
setelah mendengar itu semuanya menjadi bersemangat untuk berlatih di pelatihan yang sudah Mao bangun itu, semuanya bubar setelah pertemuan itu dan langsung menuju arena latihan untuk berlatih Lian dan Dewi juga tidak mengalah akan itu
"Saudara Ding kenapa tidak jadi ikut latihannya"kata Mao melihat Ding yang duduk diam saja di ruang pertemuan itu
"tidak jadi jendral,saya ingin membangun kota ini saja, mohon jendral tentukan tugas saya sekarang agar bisa membangun kota ini"kata Ding
"mmmm begitu, saudara Dao apa juga tidak ikut berlatih"tanya Mao ke Dao yang juga ada di ruangan itu
mereka hanya bertiga di sana ada Mao, Dao dan Ding
"nanti saja setelah mengurus permintaan biaya dari saudara Ding"kata Dao
"baiklah, Saudara Ding aku ingin membangun empat markas besar, dan tempatnya jauhkan sedikit dari kota tua karena markas besar yang aku maksud harus di bangun di luar kota tua, karena nanti takutnya kota ini berkembang jadi sebaiknya menjauhkan letak emang markas prajurit, bagaimana menurut saudara Ding"kata Mao
"seperti yang jendral pikirkan sama denganku, aku ingin membangun empat markas besar lima ratus meter dari kota , dan tepatnya tidak jauh berbatasan sekitar dua kilo meter dari setiap kerajaan, untuk jumlah perumahan yang aku akan bangun menurut ku harus dua puluh ribu perumahan karena aku tau jendral sekarang mungkin tidak banyak membutuhkan prajurit tapi semakin berkembangnya kota ini mungkin akan semakin banyak peminatnya suatu hari nanti dan yang ingin jadi prajurit mungkin juga banyak"kata Ding
"itu ide yang bagus, berapa kisaran biaya untuk membangun empat markas itu"tanya Mao
"untuk satu rumah bisa membutuhkan lima koin emas dan jika di kalikan satu markas membutuhkan seratus ribu koin emas, untuk empat markas empat ratus ribu koin emas"kata Ding
"Baiklah bagaimana apa di gudang harta masih banyak hartanya saudara Dao apa ada empat ratus ribu koin emas"tanya Mao
"setelah menghitung peti besar yang dulu jendral berikan kepada kami jumlah koin emas di peti besar mencapai satu juta koin emas lebih kurang sedangkan untuk peti kecil berjumlah ratusan ribu koin emas,jika di total dengan puluhan kotak kecil dan belasan peti besar kemungkinan masih ada puluhan juta koin emas di gudang harta"jawab Dao
"baiklah, saudara Dao silahkan berikan anggaran lima ratus ribu koin emas kepada saudara Ding untuk membangun empat markas, seratus ribu koin emas itu untuk biaya prajurit yang ikut membangun, dan satu lagi tolong saudara Dao arahkan prajurit mana yang akan ikut membangun markas itu"kata Mao
"bagaimana kalo begini saja jendral,dari pada semua prajurit tidak melakukan pekerjaan apa sebaiknya semua prajurit ikut membangun juga, tentu saja kita akan memberikan upah"kata Dao
"itu ide yang bagus, bagaimana saudara Ding"kata Mao sambil bertanya kepada Ding
"kalo seperti itu, bisa jendral dan itu akan lebih cepat selesainya, untuk keempat markas aku akan usahakan selesai dalam satu bulan"kata Ding
"Oh benarkah, baiklah kalo saudara Ding yakin akan hal itu, silahkan saudara Dao dan Ding mengurus semuanya,aku akan keluar berjalan-jalan dulu"kata Mao sambil berdiri
setelah itu Ding dan Dao juga berdiri meninggalkan ruangan pertemuan itu bersama menuju ruang harta
sedangkan Mao keluar dari kediaman untuk berkeliling kota tua
"Apa sebaiknya aku menemui Mira untuk mulai menjadi pemimpin perdagangan agar semua bisa berjalan lancar"kata Mao berdiri di jalanan kota tua
lalu Mao berbalik menuju ke arah bar milik Mira, baru saja berjalan beberapa langkah Mao merasakan Seperti ada yang mengikutinya dari belakang, tapi Mao membiarkannya saja sambil terus berjalan dengan santai ke arah bar milik Mira
"Siapa kalian"tanya Mao melihat lima orang berdiri menghadang jalannya
"Maaf tuan sebelumnya kami mendengar anda adalah jendral Mao yang sedang di bicarakan orang yang memimpin kota tua sekarang"kata seorang di antara lima orang yang menghadang Mao dengan wajah tertutup dengan pakaian hitam dan hanya terlihat matanya saja
"Benar tapi apa maksud kedatangan kalian"kata Mao
"Tidak ada jendral kami hanya ingin bergabung dengan pasukan anda"kata Orang itu
"Aku tidak bisa menjadikan kalian prajurit karena tidak tau asal usul kalian jadi saya minta maaf"kata Mao sopan dan ingin terus berjalan
"tunggu tuan, kami dari desa hutan gelap"kata Orang itu menghentikan langkah Mao
"tunggu dari hutan gelap, bukankah itu desa para asassin di kerjaan bintang, Apa maksud kalian kemari"kata Mao memberhentikan langkahnya
"iya benar tuan, tapi desa kami sudah di bantai habis oleh raja sekarang Si Liu hanya tinggal kami saja dari desa itu yang tersisa"kata Seorang yang terus bicara bersama Mao
"Apa"kata Mao terkejut sambil muka merah marah padam
"tidak ada, ibuku berasal dari desa hutan gelap, Dan sekarang ibuku sudah tiada aku,sekarang tidak mampu melindungi desa kalian"kata Mao sedikit tenang
"Kalo boleh tau nama tuan siapa sebenarnya, dan kenapa bisa terikat dengan desa kami"kata seorang tersebut
"Namaku Mao Liu, sebenarnya aku pangeran kerajaan bintang sebelumnya sebelum di buang oleh pamanku si Liu"kata Mao
"Pangeran, maaf atas ketidaksopanan sikap kami sebelumnya"kata orang yang terus bicara sambil berlutut kepada Mao bersama yang lainnya
"tidak perlu, aku sudah bukan bagian kerajaan bintang lagi sekarang aku penguasa kota tua, dan kalo boleh tau siapa nama kalian"kata Mao sambil bertanya
"Nama saya Zeng Miu dan ini anakku Den Miu, Run Miu,Riu Miu dan Disa Miu"kata Zeng Miu sambil membuka penutup wajahnya yang sudah tua
"Kakek apa yang kakek lakukan disini cepat berdiri"kata Mao melihat wajah Zeng Miu yang ternyata kakeknya sendiri dari keluarga ibunya sambil Mao memegang kedua tangan Zeng Miu membantunya berdiri
"Hah kakek"kata ke empat anak Zeng Miu bersamaan terkejut
Zeng Miu sendiri terkejut karena Mao memanggilnya kakek dan bengong melihat Mao dengan teliti
"Aku ni kek cucu kakek masa kakek tidak ingat denganku dan siapa ibuku"kata Mao memeluk Zeng Miu
"Kamu Mao kecil anak Luan Miu"kata Zeng Miu memeluk erat Mao karena setelah kematian raja kerajaan bintang dan istrinya yaitu anaknya Zeng Miu tidak pernah lagi mendengar kemana cucunya pergi setelah kematian kedua orang tuanya, dan di jalanan mereka sering mendengar bahwa setelah kematian raja kerajaan bintang seorang pangeran di buang tapi Zeng Miu tidak pernah sempat menanyakan siapa pangeran yang terbuang itu
"iya kek, maaf sudah lama aku tidak mengunjungi kakek"kata Mao melepaskan pelukannya dari Zeng Miu
"Hei aku tidak percaya kamu Mao kecil yang dulu suka menangis itu"kata Den Miu pamannya Mao dari keluarga ibunya
"Aku juga tidak percaya Mao kecil yang dulunya manis bisa ada disini"kata Disa Miu bibinya Mao
"iya karena sudah lama sekali dia tidak datang ke hutan gelap sekitar belasan tahun"kata Run Miu pamannya Mao
"iya benar"kata Riu Miu pamannya Mao
Zeng Miu merupakan kakeknya Mao dari keluarga ibunya, Zeng Miu mempunyai anak berjumlah lima orang yang tertua adalah ibunya Mao yaitu Luan Miu di susul laki-laki Den,Run,Riu dan satu perempuan terakhir Disa Miu
"paman-paman dan bibimu berlebihan, maaf kakek tidak mengenalmu cucuku, bagaimana keadaanmu sekarang"kata Zeng Miu
"Aku baik-baik saja kek sepeti yang kakek paman dan bibi lihat, sekarang aku penguasa kota tua ini"kata Mao
"Oh benarkah bagaimana itu bisa terjadi"kata Den penasaran
"aku tidak bisa menjelaskannya di sini, lebih baik kita ke tempat itu dulu sementara nanti kita bicara di sana"kata Mao mengajak kakek paman-paman Dan bibinya ke arah sebuah bar yang bar itu adalah milik Mira yang akan Mao angkat menjadi pemimpin perdagangan
Mao, Zeng dan yang lainnya menuju ke bar itu sambil berjalan beberapa langkah baru mereka sampai di depan bar
kring
Kring
suara pintu bar terbuka karena ada lonceng kecil di pintu tersebut
"Jendral Mao apa yang membawa anda kemari"kata Mira melihat kedatangan Mao bersama empat laki-laki umur tiga puluhan tiga orang dan satu orang laki-laki tua yang umurnya sekitar enam puluhan kurang lebih dan satu perempuan umur di bawah tiga puluhan
"tidak aku hanya mampir, bagaimana sekarang kamu sudah siap menjadi pemimpin perdagangan"kata Mao setelah duduk bersama lima orang lainnya
"Kapan pun jendral Mao ingin aku siap"kata Mira
"oh begitu, baiklah hari ini kamu pindah ke kediaman jendral milikku"kata Mao