarang Liam, Dai, Kai, Lam, Mang dan Ris kembali ke anggota kalian dan pecah menjadi dua yaitu anggota pedang dan panah, apa kalian mengerti"kata Mao


"Baiklah kalian semua akan di pimpin oleh ketua kalian masing-masing menuju kota tua jadi mohon ikuti instruksi ketua kalian, apa bisa di mengerti"kata Mao dengan keras.


"siap mengerti"jawab semua orang itu serempak.


setelah itu Mao berjalan duluan dengan Dao, mereka berjalan memimpin jalan menuju kota tua Dao mengarahkan kuda dengan gerobak , sedangkan Mao mengarahkan kudanya yang besar sendiri berdampingan dengan Mao. perjalanan mereka sore hari itu di pimpin oleh Mao paling depan dan di ikuti anggota lainnya menurut anggota kelompoknya masing-masing.dengan melewati pinggiran kota bambu yang melihat mereka sungguh takjub melihat sepuluh ribu lebih orang berjalan di pinggiran kota bambu.


"Pemimpin kita mungkin butuh waktu dua atau tiga hari untuk sampai di kota tua dengan berjalan begaimana kalo kita membeli peralatan Senjata di kota pedang dewa sebelum sampai kota tua"kata Mao.


"ide yang bagus sebelum kita sampai ke kota tua,sekarang saudara Dao hentikan perjalanan ini dan panggil seluruh ketua menghadap ke tempatku"kata Mao


"Siap pemimpin"kata Dao dan pergi melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Mao.


Sedangkan Mao menunggu kedatangan Dao dengan duduk santai di tanah, menunggu tak berapa lama sepuluh orang datang menghadap ke Mao.


"seperti yang Saudara Dao katakan sebelumnya kita akan membeli perlengkapan senjata sebelum ke kota tua, kira-kira berapa harga yang akan kita butuhkan untuk satu pedang dan satu panah"tanya Mao


"Maaf pemimpin Untuk satu pedang membutuh kan seratus koin perak atau satu emas sedangkan untuk satu buah busur dan anak panahnya sekitar dua puluh atau lebih membutuhkan seratus koin perak atau satu emas juga"kata Dao


"baiklah tunggu "kata Mao sambil naik ke dalam gerobak dan di sana Mao melihat peti yang berisi koin emas. Mao mengangkat yang paling besar dan mengeluarkannya di depan sepuluh anak buahnya.


"Begini saja, kalian bawa peti besar ini untuk membeli peralatan Senjata dan berbagai makanan nanti kalian kembalikan lagi kalo ada sisanya, dan kalo ada di antara anggota yang lain termasuk kalian membutuhkan sesuatu kalian bisa membaliknya untuk zirah perang kita tidak memerlukannya sekarang nanti kita akan memesannya untuk menentukan kualitasnya kita akan membuatnya sendiri,sudah sebaiknya kalian pergi sekarang agar nanti malam semua anggota bisa makan karena ini sudah sore kami akan menunggu di sini"kata Mao


"siap pemimpin"jawab sepuluh orang itu dan langsung berangkat sedangkan Mao menunggu bersama anggota lainnya.